Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Kolom Guru

Kelebihan dan Kekurangan Perpustakaan Digital

21 Jun 2022, 11:22 WIB
Ilustrasi Ebook.(Ebc)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Jika kita mendengar kata perpustakaan, sebagian besar orang langsung terbayang rak-rak buku yang tersusun dengan rapi. Namun hal tersebut tampaknya sudah sedikit bergeser dengan adanya perpustakaan digital.

Pertumbuhan perpustakaan digital semakin cepat karena kebutuhan akses informasi, hiburan, dan data-data yang valid dari jurnal, buku, dan karya tulis ilmiah.

Saat ini gejala electronic book (e-book) atau buku elektronik mulai menjadi sesuatu yang perlu direspon. Mengapa? Karena secara tidak langsung e-book akan mempengaruhi aktivitas perpustakaan.

Akankah e-book mengubah fungsi perpustakaan, bagaimana nasib perpustakaan jika e-book mendunia? pantaskah dengan perkembangan teknologi saat ini perpustakaan terus berdiam diri dengan layanan konvensional?

Dan apakah perpustakaan dapat menjamin pelanggan tetap terpuaskan dengan layanan yang selalu monoton dan kurang terjamah teknologi.

Semua tantangan ini patut dijadikan perhatian untuk melangkah kepada perpustakaan modern yang mempunyai daya saing berkualitas.

Definisi Perpustakaan Digital

Perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer. Istillah perpustakaan digital. digital library sendiri mengandung pengertian sama dengan electronic library dan virtual library

1. Manfaat perpustakaan digital

2. Mengatasi keterbatasan waktu

3. Mengatasi keterbatasan tempat

4. Memperoleh informasi yang paling baru dengan cepat

5. Mempermudah akses informasi dari berbagai sumber

6. Mempermudah untuk memindah dan merubah bentuk untuk kepentingan presentasi dsb.

7. Meringankan pekerjaan

8. Meningkatkan layanan

9. Tidak memerlukan gedung dan ruang yang besar

Baca Juga : Tips Menulis Esai Untuk Siswa SMA


Faktor -Faktor Pertimbangan Dalam Pembangunan Perpustakaan Digital

Pembangunan Perpustakaan Digital masih mempertimbangkan beberapa faktor-faktor yang menghambat diantaranya :

a. Analisa Kebutuhan

apakah perpustakaan digital memang diperlukan? Untuk menjawab pertanyaan ini tidak dapat dijawab hanya berdasarkan perkiraan semata tetapi harus diadakan studi untuk menentukan kebutuhan yang disebut dengan analisis kebutuhan (Need Analysis).

Apabila analisa kebutuhan sudah dilakukan dan jawabannya adalah positif, maka tahap berikutnya adalah menentukan tujuan. Tujuan ini harus didasarkan pada visi dan misi perpustakaan serta lembaga induknya.

Masing-masing perpustakaan mempunyai tujuan yang berbeda satu sama lain tergantung pada kondisi masing-masing perpustakaan.

b. Studi Kelayakan

Apabila penentuan kebutuhan dan tujuan sudah dilakukan, maka tahap berikutnya adalah melakukan studi kelayakan (Soekartawi, 2003), yang penilaiannya meliputi komponen sebagai berikut :

1. Technically feasible (apakah secara teknis layak)

Kelayakan secara teknis ini menjadi faktor penentu dalam membangun perpustakaan digital, karena perpustakaan digital itu memerlukan infrastruktur dan tenaga yang memadai seperti adanya provider untuk internet, hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak), jaringan telepon, listrik serta tidak kalah pentingnya adalah tersedianya tenaga teknis yang dapat mengoperasikannya.

2. Socially acceptable (secara sosial dapat diterima)

Apakah secara sosial pembangunan perpustakaan digital tersebut dapat diterima oleh pengguna perpustakaan dan staf perpustakaan? Pertanyaan ini tentunya harus dijawab, sebelum kita melaksanakan digitalisasi perpustakaan.

Sekalipun secara teknis layak dan secara ekonomis menguntungkan, belum ada jaminan bahwa pelaksanaan pembangunan digital perpustakaan pasti berhasil tanpa memperhitungkan aspek sosial.

Oleh karena itu sebelum program perpustakaan digital dijalankan sebaiknya ada program sosialisasi terlebih dahulu.

Analisa aspek sosial ini juga dapat menyangkut aspek hukum. Kita harus tetap menjunjung tinggi hukum terutama yang menyangkut Undang-Undang Hak Cipta.

Misalnya kita tidak diperkenankan dengan bebas me”scan” buku-buku yang dimiliki oleh perpustakaan untuk selanjutnya kita masukkan dalam database tanpa seijin pemilik hak ciptanya.

c. Pemilihan Software

Pemilihan software berguna saat ingin membangun database untuk kepentingan perpustakaan digital (sebagai penyedia informasi). Untuk pemilihan software biasanya didasarkan pada beberapa hal diantaranya access point, user friendly, sustainability, dan price.

Perpustakaan  digital  menawarkan  kemudahan  bagi  para  penggunanya  untuk    mengakses sumber informasi elektronik dengan alat yang menyenangkan pada waktu dan kesempatan yang terbatas.

Pengguna  tidak lagi  terikat  secara  fisik  pada  jam  layanan  perpustakaan dimana pengguna harus hadir atau mengunjungi perpustakaan untuk mendapatkan  informasi.

Kelebihan dari Perpustakaan Digital

Adapun kelebihan dari perpustakaan digital diantaranya adalah:

1) Menghemat ruangan

Karena koleksi perpustakaan digital adalah dokumen-dokumen berbentuk digital, maka penyimpanannya akan sangat efisien. 

Hard disk dengan kapasitas 30 GB sekarang ukurannya standar hard disk adalah 80 GB dapat berisi e-book sebanyak 10.000 – 12.000 judul dengan jumlah halaman buku rata-rata 500 – 1.000 halaman.

 Jumlah ini sama dengan jumlah seluruh koleksi buku dari perpustakaan ukuran kecil sampai sedang.

Baca Juga : Menumbuhkan Pendidikan Karakter Siswa

2) Akses ganda (multiple access)

Kekurangan perpustakaan konvensional adalah akses terhadap koleksinya bersifat tunggal. Artinya apabila ada sebuah buku dipinjam oleh seorang anggota perpustakaan, maka anggota yang lain yang akan meminjam harus menunggu buku tersebut dikembalikan terlebih dahulu.

Koleksi digital tidak demikian. Setiap pemakai dapat secara bersamaan menggunakan sebuah koleksi buku digital yang sama baik untuk dibaca maupun untuk diunduh atau dipindahkan ke komputer pribadinya (download)

3) Tidak dibatasi oleh ruang dan waktu

Perpustakaan digital dapat diakses dari mana saja dan kapan saja dengan catatan ada jaringan komputer (computer internet working). Sedangkan perpustakaan konvensional hanya bisa diakses jika orang tersebut datang ke perpustakaan pada saat perpustakaan membuka layanan.

Jika perpustakaan tutup maka orang yang datang tidak dapat mengakses perpustakaan, sebaliknya walaupun perpustakaan sedang buka tetapi pemakai berhalangan datang ke perpustakaan maka pemakai tersebut tidak dapat mengakses perpustakaan.

4) Koleksi dapat berbentuk multimedia

Koleksi perpustakaan digital tidak hanya koleksi yang bersifat teks saja atau gambar saja. Koleksi perpustakaan digital dapat berbentuk kombinasi antara teks gambar, dan suara.

Bahkan koleksi perpustakaan digital dapat menyimpan dokumen yang hanya bersifat gambar bergerak dan suara (film) yang tidak mungkin digantikan dengan bentuk teks.

5) Biaya lebih murah

Secara relatif dapat dikatakan bahwa biaya untuk dokumen digital termasuk murah. Mungkin memang tidak sepenuhnya benar. Untuk memproduksi sebuah e-book mungkin perlu biaya yang cukup besar.

Namun bila melihat sifat e-book yang bisa digandakan dengan jumlah yang tidak terbatas dan dengan biaya sangat murah, mungkin kita akan menyimpulkan bahwa dokumen elektronik tersebut biayanya sangat murah.

6) Lebih Akurat

pengguna dapat menggunakan kata kunci dalam pencariannya. Kata kunci yang tepat, akan membantu pengguna mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai dengan kata kunci yang dicantumkannya.

7) Keaslian terjamin

Selama proses digitalisasi menggunakan bentuk image/format PDF, keaslian dokumen akan tetap terjamin;

Kekurangan dari perpustakaan digital

1. Undang-Undang Hak cipta (Copy Right): dalam hukum hak cipta masalah transfer dokumen lewat jaringan komputer belum didefinisikan dengan jelas, masalah ini masih jadi perdebatan dalam proses pengembangan perpustakaan digital;

2. Pengguna masih banyak yang lebih menyukai membaca teks tercetak daripada teks elektronik;

3. Proses digitalisasi dokumen, membutuhkan waktu yang cukup lama, dibutuhkan keterampilan dan ketekunan dalam mengembangkan dan memelihara koleksi digital;

4. Jika terjadi pemadaman listrik, perpustakaan digital yang tidak mempunyai jenset, tidak dapat beroperasi.

5. Pengunjung perpustakaan menjadi berkurang. Jika semua pengguna mengakses perpustakaan digital dari rumah masing-masing ataupun dari warnet.

Maka pengunjung perpustakaan akan berkurang karena dengan mengunjungi perpustakaan digital, pengguna tidak merasa perlu mengunjungi perpustakaan secara fisik, tapi dapat mengunjungi perpustakaan dengan cara on line.

Sudah saatnya perpustakaan menyambut masa depan yang serba digital. Segala aktivitas selayaknya mengarah kepada penerapan teknologi yang tercipta untuk dimanfaatkan dan didayagunakan.

Bukan saatnya lagi teknologi menjadi sebuah hambatan untuk melangkah lebih maju dalam menatap masa depan. Terciptanya teknologi akan merangsang dalam menghasilkan produk (informasi) secara akurat, terkini dan terseleksi.

Tentunya dengan tetap memperhatikan faktor kemanfaatan. Penerapan teknologi informasi di perpustakaan akan membawa kepada layanan informasi yang berkualitas.

Barangkali kita memimpikan layanan informasi yang tidak lagi terbatas ruang dan waktu. Kapan dan di mana saja perpustakaan siap menemani serta memuaskan pelanggannya.

Di Indonesia, keberadaan perpustakaan digital belum akan mengganti keberadaan perpustakaan konvensional. Keberadaannya sebagai pelengkap dan penambah nilai dari perpustakaan yang sudah ada.

Membangun perpustakaan digital bukan suatu pekerjaan yang mudah. Perencanaan dan studi kelayakan secara teknis, ekonomis, dan sosial harus dilakukan. Namun demikian apabila kita berhasil membangun perpustakaan digital secara baik, niscaya citra perpustakaan akan semakin meningkat.

Citra yang baik harus kita upayakan secara terus menerus, supaya perpustakaan dapat meningkatkan kepercayaan dari pihak-pihak yang berkepentingan.

Kalau tingkat kepercayaan dari pihak yang berkepentingan terhadap perpustakaan sudah tinggi, maka apapun program yang diusulkan akan mudah disetujui.

Perpustakaan dapat memperluas akses penggunanya. Selain itu kerjasama pertukaran data adalah langkah awal menuju kerjasama layanan yang lebih luas dan lebih baik lagi yang akhirnya dapat meningkatkan penetrasi ilmu pengetahuan dan budaya ke masyarakat luas.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Bibiana, S.Pd (Guru SMA Negeri 2 Pontianak)
Sumber : Edukasi Borneo