Wednesday, 27/10 17:26:24
Satuan tugas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti dan Tentara Diraja Malaysia (TDM) Batalion 500 dan TDM Batalion 602 memperkuat kerja sama pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Home > Kalbar

KEJATI Kalbar Klarifikasi Pengaduan Standar Medis 12 Unit Ambulans Infeksius COVID 19 yang Ditengarai Bermasalah

12 Oct 2021, 20:26 WIB
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat melakukan tindak lanjut dan proses klarifikasi terkait kelengkapan standar peralatan medis yang ada di dalam 12 unit ambulans infeksius yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk 11 kabupaten kota di provinsi itu yang diduga bermasalah.(Istimewa/Ant)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat melakukan klarifikasi atas pengaduan masyarakat terkait kelengkapan standar peralatan medis yang ada pada 12 unit ambulans infeksius yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Kalbar tetapi diduga bermasalah.

Bidang Intelijen, Seksi Ekonomi dan Keuangan (Seksi-C) Kejati Kalbar, Thoriq Mulahela di Pontianak, Selasa 12 Oktober 2021, mengatakan tindakan klarifikasi yang dilakukan tersebut merupakan prosedur normal, sebagai tindak lanjut dari pengaduan masyarakat terkait dugaan pengadaan kelengkapan standar peralatan medis yang ada di dalam 12 unit ambulan infeksius oleh Pemprov Kalbar.

"Tindakan klarifikasi ini juga merupakan pengawalan proyek pemerintah yang bersifat strategis, baik secara nasional maupun daerah," ujarnya.

Baca Juga : Diskes Kalbar Lakukan Prosedur Karantina Bagi Kontingen PON XX Papua

Dirinya juga menuturkan bahwa, apa yang pihaknya lakukan itu, sebagai tindak lanjut adanya dugaan permasalahan dalam hal pengadaan ambulans infeksius tersebut.

"Begitu menerima pengaduan dari masyarakat, kami langsung melakukan proses klarifikasi, untuk sementara saya tidak bisa cerita yang masuk ke pokok materinya, tapi intinya memang saat ini sedang melakukan proses klarifikasi dan segala macam," ungkapnya.

Sebagai mana diketahui pada 30 Agustus 2021, Pemprov Kalbar telah menyerahkan bantuan sebanyak 12 unit ambulans infeksius lengkap dengan peralatan medis pendukung sebagai bentuk peningkatan pelayanan pada masyarakat.

Selain itu, ambulans infeksius itu juga diprioritaskan untuk percepatan penanganan darurat pertama pandemi COVID-19 di Kalbar.

Baca Juga :  AMSI Rumuskan Panduan dan Indikator Kepercayaan Publik Terhadap Media Digital

Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji menyatakan dari sepengetahuannya sebanyak 12 unit ambulans infeksius tersebut telah memenuhi kriteria dan standar sebagai kendaraan penanganan infeksi, namun pihaknya mempersilakan penegak hukum untuk pemeriksaan, dan jika ada temuan segera lakukan proses hukum.

"Kalau dibilang tidak lengkap, mananya yang tidak lengkap, karena semuanya ada," ujarnya.

Namun begitu, Gubernur Sutarmidji mempersilakan aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terkait permasalahan yang ada, agar tidak muncul nada miring terkait pengadaan kendaraan tersebut. Ia juga mempersilakan aparat hukum menindak tegas jika ditemukan adanya penyimpangan dalam pengadaan tersebut. 

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Antara