Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Kolom Guru

Budaya Hidup Bersih di Rumah, Lingkungan Kerja dan Masyarakat

17 Mar 2021, 15:26 WIB
Ilustrasi Membersihkan Lingkungan (EBC)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Clean and healthy behaviours, developing character. Pernah mendengar istilah itu? Arti dalam bahasa Indonesia, perilaku bersih dan sehat, membangun karakter.

Setiap individu harus memiliki kesadaran sendiri dan berperan aktif dalam mempraktikkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) dalam kehidupan sehari-hari.

PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran setiap anggota keluarga sehingga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan juga berperan aktif dalam menjaga kesehatan di dalam masyarakat.

Tujuan utama dari gerakan PHBS yaitu meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadaran yang menjadi awal dari kontribusi setiap individu mulai dari tingkat keluarga atau rumah tangga dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari yang bersih dan sehat.

Diharapkan nantinya ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk mau menjalankan hidup bersih dan sehat supaya masyarakat bisa mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan.

Dengan menerapkan gerakan PHBS diharapkan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang sehat dalam meningkatkan kualitas hidup.

Baca Juga : Kolaborasi Pendidikan Sekolah, Keluarga, dan Lingkungan

Sekarang ini masyarakat diharapkan mampu berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan dalam menjaga, memelihara, dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri serta berperan aktif mewujudkan kesehatan masyarakat.

Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan bagian dari pelajaran pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi.

Perilaku hidup bersih dan sehat adalah keadaan individu dalam rumah tangga, lingkungan kerja dan masyarakat dalam rangka mencegah timbulnya penyakit, meningkatkan derajat kesehatan, memanfaatkan pelayanan kesehatan, mengembangkan, dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersumber dari masyarakat.

Selain itu, ada pula yang mengartikannya sebagai bentuk perwujudan paradigma sehat dalam budaya perorangan, keluarga,  lingkungan kerja dan masyarakat yang berorientasi sehat, bertujuan untuk meningkatkan, memelihara, dan melindungi kesehatannya baik fisik, mental, spiritual, maupun sosial. 

Berikut upaya yang dapat kita lakukan dalam meningkatkan PHBS di rumah tangga:

1. Persalinan ibu hamil sebaiknya dilakukan dan dibantu oleh tenaga kesehatan yang ahli di bidangnya.

2. Pemberian ASI eksklusif dari ibu ke bayi selama 1- 6 bulan

3. Menimbang berat badan bayi dan balita sesuai jadwal yang telah dirancang oleh tenaga medis di puskesmas terdekat

4. Pemberian vaksinasi pada balita

5. Menggunakan air  bersih

6. Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih

7. Menggunakan jamban yang sehat

8. Memberantas jentik jamuk di rumah

9. Makan makanan 4 sehat 5 sempurna

10. Melakukan aktifitas fisik setiap hari

11. Memisahkan sampah basah dan kering, yang selama ini belum maksimal diterapkan oleh tiap keluarga Indonesia akan tetapi di negara maju hal seperti itu bukan sesuatu yang baru dan sudah lama diterapkan

PHBS di lingkungan kerja adalah segala daya upaya yang dilakukan oleh institusi kerja dalam penanganan kesehatan dan keselamatan kerja sehingga terhindar dari gangguan penyakit baik fisik dan mental akibat kerja yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap produktifitas kerja.

Baca Juga : Pendidikan yang Memerdekakan

Bagaimana contoh upaya untuk merealisasikan PHBS di tempat kerja? Kita bisa melakukannya dengan:

1. Tidak merokok di tempat kerja

2. Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja yang dapat diupayakan dengan pengadaan kantin sehat di tempat kerja

3. Melakukan aktifitas fisik atau OR teratur dengan sesama rekan kerja sesuai dengan jadwal yang sudah diatur.

4. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar dan kecil di tempat kerja.

5. Membuang sampah secara terpisah, yaitu di tempat sampah basah dan kering serta menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai jenis pekerjaan masing masing.

Manfaat PHBS di tempat kerja diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Setiap pekerja meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit

2. Produktifitas pekerja meningkat yang akan berdampak pada peningkatan penghasilan pekerja dan ekonomi keluarga

3. Pengeluaran biaya rumah tangga lebih banyak digunakan untuk peningkatan taraf hidup bukan untuk biaya pengobatan.

Sedangkan manfaat PHBS bagi masyarakat adalah tetap mempunyai lingkungan yang sehat walaupun berada di sekitar tempat kerja, dapat mencontoh perilaku hidup sehat dan bersih yang diterapkan tempat kerja.

Bagi pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota adalah peningkatan tempat kerja sehat menunjukkan kinerja dan citra pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota yang baik sehingga APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dapat dialihkan untuk peningkatan kesehatan bukan penanggulangan masalah  kesehatan.

Semua hal yang menyangkut PHBS di lingkungan keluarga, tempat kerja dan masyarakat di atas muaranya adalah dapat dijadikan pembelajaran bagi daerah lain dalam gerakan PHBS di rumah tangga sehingga terbentuk generasi yang bersih, sehat dan kuat serta memiliki prestasi optimal di bidangnya masing-masing.

Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih dan semoga artikel di atas bermanfaat bagi kita semua terutama pembaca setia Media Edukasi Borneo.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Bibiana, S.Pd (Guru SMAN 2 Pontianak)
Sumber : Edukasi Borneo