Tuesday, 30/11 02:54:34
Satuan Latihan Mujahidin Pontianak raih juara umum Kejurda Tarung Derajat Kalbar 2021 yang dilaksanakan secara langsung sejak Kamis, 25 November 2021 hingga Minggu, 28 November 2021.

Home > Kalbar

Kejati Kalbar Berhasil Amankan Uang Negara 10,9 Miliar Dari Kasus Tipikor

25 Nov 2021, 13:26 WIB
Kepala Kejati Kalbar, Masyhudi dalam keterangan tertulisnya di Pontianak, Kamis. (Ant)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menyatakan telah menyelamatkan keuangan negara sebesar 10,9 miliar di tahun 2021 dari kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang ditangani instansi tersebut.

"Sebanyak 10,9 miliar keuangan negara yang berhasil diselamatkan itu, dari total 58 tipikor yang kami tangani, yakni sebanyak 25 kasus ditangani oleh Kejati Kalbar dan sebanyak 33 perkara ditangani oleh Kejari," kata Kepala Kejati Kalbar, Masyhudi dalam keterangan tertulis di Pontianak, Kamis 25 November 2021.

Dia menjelaskan, dalam penanganan kasus tipikor pihaknya tidak main-main, dan siapapun yang terlibat akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga : 20 Link Twibbon Hari Guru Nasional 2021 “Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”

"Kami akan memberikan tuntutan yang maksimal bagi pelaku atau para tipikor sesuai dengan tingkat kesalahannya dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku, sehingga bisa memberikan efek jera," katanya.

Dia menambahkan, sepanjang tahun 2021 jajarannya juga sudah menangkap kembali sebanyak 12 orang yang masuk dalam DPO (daftar pencarian orang).

"Penangkapan itu dilakukan oleh Tim Tabur (tangkap buron Kejati Kalbar) bersama-sama dan berkoordinasi dengan tim Kejaksaan Agung dan instansi terkait lainnya," ujarnya.

Baca Juga : Kejati Kalbar Siap Dampingi Telkom Bidang Perdata dan TUN

Pada tahun 2021, Kejati Kalbar sudah menangani dan menyelesaikan perkara pidana umum (pidum) sebanyak 381 perkara, dan termasuk perkara yang menarik perhatian masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kajati Kalbar mengimbau dan mengajak peran masyarakat ikut membantu menginformasikan jika mengetahui keberadaan buronan yang lain (belum tertangkap) untuk menyampaikan informasi yang bisa langsung melapor ke Kantor Kejati Kalbar atau ke Kejari terdekat.

"Dengan penangkapan ini (para DPO) maka akan memberikan efek psikologis kepada buronan lainnya, sedangkan yang belum tertangkap hanya masalah waktu saja, dan saya mengingatkan kepada para buronan 'tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan buron atau DPO'," ujarnya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Antara