Wednesday, 27/10 17:25:06
Satuan tugas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti dan Tentara Diraja Malaysia (TDM) Batalion 500 dan TDM Batalion 602 memperkuat kerja sama pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Home > Daerah > Sanggau

BANJIR, Longsor dan Angin Puting Beliung Berpotensi Terjadi Hingga 31 Agustus di Sanggau, BPBD Himbau Masyarakat Waspada

26 Aug 2021, 15:33 WIB
Kepala Seksi (Kasi) Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Sanggau.(Ist/Prokopim Sanggau)

EDUKASIBORNEO, SANGGAU – Kepala Seksi (Kasi) Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Sanggau, Kristian Hendro menghimbau masyarakat mewaspadai ancaman banjir dan longsor di kabupaten itu.

Berdasarkan Prediksi Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Kalbar cuaca di Kabupaten Sanggau terhitung Rabu, 25 Agustus 2021 hingga Selasa, 31 Agustus 2021 berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

“Prediksi Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Kalbar cuaca di Kabupaten Sanggau terhitung 25 sampai 31 Agustus 2021 berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Oleh karenanya kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman banjir hingga longsor,” ungkapnya saat ditemui di Sanggau Rabu, 25 Agustus 2021.

Adapun wilayah Sanggau yang berpotensi curah hujan sedang hingga tinggi itu diantaranya Kecamatan Toba, Meliau, Kembayan dan Entikong.

Sementara untuk daerah yang berpotensi petir dan angin puting beliung terjadi di Kecamatan Bonti dan Jangkang.

Dia menuturkan bahwa, yang paling berpotensi itu adalah Kecamatan Entikong karena beberapa kali mengalami banjir rob. Kemudian Kecamatan Beduai khususnya jalan arteri atau jalan negara.

“Karena bencana banjir dan longsor ini kerap terjadi. Kami hanya bisa mengingatkan warga untuk waspada jangan sampai menjadi korban akibat keganasan alam yang bisa terjadi kapan saja,” ingatnya.

Dia juga menerangkan bahwa, BPBD Sanggau sudah melakukan sosialisasi termasuk dengan membentuk relawan tanggap bencana di setiap desa.

 “Sebenarnya bulan Agustus ini sudah masuk musim kemarau, tapi faktanya terjadi pergeseran musim sehingga masih terjadi hujan bahkan dengan intensitas sedang hingga tinggi di beberapa Kecamatan,” tukasnya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Annisa Januarsi
Sumber : Prokopim Sanggau