Wednesday, 27/10 16:39:47
Satuan tugas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti dan Tentara Diraja Malaysia (TDM) Batalion 500 dan TDM Batalion 602 memperkuat kerja sama pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Home > Daerah > Bengkayang

BPN Bengkayang Tegaskan Lahan PLBN Jagoi Babang Tidak Ada Masalah

22 Sep 2021, 20:10 WIB
Kegiatan BPN Bengkayang (Ant)

EDUKASIBORNEO, BENGKAYANG - Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat menegaskan bahwa lahan untuk pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Jagoi Babang sudah tidak ada permasalahan.

"Mengenai lahan yang digunakan untuk pembangunan PLBN Jagoi Babang sudah dalam proses pengadaan. Saat ini tim appraisal sudah melakukan peninjauan di lapangan untuk menilai harga lahan dan benda-benda yang berada di atas tanah yang akan dibangun PLBN tersebut," kata Kepala BPN Bengkayang Herculanus Richard Lassa saat dihubungi di Bengkayang, Rabu 22 September 2021.

Baca Juga : Peserta Seleksi PPPK Formasi Guru di Bengkayang Ikuti Tes Antigen

Dia menambahkan dari hasil dari penilaian tim appraisal nantinya akan menjadi dasar pihaknya untuk mengganti rugi kepada pihak yang tanahnya terkena dampak atas pembangunan PLBN tersebut.

"PLBN Jagoi Babang sendiri sudah masuk dalam proyek strategis nasional. Sehingga diminta pada tahun ini harus terselesaikan. Terutama untuk pengadaan tanah, untuk tahun ini harus dan wajib selesai," tambahnya.

Dia juga memastikan, saat ini BPN Bengkayang terus memonitor untuk memastikan mengenai pengadaan tanah tersebut agar cepat selesai.

Sementara mengenai adanya tumpang tindih tanah yang akan digunakan, dia memastikan hal tersebut sudah ditangani dan diselesaikan. Hanya menunggu selesainya persoalan administrasi sebagaimana mestinya.

Baca Juga : PGRI Bengkayang Audiensi Dengan Bupati Ajukan Pembangunan Graha PGRI dan Koperasi Sejahtera

Kemudian mengenai gejolak di masyarakat terkait lahan yang akan digunakan, dirinya mengakui bahwa sebelumnya memang ada beberapa persoalan yang cukup dikhawatirkan. Namun saat ini sudah dipastikan segala persoalan itu sudah selesai.

"Apalagi sebelumnya pihak pemerintah daerah Bengkayang bersama kejaksaan juga bekerja sama dan telah menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di lapangan," terangnya.

Ricard menambahkan, pihaknya telah melakukan musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian pengadaan tanah pembangunan PLBN dengan masyarakat.

"Untuk keseluruhan sudah selesai, dan semoga tidak ada lagi masalah lain," katanya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Antara