Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Kolom Opini

Analis dan Kritikus Masalah Sospol Menanggapi Media Asing Soroti Pembangunan IKN yang Pengaruhi Ekonomi dan Lingkungan

17 Apr 2022, 08:20 WIB
Ilustrasi Ibu Kota Negara Indonesia.(Ist)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Proyek pembangunan ibu kota negara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mendapatkan sorotan dari media internasional, terutama dari Eropa dan Amerika.

Salah satu yang melakukannya, yakni Agence France-Presse (AFP), sebuah kantor berita internasional yang berkantor pusat di Paris, Perancis.

Pada bulan Maret lalu, AFP menerbitkan artikel berjudul “Indonesia's president takes camping trip to site of new capital.”

AFP menyoroti banyaknya kecaman dari para pemerhati lingkungan yang memperingatkan bahwa hal itu dapat merusak ekosistem di area Kalimantan dan dapat menganggu negara tetangga seperti Brunei dan Malaysia.

Ibu kota baru Indonesia itu luasnya mencakup sekitar 56.180 hektar atau 216 mil persegi di bagian timur pulau Kalimantan, yang berbagi negara dengan Malaysia dan Brunei.

Namun, disampaikan bahwa proyek ini menghadapi rintangan dengan kekhawatiran atas dampak lingkungan yang diperparah oleh hilangnya investor SoftBank Group pada pekan ini, yang menarik diri dari proyek tanpa penjelasan, tidak hanya SoftBank, investor lainnya pun turut menyatakan mundur dengan kondisi akibat pembangunan IKN tersebut.

Akibat banyanya Investor mundur, akhirnya melalui petugas yang ditunjuk Negara ‘Mengemis” kepada Rakyat agar bisa membantu pembangunan IKN di Kalimantan karena APBN tidak mampu menanggung biaya pembangunan tanpa suntikan dana dari investor.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pemerintah mencadangkan anggaran 27 hingga 30 triliun dari dalam APBN 2023 untuk pembangunan IKN Nusantara.

Kita juga di dalam APBN tahun depan sudah mencadangkan belanja pembangunan ibu kota negara baru yaitu Rp27-30 triliun dalam rangka membangun infrastruktur dasar,” ujar Sri Mulyani usai rapat terbatas rancangan kerja pemerintah dan pagu indikatif tahun 2023 yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 14 April 2022.

Baca Juga : Bahasa Melayu akan Menjadi Bahasa Resmi ASEAN, Adi Supriadi Sebut Melayu Memang Sebuah Bangsa Bukan Etnis

Pembangunan IKN hingga semakin menuai pro dan kontra, baik dalam segi ekonomi, politik, hingga ke persoalan lingkungan.

Bahkan, rencana pembangunan IKN turut disorot oleh media internasional yang menitikberatkan pada kondisi ekonomi Indonesia.

Jika perhatian luar negeri terhadap IKN begitu tinggi, terutama persaoalan lingkungan akan membuat Neagra tetangga seperti Malaysia, Brunei dan Singapura akan bereaksi. Singapura misalnya merupakan salah satu negara sentral ekonomi di Asia saat ini. Jika banyak yang merasa terganggu dengan aktivitas usaha mereka, pasti akan melakukan perlawanan dengan berbagai cara agar pembangunan IKN tidak terjadi,” ujar Analis dan Pemerhati masalah Sosial Politik, Adi Supriadi dikutip account Twitter miliknya @coachaddie.off

Adi menyebutkan, jika masalah lingkungan akan sangat mengundang perhatian banyak orang di luar negeri, karena kalau persoalan ekonomi itu menjadi masalah dalam negeri Indonesia.

Jika gara-gara IKN Ekonomi Indonesia bangkrut maka bangsa Indonesia sendiri yang merasakan akibatnya, tetapi kalau persoalan lingkungan, semua negara akan merasakannya terlebih Kalimantan sebagai salah satu paru-paru dunia saat ini.

“Jika APBN defisit, lalu utang terus bertambah sedangkan pembangunan IKN tidak kunjung selesai bahkan berdampak buruk secara ekonomi dan lingkungan bagi banyak negara terutama negara-negara yang memiliki investasi besar di negara tetangga yang ada sekitar IKN, bukan tidak mungkin derita bangsa Indonesia kian bertambah karena memiliki presiden yang tidak bijaksana,” tuturnya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : *
Sumber : Edukasi Borneo