Materi PKn SMA Kelas 10 Semester Ganjil Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Home > Edukasi

BRIN Dan Balitbang Provinsi Kalbar Sinergi Pengembangan Riset Skala Nasional

04 Sep 2022, 07:10 WIB
Plt. Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Wihatmoko Waskito Aji (yang sedang menyampaikan maksud dan tujuan pertemuan BRIN dengan Universitas Tanjungpura).(Ist/Adpim Kalbar)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Balitbang Provinsi Kalbar bekerjasama dalam melalukan sosialisasi terkait penelitian bersama Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Pontianak, berlangsung di Rektorat Untan, Kamis 1 September 2022 lalu.

Kedatangan BRIN ke Provinsi Kalbar, diantaranya juga untuk memperkuat sinergi dengan Pemprov Kalbar melalui Balitbang Kalbar yang sudah terjalin, dalam hal ini untuk pengembangan penelitan yang berkualitas nasional.

Dalam sosialisasi yang dilakukan yang dihadiri beberapa perguruan tinggi di Pontianak itu, turut mensosialisasikan bagaimana dan siapa saja peneliti yang bisa melakukan riset bekerjasama dengan BRIN.

Hadiri secara langsung, Plt Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah, Wihatmoko Waskito Aji, Ketua Balitbang Kalbar Herkulana, dan Wakil Rektor I Untan Radian.

Plt. Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Wihatmoko Waskito Aji mengatakan bahwa, pertemuan itu bertujuan untuk mensosialisasikan Program yang ada di BRIN yang bisa diakses oleh pemerintah daerah maupun Perguruan Tinggi, karena program tersebut berskala nasional.

“Semua peneliti mulai dari perguruan tinggi dan Pemda, bahkan perorangan dapat mengangkses sumber daya yang ada di BRIN untuk keperluan riset,” ungkapnya.

BRIN memberikan fasilitas namun bersifat kompetitif. BRIN betul-betul mengedepankan kualitas, sehingga peneliti yang memang berkualitas berpeluang di publikasi di jurnal, sangat berkualitas bisa lolos.

Sedangkan penelitan yang kurang atau masih belum, bisa diarahakn untuk kolaborasi supaya bisa meningkat kemampuan peneliti maupun tema riset yang diangkat menjadi semakin berkualitas.

Baca Juga : Syarat Terbaru Penumpang Pesawat Penerbangan Dalam Negeri Seluruh Maskapai


“Kita dalam pertemuan ini di Kalbar bersama Perguruan Tinggi negeri dan swasta. Jadi kita mengayomi semua periset bukan hanya pemerintah dalam hal ini dosen dan Pemda, tapi juga masyarakat,” ujarnya.

Adapun cara untuk mendapatkan fasilitas dari BRIN untuk riset, diantaranya harus pengajuan proposal yang akan dinilai dan tentu akan ada tahapannya.

“Kemudian tidak ada afirmasi misalnya dialokasi untuk 100 riset, tidak demikian. Tapi kita hanya menerima yang baik saja dan yang memenuhi kriteria minimal. Tidak apa sedikit nanti akan kita buka batch berikutnya,” tegasnya.

Untuk di Kalbar, ia akui sudah banyak riset yang sudah maju , hanya saja hubungan penguatan ekonomi yang belum terlalu kelihatan.

“Jadi risetnya maju, tapi pemanfaatan setelahnya yang belum kelihatan. Makanya ada skema yang kita uji coba di BRIN seperti fasilitas uji tanam bibit unggul dan fasilitas untuk uji alkes. Itu ada skema mencoba menghubungkan hasil riset dengan pemanfaatan ekonomi. Nah itu yang masih kurang,” paparnya.

Ia berharap dengan pertemuan ini dari Pemda maupun Perguruan tinggi di Kalbar ada banyak proposal yang masuk. Sehingga BRIN bisa mendapatkan tema riset yang berkualitas.

Ditempat yang sama, Kaban Litbang Provinsi Kalbar, Herkulana menyampaikan dalam hal ini Balitbang Kalbar akan hadir untuk memfasilitasi apa yang menjadi kendala peneliti di Kalbar.

Selain itu, BRIN juga memberikan kebebasan untuk perguruan tinggi melakukan penelitian dan akan difasilitasi jika memang sesuai dengan standar penelitian BRIN.

“Pada Oktober mendatang kita juga akan melakukan pertemuan, terkait rencana menyusun rencana induk penelitian, karena akan dianggarakan di tahun 2023. Sambil kita melihat visi dan misi Gubernur Kalbar yang nantinya akan disinergikan,” ungkapnya.

Wakil Rektor I Universitas Tanjungpura, Radian menegaskan bahwa, kedepan Universitas Tanjungpura akan bekerjasama dengan perguruan lain dan akan memprioritas penelitian ini mau dibawa kemana di Kalbar.

“Itu juga perlu kita buat. Contoh dengan ada pelabuhan internasional di Kalbar, tentu riset kita bisa mengarah kesana untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Saya rasa sesuai dengan yang ada di BRIN yakni bagaimana mengarah kepada peningkatan kesejahteraan dan ekonomi,” ujarnya.

Selain itu terkait pangan, bagaimana kebijakan itu mengarah kesana. Untan sendiri dikatakannya sudah banyak para dosen yang meneliti yang difasilitasi oleh BRIN.

Penelitian di Universitas Tanjungpura lanjut Radian, disesuaikan pada pola pokok di lahan gambut dan basah, tapi juga ada di aspek pendidikan, hukum, kedoketeran, pertanian, kehutanan dan lainnya.

“Selain itu disesuiakan kebijakan pusat, provinsi. Sehingga kita sinkronkan kalau di pusat tentang pangan, kita sudah lakikan dengan pembangunan PLTS,” pungkasnya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Annisa Januarsi
Sumber : Adpim Kalbar