Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Edukasi

Dosen, Simak Lima Tips Produktif Menulis Jurnal Ilmiah

30 Jul 2022, 08:52 WIB
Ilustrasi Mengerjakan Jurnal.(ebc/freepik)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK – Teman edukasi, tips produktif menulis jurnal ini wajib dibaca oleh setiap dosen, karena memang memiliki kewajiban dan kebutuhan untuk menulis jurnal.

Proses menulis memang bukan perkara mudah apalagi untuk dosen yang memang belum pernah menulis. 

Menulis adalah sebuah keterampilan, yang menariknya tidak membutuhkan bakat dari lahir melainkan suatu keterampilan yang bisa dipelajari.

Menariknya lagi, keterampilan menulis semakin terasah ketika produktivitas menulis ditingkatkan. 

Jadi, jika ingin menulis jurnal ilmiah berkualitas dan selalu masuk ke database Scopus. Kunci utamanya adalah produktif menulis jurnal ilmiah tersebut.

Namun, bagaimana agar bisa terus produktif? Simak tips berikut.

Sekilas Tentang Jurnal 

Sebelum masuk ke pembahasan tips produktif menulis jurnal, kita bisa memahami dulu apa itu jurnal dan alasan kenapa dosen perlu menulis jurnal. Bahkan secara produktif. 

Secara umum jurnal adalah sebuah publikasi yang diterbitkan secara berkala oleh suatu organisasi profesi atau institusi akademik yang memuat artikel-artikel yang merupakan produk pemikiran ilmiah secara empiris (artikel hasil penelitian) maupun secara logis (artikel hasil pemikiran) dalam bidang ilmu tertentu.

Secara sederhana, jurnal ilmiah seperti sebuah majalah yang di dalamnya terdapat kumpulan artikel dengan aneka judul dari hasil penelitian.

Satu artikel dengan artikel lainnya kemudian berada di satu bidang keilmuan yang sama. 

Jika menjumpai jurnal sejarah Islam maka di dalamnya terdiri dari artikel-artikel hasil penelitian sejarah Islam.

Tidak mungkin di dalamnya ada artikel ilmiah hasil penelitian hewan bersel satu, karena artikel ini pasti masuk ke jurnal ilmiah bidang biologi. 

Jurnal terbit secara berkala, artinya dalam kurun waktu tertentu di dalamnya ada penambahan satu artikel.

Ada yang terbit 4 bulan sekali, 6 bulan sekali, setahun sekali, dan seterusnya. 

Jadi, jika ingin menerbitkan artikel ilmiah ke salah satu jurnal ilmiah perlu dilakukan secepatnya.

Jika sudah diterima maka terbitnya akan menunggu jadwal terbit dari jurnal itu sendiri. Jika beruntung, artikel statusnya sudah terbit 3 bulan setelah disetujui editor. 

Menerbitkan artikel ilmiah ke dalam jurnal umum dilakukan oleh para dosen, yang juga menjadi seorang peneliti atau ilmuwan.

Hal itu bahkan menjadi kewajiban karena termasuk tugas pokok dalam poin penelitian di dalam Tri Dharma. 

Baca Juga : Keunggulan Kurikulum Merdeka Dalam Paradigma Merdeka Belajar


Publikasi jurnal ilmiah menjadi penting untuk dilakukan oleh seorang dosen yang sekaligus merupakan peneliti dan ilmuwan. Alasannya antara lain: 

- Memenuhi kewajiban menjadi seorang dosen, karena menulis dan menerbitkan jurnal termasuk tugas pokok yang wajib dijalankan seluruh dosen di Indonesia. 

- Menyebarluaskan ilmu pengetahuan dari hasil penelitian yang dilakukan dosen kepada masyarakat ilmiah, sebab jurnal ilmiah umumnya diakses oleh masyarakat ilmiah. 

- Menambah poin angka kredit dosen yang membantu dosen mengajukan kenaikan jabatan fungsional. 

- Bagian dari branding akademik seorang dosen, sebab semakin banyak publikasi jurnal maka karyanya semakin banyak disitasi dan dikenal luas sebagai pakar dari bidang keilmuan yang ditekuni dosen tersebut. 

- Ikut berkontribusi meningkatkan kuantitas publikasi jurnal oleh masyarakat Indonesia dan kualitas publikasi jurnal untuk perkembangan IPTEK nasional dan internasional.

- Mengasah keterampilan menulis dan mengurus publikasi.  

Tips Produktif Menulis Jurnal 

Ada banyak hal yang membuat produktivitas menulis jurnal perlu diupayakan oleh seluruh dosen di Indonesia sesuai penjelasan di atas.

Rupanya jumlah jurnal oleh dosen Indonesia masih minim karena memang prosesnya susah. Apalagi jika harus masuk ke Scopus. 

Namun, masuk tidaknya ke Scopus bisa dinilai sebagai urusan nanti. Poin terpenting saat ini adalah meningkatkan produktivitas menulis jurnal.

Sehingga kualitas tulisan semakin baik dan semakin mudah masuk ke database Scopus. Berikut beberapa tips produktif menulis jurnal yang perlu diterapkan: 

1. Memiliki Tujuan atau Target 

Tips yang pertama agar lebih produktif menulis jurnal adalah memiliki atau menetapkan tujuan. Tujuan ini bisa berupa target yang ingin dicapai selanjutnya.

Apakah ingin menerbitkan jurnal di akhir tahun? Tiga bulan mendatang?  Jika seseorang memiliki tujuan yang jelas dalam menulis artikel ilmiah maka akan menjadi motivasi untuk terus menulis.

Tulisan yang semakin banyak dan berhasil diselesaikan kemudian siap diterbitkan ke jurnal yang sesuai. 

2. Teliti Memilih Topik Penelitian 

Artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal merupakan hasil dari penelitian. Supaya semakin produktif menulis maka kunci penting lainnya adalah memilih topik penelitian yang tepat. 

Topik penelitian disesuaikan bidang keilmuan, pilih juga yang memang perlu segera diteliti. Sehingga punya tingkat urgensi yang tinggi.

Hal itu bisa memudahkan proses pengajuan topik penelitian.  Semakin bagus topik penelitiannya, semakin menarik artikel yang memuat hasil penelitian tersebut.

Sehingga akan membuatnya mudah dilirik dan diterima oleh editor jurnal. Sehingga lebih mudah terbit dan dalam kurun waktu yang relatif singkat. 

Baca Juga : Kurikulum Merdeka Dijadikan Opsi, Mengapa Tidak Langsung Diterapkan di Sekolah Simak Penjelasannya

3. Perbanyak Membaca dan Bertanya 

Setiap dosen memang sebaiknya berteman dan akrab dengan siapa saja, namun utamakan yang memang mendukung karir Anda sebagai dosen. Salah satunya dosen senior yang dikenal produktif menulis jurnal. 

Tips produktif menulis jurnal berikutnya adalah memperluas relasi positif yang sama-sama punya reputasi produktif menulis jurnal. Sehingga bisa tertular semangat mereka dalam menulis yang baik dan benar. 

Banyak-banyak bertanya kepada mereka dan tentunya perbanyak juga kegiatan membaca. Baik membaca jurnal yang satu bidang keilmuan maupun karya tulis ilmiah jenis lainnya. Sehingga isi artikel lebih berbobot dan lebih mudah terbit di sebuah jurnal. 

4. Mengelola Waktu dengan Baik 

Dosen biasanya dihadapkan dengan kesibukan yang tinggi sehingga kesulitan untuk membagi waktu antara menulis dengan pekerjaan lainnya. Dibutuhkan tata kelola waktu yang baik, dimana ada waktu khusus untuk menulis. 

Dosen tentu perlu menyiapkan waktu khusus tersebut setiap harinya atau per dua hari sekali, agar artikel cepat selesai.

Kemudian, siapkan mental juga untuk bekerja saat orang lain pergi tidur (menulis sampai malam) maupun bekerja saat orang lain masih tidur (di dini hari atau pagi buta). Tujuannya agar artikel segera terselesaikan. 

5. Memilih Jurnal yang Tepat 

Tips produktif menulis jurnal selanjutnya adalah teliti dan bijak dalam memilih jurnal. Jurnal internasional bereputasi sangat banyak, utamakan yang sudah terindeks Scopus. 

Kemudian tata kelola jurnal sudah profesional, misalnya diberi kejelasan nasib naskah diterima atau tidak. Jika diterima diberi kejelasan kapan bisa terbit.

Jika semua jelas maka dijamin angka publikasi meningkat dan produktivitas juga ikut meningkat. Menulis jurnal atau artikel ilmiah yang nantinya diterbitkan ke dalam jurnal ternyata tidak selalu sulit.

Intinya adalah paham strategi untuk menulis artikel ilmiah dengan baik dan benar. Sehingga diterima oleh pengelola jurnal yang sudah masuk ke Scopus. 

 Jika sudah, maka selanjutnya tinggal fokus melakukan penelitian. Hasil-hasil penelitian yang didapat tinggal disusun menjadi artikel ilmiah yang siap diterbitkan ke jurnal-jurnal bereputasi. Sehingga jumlah publikasi jurnal terindeks Scopus meningkat. 

Itulah tips produktif menulis jurnal yang wajib diterapkan. Tentu semakin banyak jurnal yang terpublikasi maka semakin besar manfaat yang dirasakan. Baik untuk diri sendiri maupun untuk masyarakat luas. Semoga. 

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Edukasi Borneo