Wednesday, 27/10 16:00:46
Satuan tugas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti dan Tentara Diraja Malaysia (TDM) Batalion 500 dan TDM Batalion 602 memperkuat kerja sama pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Home > Nasional

Hari Ini, Indonesia Terima Kedatangan 684.900 Dosis Vaksin AstraZeneca

22 Sep 2021, 14:37 WIB
Tangkapan layar dari agenda kedatangan vaksin AstraZeneca tahap ke-73 di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (22/9/2021). (Ant)

EDUKASIBORNEO, JAKARTA - Pemerintah kembali menambah ketersediaan vaksin COVID-19 di Indonesia melalui kedatangan tahap ke-73 sebanyak 684.900 dosis vaksin jadi AstraZeneca, Rabu 23 September 2021.

"Dengan tambahan ini, total vaksin jadi AstraZeneca, baik melalui pembelian langsung, multilateral, atau bilateral yang sudah hadir di Indonesia mencapai 24.520.300 dosis," kata Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Nadia mengatakan kedatangan vaksin tahap ke-73 ini maka persediaan vaksin di Tanah Air bertambah menjadi total 268 juta dosis lebih dalam bentuk bahan baku atau bulk maupun produk jadi.

Baca Juga : BMKG Ingatkan Nelayan Akan Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Peralihan Musim

Menurut Nadia hingga Selasa 21 September 2021, pukul 18.00 WIB, sudah 81 juta orang mendapatkan vaksin dosis pertama dan 46 juta orang di antaranya telah mendapatkan dosis lengkap. Artinya, 39 per 100 orang penduduk sasaran vaksinasi di Indonesia telah mendapatkan vaksin dosis pertama.

Nadia mengatakan capaian vaksinasi untuk kelompok remaja atau kelompok usia 12 hingga 17 tahun saat ini sudah mencapai 12,68 persen dari sasaran vaksinasi untuk dosis pertama. Sementara capaian vaksinasi untuk dosis kedua atau dosis lengkap telah mencapai 8,68 persen dari target sasaran.

“Pemerintah sangat mengharapkan dukungan para orang tua, untuk membantu para penerus bangsa kita segera mendapatkan proteksi dari virus COVID-19. Mari kita antar anak-anak kita melakukan vaksinasi agar semakin banyak anggota keluarga yang terlindungi,” katanya.

Nadia menyoroti masih rendahnya cakupan vaksinasi bagi lansia yang belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Baca Juga : EMAS Meroket di 14,4 Dolar AS Seiring Kemungkinan Kebangkrutan Evergrande

Dari 21,5 juta sasaran vaksinasi, jumlah yang sudah mendapatkan dosis pertama masih berada pada kisaran angka 27,75 persen, sedangkan yang sudah mendapatkan dosis kedua sekitar 19,40 persen.

“Perlu dukungan semua pihak untuk mendorong vaksinasi lansia, karena kita ketahui bersama bahwa kelompok lansia memiliki risiko kematian tertinggi jika terinfeksi COVID-19," katanya.

Nadia berharap para petugas di daerah dapat memberikan kemudahan akses dan layanan sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat lansia.

"Pemerintah juga mengajak keluarga para lansia untuk membantu menyegerakan vaksinasi yang sangat penting guna memberikan perlindungan kesehatan bagi kelompok rentan ini,” ujarnya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Antara