Wednesday, 27/10 17:19:08
Satuan tugas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti dan Tentara Diraja Malaysia (TDM) Batalion 500 dan TDM Batalion 602 memperkuat kerja sama pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Home > Daerah > Kapuas Hulu

Imigrasi Putussibau Pulangkan 41 TKI Ilegal Asal Sambas

20 Sep 2021, 15:01 WIB
Sebanyak 41 TKI ilegal asal Sambas dipulangkan ke daerah asal oleh petugas Imigrasi Putussibau, setelah sebelumnya ditangkap ketika hendak ke Malaysia secara ilegal di daerah perbatasan Kecamatan Badau wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat. (Ant)

EDUKASIBORNEO, KAPUAS HULU - Kantor Imigrasi Putussibau memulangkan sebanyak 41 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Kabupaten Sambas yang mencoba masuk ke wilayah Malaysia melalui perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu.

"Ada 41 orang TKI ilegal dari Kabupaten Sambas diamankan anggota Satgas Pamtas dan diserahkan kepada Imigrasi," kata Kepala Imigrasi Putussibau M Ali Hanafi, di Putussibau ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Senin 20 September 2021.

Dia mengatakan, tim gabungan mengamankan 41 TKI tersebut saat hendak pergi ke Malaysia melalui jalan ilegal di Desa Seriang, Kecamatan Badau perbatasan Indonesia-Malaysia di wilayah Kapuas Hulu.

Baca Juga : Fransiskus Diaan Resmikan Delapan Puskesmas di Kapuas Hulu

Menurut dia, para TKI ilegal tersebut sudah dikembalikan ke daerah asalnya di Kabupaten Sambas menggunakan jalur darat pada Minggu 19 September 2021. Pemulangan mereka dikawal oleh anggota Imigrasi untuk memastikan para TKI tersebut benar-benar pulang ke daerahnya.

"Puluhan TKI itu kami pulangkan ke Sambas dengan menumpang bus," ucapnya.

Baca Juga : Wahyudi Hidayat Ajak Masyarakat Kapuas Hulu Jaga Kerukunan Umat Beragama

Dia menambahkan, penangkapan terhadap 41 TKI ilegal tersebut berlangsung pada Rabu 15 September 2021, oleh Tim gabungan dari Satgas Pamtas di jalan tidak resmi di Pos Seriang Kecamatan Badau. Kemudian pada Kamis 16 September 2021, pihak Satgas Pamtas menyerahkan 41 TKI ilegal dan dua orang penyalur mereka ke pihak Imigrasi.

"Setelah kami proses dan periksa dokumen keimigrasian maupun dokumen pendukung lainnya, ternyata mereka tidak memiliki surat-surat resmi," jelasnya.

Terkait pengawasan di daerah perbatasan, Kepala Imigrasi itu menyatakan telah memperketat pengawasan perbatasan bekerja sama dengan Satgas Pamtas dan pihak terkait lainnya terutama untuk jalan-jalan ilegal di sepanjang perbatasan wilayah Kapuas Hulu.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Antara