Wednesday, 27/10 16:07:19
Satuan tugas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti dan Tentara Diraja Malaysia (TDM) Batalion 500 dan TDM Batalion 602 memperkuat kerja sama pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Home > Daerah > Kubu Raya

JAHE Putih Produksi Petani Terentang Potensial Jadi Unggulan Kubu Raya

12 Oct 2021, 20:09 WIB
Panen jahe lokal Terentang, Kubu Raya.(Ant)

EDUKASIBORNEO, KUBU RAYA - Jahe putih lokal Terentang yang dibudidayakan secara turun temurun oleh masyarakat Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat saat ini ketika ditanam di lahan gambut bisa menghasilkan 16 ton per hektare.

"Jarak tanam yang digunakan 20 cm antar tanaman dengan panjang bedengan 100 meter dan jarak antar bedeng 1,5 meter. Dari tiap bedeng ini  didapatkan hasil sekitar 200 hingga 240 kilogram jahe, dan untuk 1 hektare bisa didapatkan sekitar 15 hingga 16 ton jahe," ujar petani jahe, Arpandi di Terentang, Selasa 12 Oktober 2021.

Dirinya menjelaskan bahwa, tanaman ini mulai dikembangkan di Desa Teluk Empening Kecamatan Terentang pada awal tahun 2007 dengan harga bibit ditingkat petani sekitar 2.000 rupiah. Lama kelamaan permintaan dari komoditi  jahe ini mulai meningkat dan pasar mulai terbentuk.

"Dalam membudidayakan jahe lokal Terentang untuk keperluan komersial sekitar 10 tahun. Budidaya tanaman jahe di Kecamatan Terentang, banyak dilakukan di lahan  gambut dari pada di tanah liat. Dikarenakan di tanah gambut lebih cepat panen daripada di tanah liat. Di tanah gambut umur 4 bulan sudah panen dibandingkan di tanah liat baru panen sekitar 6-8 bulan,” terangnya.

Dia juga mengatakan bahwa, perlakuan pasca panen ini dilakukan tanpa pencucian jahe, hanya dibersihkan saja untuk ketahanan daya simpan jahe. 

"Keunggulan dari jahe putih lokal Terentang ini  di antaranya serat lebih halus, kadar air tinggi  dan rasanya tidak terlalu pedas," imbuhnya.

Peran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya dalam pengembangan jahe lokal putih terentang di Kecamatan Terentang salah satunya pengadaan gudang produksi yang sudah dilaksanakan pembangunannya. 

Kendala yang dihadapi saat budidaya pengembangan jahe putih lokal Terentang adalah ketersediaan benih bersertifikat. Karena kalau mendatangkan dari wilayah luar Kalimantan Barat selain benihnya saat tiba belum tentu bisa ditanam karena kondisi benih yang harus beradaptasi dan biaya transportasi yang lumayan mahal untuk sampai ke lokasi.

Dalam rangka pengembangan tanaman Jahe Putih Lokal Terentang, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya telah melakukan observasi oleh tim uji keunggulan yang dibentuk untuk mengidentifikasi jahe putih lokal Terentang untuk proses pendaftaran varietas tanaman ke Pusat Perlindungan Varietas Pertanian dan Perizinan Pertanian, Kementerian Pertanian. 

Selanjutnya setelah keluar sertifikat tanda daftar akan ditindak lanjuti dengan pendaftaran untuk peredaran atau pelepasan  varietas menjadi varietas unggul nasional.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengawasan dan Sertifikasi Benih, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Anton  Komarudin mengatakan bahwa pihaknya  mempunyai peran sebagai tim penguji kebenaran, yang akan mengeluarkan rekomendasi tentang kebenaran varietas.

"Hasil uji varietas tersebut merupakan salah satu persyaratan yang harus dilampirkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya dalam proses pendaftaran untuk peredaran atau pelepasan varietas jahe putih lokal Terentang menjadi varietas unggul nasional. Kami sangat mendukung upaya pemerintah Kabupaten Kubu Raya tersebut," jelasnya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Antara