Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Edukasi

Guru, Berikut Tujuh Tips Menyusun Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

23 Jul 2022, 14:24 WIB
Ilustrasi Guru dan Murid Melaksanakan Pembelajaran di Kelas.(Ebc/Freepik)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Menulis karya ilmiah bagi guru adalah merupakan suatu kewajiban. Hal tersebut tentu saja berkonotasi terhadap tekanan serta sesuatu yang seakan guru tidak senangi tetapi mau tidak mau harus dilakukan.

Hal tersebut semestinya tidak perlu terjadi jika guru dapat menghayati jati dirinya sebagai seorang penulis.Telah berapa banyak materi yang guru telah hasilkan lewat tulisan.

Rencana Program Pembelajaran (RPP) yang di dalamnya “bertumpuk” tulisan menggambarkan proses pembelajaran yang berlangsung.

Betapa sering guru menyusun soal bahkan bank soal. Tak terhitung lagi jumlah catatan-catatan kecil yang ditulis oleh guru untuk mengoreksi tugas atau pekerjaan siswa.

Semuanya itu yang jelas dan hampir pasti sering dilakukan guru.

Penelitian Tindakan Kelas

Jika kita telisik lebih dalam, maka dapat diungkap bahwa telah sekian kali guru melakukan proses pembelajaran dengan berbagai teknik dan metode pembelajaran yang semuanya dapat dijadikan sebuah tulisan bahkan dapat menjadi laporan penelitian.

Penelitian yang dianggap sangat mungkin dan mudah bagi guru adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Secara sederhana, PTK adalah penelitian yang dilaksanakan di dalam kelas oleh guru tanpa harus menyita waktu khusus untuk meneliti, sehingga penelitian ini dilakukan bersamaan dengan proses pembelajaran di kelas.

Inilah salah satu kemudahan PTK jika guru ingin menyusun sebuah laporan penelitian.

Namun, tidak hanya itu, ada pertanyaan mengapa Penelitian Tindakan Kelas diyakini mudah untuk dilakukan oleh seorang guru. Berikut Tips yang dapat kamu lakukan:

Berikut Tips Menyusun Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

PTK yang disusun oleh guru untuk keperluan kenaikan pangkat atau golongan tentu tidak sulit karena pengetahuan dan aplikasinya telah kita ketahui, bahkan bisa menjadi mudah dengan beberapa tips agar PTK yang kita susun dapat diterima atau dinilai oleh tim penilai.  

Baca Juga : Guru, Simak Strategi Dalam Mengajar yang Harus di Lakukan Agar Keberhasilan Pembelajaran Tercapai


Berikut beberapa tips dari Redaksi Media Edukasi Borneo:

1. Ide

Ide harus brillian, artinya kreatif serta menarik. Akan lebih baik jika ide itu belum pernah disinggung pada penelitian lainnya.

Ide penting untuk memberi arah pada penelitian yang akan disusun. Hampir semua proses pembelajaran yang dilakukan sebagai penjelmaan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.

Serta Indikator, memunyai masalah atau tidak sempurna, sehingga ide yang brillian tadi akan memilih masalah yang cocok dengan sendirinya.

Tapi, tentu saja masalah dapat pula menentukan ide. Intinya, ide harus jitu. Misalnya, idenya adalah tentang video.

Pertanyaaannya adalah, pembelajaran apa yang cocok dengan media video, dan sebagainya.

2. Judul

Penyusunan kalimat judul PTK juga harus menarik. Judul tentu berkaitan erat dengan ide, bahkan judul dapat menggambarkan ide yang brillian tadi.

Contoh judul berdasarkan ide di atas sebagai berikut:

a. Peningkatan Kemampuan Membuat Kalimat Aktif Melalui Pemanfaatan Media Video pada Siswa Kelas ………

Judul di atas akan lebih menarik jika kita membuat judul PTK yang konvensional, seperti Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa melalui Metode Diskusi di SMP….

Ingat, penilai PTK untuk guru sangat kurang sedangkan yang akan dinilai sangat banyak, sehingga dibutuhkan ketertarikan penilai untuk membaca PTK yang telah kita susun.

3. Latar Belakang

Biasa disebut latar belakang masalah,  Meski diharapkan pembahasan latar belakang dimulai yang luas lalu terperinci di dalam kelas kita dengan masalah yang detail pula.

Namun, keluasan pembahasan tidak perlu sampai membahas yang terlalu luas, lalu sampaikan kondisi ideal yang di harapkan.

Sajikan fakta dan bukti empiris dan tentunya sampaikan alternatif pemecahan masalah yang peneliti lakukan.

Baca Juga : Sepuluh Jenis Penalaran yang Dapat Membantu Dalam Membuat Keputusan Penting

4. Kajian Pustaka

Pada bagian ini, meski lebih panjang dalam uraiannya, namun sangat mudah menyusunnya. Semua variabel penelitian pada judul usahakan mendapat rujukan yang sesuai.

Saat ini mencari literatur tidak lagi sulit, selain buku di perpustakaan sekolah sudah banyak, internet juga menyediakan literatur-literatur yang kapabel, bahkan e-book dan jurnal dapat ditemukan dengan mudah untuk memperkuat kajian pustaka penelitian kita.

5. Siklus

Tak mengapa jika langsung menentukan 2 siklus dengan setiap siklus 2 kali pertemuan.

Hal ini dengan anggapan, bahwa 1 siklus adalah penelitian seadanya dan 3 siklus adalah penelitian bertele-tele bahkan dapat mengganggu proses pembelajaran yang sementara berlangsung.

Siklus 1 dan 2, pada dasarnya sama. Hanya yang perlu ada adalah hasil refleksi siklus 1 harus menampakkan bahwa belum sempurna atau belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan berbagai kendala. Itulah yang menjadi alasan dilakukannya siklus 2.

Pada siklus 2 semua kendala di atasi dengan penambahan 1 atau 2 kegiatan baru yang merupakan penyempurnaan siklus 1.

6. Hasil dan Pembahasan

Pada bagian ini, sangat dianjurkan untuk membuat penjelasan dalam bentuk grafik.

Grafik ini akan memberi gambaran nyata terjadinya peningkatan dari siklus I ke siklus II bahkan dapat ditambah sebelum siklus 1 ada pra tindakan.

7. Lampiran

Ada kemungkinan lembaran lampiran lebih banyak daripada isi laporan PTK. Lampiran identik dengan standar otentifikasi PTK kita.

Semua yang berkenaan dengan penelitian sebisanya dilampirkan.

Untuk judul a, yang dilampirkan antara lain: daftar nama siswa (foto copi absen), lampiran nilai grafik 6 lembar atau 9 lembar, soal tes tertulis, contoh hasil pekerjaan siswa, daftar nilai hasil setiap siklus, foto proses pembelajaran.

Berikut Contoh Daftar Lampiran Ptk:

- Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

- Daftar Hadir Peserta Didik.

- Instrumen Observasi Pembelajaran selama PTK.

 - Lembar Observasi Pembelajaran Selama PTK.

- Instrumen Soal Siklus 1 dan Siklus 2.

- Rekap Nilai Siklus 1 dan Siklus 2.

- Hasil Pekerjaan Peserta Didik Siklus 1 dan Siklus 2.

- Surat Izin Penelitian.

- Surat Undangan dan Daftar Hadir Seminar PTK.

- Notulensi Seminar PTK.

- Berita Acara Seminar PTK.

Demikian artikel mengenai tujuh Tips Menyusun Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Dengan Mudah yang di sajikan oleh tim redaksi media edukasi borneo. Semoga bermanfaat

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Edukasi Borneo