Friday, 06/08 09:11:45
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat melalui Dinas Kesehatan kembali menggelar vaksinasi massal dosis kedua bagi 6.000 masyarakat Kubu Raya selama tiga hari di halaman kantor bupati dimulai tanggal 5 sampai 7 Agustus 2021.

Home > Nasional

Jangan Suruh Masyarakat Pilih Agama Atau Pancasila

19 Jun 2021, 17:13 WIB
Tangkapan Layar - Budayawan sekaligus rohaniwan Franz Magnis Suseno.(Istimewa/Ant)

EDUKASIBORNEO, JAKARTA - Budayawan sekaligus rohaniwan Franz Magnis Suseno atau yang kerap disapa Romo Magnis mengatakan jangan menyuruh atau mengarahkan masyarakat untuk memilih agama atau Pancasila.

"Misalnya, saya ditanya pilih ajaran Katolik atau Pancasila, itu pertanyaan apa?" ujar Romo Franz pada webinar yang mengusung tema Pancasila: Tandingan Agama atau Etika Kebangsaan? di Jakarta, Sabtu 19 Juni 2021.

Dia menilai adanya pertanyaan memilih Pancasila atau agama sama saja dengan menggerogoti kesetiaan seseorang pada Pancasila karena memberi kesan memilih agama atau Pancasila.

"Jadi, yang membuat pertanyaan ini sendiri sebenarnya tidak Pancasilais," tuturnya.

Jika pertanyaan yang sama ditujukan kepada umat Islam memilih Pancasila atau Alquran, hal itu berbahaya dan perlu diselidiki.

Baca Juga : Menaker Segera Terbitkan Surat Edaran Revisi Hari Libur Nasional 2021

Pancasila lahir bukan untuk bersaing dengan agama mana pun sehingga ke depan tidak pernah ada lagi pertanyaan-pertanyaan memilih Pancasila atau agama maupun kitab suci.

Romo Franz juga meminta pancasila tidak dilebih-lebihkan, apalagi sudah mengarah pada hal politis. Masalahnya, akan kontraproduktif karena meminta seseorang memilih Pancasila atau agama.

Untuk menjadi orang Indonesia, setiap orang tidak perlu melepaskan identitasnya masing-masing apakah itu suku, apalagi mengompromikan agama atau keyakinan.

Sebagai manusia, setiap orang memiliki keterikatan sosial kepada keluarga, kampung halaman, negara, dan tentunya pada agama.

Persoalan memilih Pancasila atau Alquran pertama kali mencuat dalam tes wawasan kebangsaan yang dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron sendiri mengaku tidak mengetahui adanya materi soal yang mempertanyakan perihal memilih Pancasila atau Alquran.

"KPK dan saya tidak tahu tentang materi soalnya, metode dan bagaimana mekanisme evaluasinya, semuanya kami pasrahkan ke Badan Kepegawaian Negara," ujarnya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Antara