Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Edukasi

Instalasi Farmasi Kesehatan Kabupaten Ketapang Bakal Memusnahkan Obat-obatan Kadaluarsa dan Perbekalan Kesehatan Rusak

19 Sep 2022, 20:47 WIB
Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Edi Radiansyah saat meninjau obat-obatan kadaluarsa dan perbekalan kesehatan rusak yang akan dimusnahkan.(Ist/Prokopim Ketapang)

EDUKASIBORNEO, KETAPANG – Instalasi Farmasi Kesehatan Kabupaten Ketapang bakal melakukan pemusnahan obat-obatan kadaluarsa dan perbekalan Kesehatan rusak.

Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Edi Radiansyah memimpin Rapat Koordinasi Pembentukan Tim Pemusnahan Obat dan Perbekalan Kesehatan Rusak serta Kadarluarsa pada Instalasi Farmasi Kesehatan Kabupaten Ketapang 2022 Jumat, 16 September 2022 lalu.

Hadir dalam rapat tersebut Kadis Kesehatan beserta staf, perwakilan BPKAD , Inspektorat, Perkim LH dan lainnya.

Ia berharap agar pemusnahan obat dan alat kesehatan itu bisa dilaksanakan sesuai Regulasi dan melalui pengawasan yang baik.

“Tujuan dari rapat ini untuk memastikan obat yang beredar pada sarana kesehatan pemerintah kabupaten Ketapang terjamin keamanan, mutu dan khasiatnya,” ujarnya dari Aula Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang.

Baca Juga : Sekda Ketapang Resmi Melantik Kepala Desa Tebing Berseri dan Teluk Runjai Kecamatan Jelai Hulu


Adapun Obat dan perbekalan kesehatan yang akan dimusnahkan yang terdiri dari:

a. Obat yang ED/rusak sebanyak (14,05 persen)

b. Perbekalan Kesehatan (BMHP) yang ED/rusak sebanyak (4,62 persen)

c. Vaksin COVID yang ED/rusak sebanyak (81,32 persen). Obat dan perbekalan kesehatan ini berasal dari Puskesmas, Labkesda, Fasilitas Khusus dan IFK dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang.

Selain itu, ia mengingatkan kepada tim yang dibentuk untuk selalu melakukan koordinasi kepada pihak bersangkutan terkait regulasi dan tata cara Pemusnahan Obat supaya tidak ada kesalahan dan tidak disalahgunakan secara sengaja maupun tidak sengaja oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Dampaknya berakibat fatal untuk masyarakat apabila obat-obatan tersebut disalahgunakan, mengingat dampak dari obat yang sudah melewati masa kadaluarsa dapat membahayakan,” tutupnya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Annisa Januarsi
Sumber : Edukasi Borneo