Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Kolom Guru

Kesehatan Mental Pekerja di Sekolah

18 May 2022, 11:27 WIB
Ilustrasi Pekerja di Sekolah.(Ebc/Freepik)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Sekolah adalah salah satu tempat bekerja bagi para guru, staf tata usaha, guru bimbingan konseling, cleaning service, laboran, tenaga kesehatan di Unit Kesehatan Sekolah, dan  pustakawan sekolah.

Setiap hari para warga sekolah tersebut berinteraksi dalam menyelesaikan tugas masing-masing.

Tentu saja ada kendala atau permasalahan dalam sebuah organisasi besar  seperti sekolah yang melibatkan banyak orang untuk menggerakkan dan mencapai tujuan organisasi tersebut.

Salah satunya adalah masalah kesehatan mental para pekerjanya. Oleh sebab itu perlu dikaji lebih lanjut tentang penyebab dan cara mengatasi permasalahan kesehatan mental para pekerja, khususnya pekerja di sekolah.

Menurut WHO, kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan seseorang, ketika seseorang menyadari kemampuan dirinya, mampu untuk mengelola stres yang dimiliki serta beradaptasi dengan baik, dapat bekerja secara produktif, dan berkontribusi untuk lingkungannya.

Mengapa penting mempelajari masalah mental pekerja?

Bukan tanpa alasan, kesehatan mental karyawan akan sangat memengaruhi kinerja serta performa seseorang dalam bekerja.

Sebagai gambaran, seorang karyawan yang merasa bahagia dan senang dengan pekerjaannya tentu akan memberikan yang terbaik bagi perusahaan.

Mengapa manajemen sekolah perlu memperhatikan tingkat stres karyawan?

Sekolah harus memperhatikan stres karyawannya, karena karyawan merupakan aset berharga bagi sekolah yang merupakan faktor penting untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Jika stres kerja karyawan tinggi, maka dikhawatirkan kinerja karyawan akan menurun.

7 Faktor Pengganggu Kesehatan Mental Seorang Karyawan

1. Jam kerja yang panjang.

2. Kemacetan yang tak dapat dielakkan.

3. Gaji yang tak kunjung naik.

4. Tempat kerja tidak memiliki suasana yang ramah.

5. Monoton.

6. Kurangnya apresiasi bos terhadap karyawan.

7. Tidak adanya jaminan untuk berkembang di tempat itu.

8. Risiko kesehatan mental di tempat kerja yang buruk

Risiko paling besar dari kesehatan mental yang buruk adalah depresi.

WHO memperkirakan ada sekitar 264 juta orang di dunia yang menderita depresi. Penyebab yang paling utama adalah gangguan kecemasan berlebihan.

Orang yang tidak memiliki pekerjaan mempunyai risiko besar untuk terkena gangguan kesehatan mental.

Di sisi lain, mereka yang bekerja di lingkungan yang negatif juga memiliki potensi yang sama besarnya.

Baca Juga : Kesehatan Mental Remaja di Sekolah

Gangguan esehatan mental dapat mendatangkan beberapa risiko berikut:

- Menurunnya produktivitas

- Kesulitan menyelesaikan tugas di kantor

- Absen atau ketidakhadiran

- Stres

- Depresi

- Penyalahgunaan obat dan alkohol

Cara menjaga kesehatan mental di kantor

Pandemi dan kebiasaan Work From Home (WFH) yang kemudian berangsur dengan Work From Office (WFO) bahkan silih berganti keduanya, bisa dibilang menjadi penyebab munculnya masalah kesehatan mental.

Berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mental di tempat kerja:

1. Seimbangkan hidup dan pekerjaan

Cara yang harus dilakukan pertama kali adalah membuat pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi dua hal yang berbeda.

Anda memang perlu bertanggung jawab atas pekerjaan kantor yang diberikan. Namun, di satu sisi, Anda juga harus menjalani kehidupan lainnya.

Tetapkan batasan waktu untuk mengerjakan pekerjaan kantor. Setelah itu, simpan semua pekerjaan Anda. Habiskan waktu bersama keluarga atau orang tersayang.

2. Berlatih berpikir positif

Pikiran buruk bisa muncul saat Anda sedang dalam suatu masalah. Anda bisa mengatasinya dengan mulai berlatih berpikir positif. Dengan berpikir positif, anda bisa mengatasi stres dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Berpikir positif juga bukan benar-benar menghilangkan pikiran negatif, loh. Berpikir bahwa tetap akan ada hal buruk yang terjadi juga bisa membuat kamu lebih siap.  Namun, porsi pikiran negatif dalam diri harus kecil dan tidak mendominasi.

3. Berbuat baik di tempat kerja

Menunjukkan hal baik di kantor juga jadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental. Anda bisa mengucapkan selamat pagi kepada rekan kerja. Bisa juga dengan tidak membicarakan keburukan rekan kerja ke orang lain.

Hal-hal tersebut akan membantu membuat kesehatan mental Anda lebih baik. Secara tidak langsung, Anda mungkin sudah membantu rekan kerja untuk menjaga kesehatan mentalnya juga.

4. Menjalani pola hidup sehat

Pola hidup sehat bukan hanya baik untuk kesehatan fisik, tetapi juga bagus untuk kesehatan mental. Mengonsumsi makanan bergizi juga dapat menciptakan mood yang lebih baik di tempat kerja. Jadi, pastikan tidak menunda makan hanya karena pekerjaan.

Selain itu, rutinlah berolahraga. Di sela-sela pekerjaan, cobalah untuk tetap aktif bergerak supaya aliran darah lancar.

Anda bisa melakukan peregangan atau berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit. Cara ini juga bisa membantu anda menghilangkan kantuk saat bekerja, loh.

Baca Juga : Rendahnya Minat Literasi dan Tips Mengatasinya


5. Menjalin hubungan dengan orang lain

Menjalin hubungan dengan orang lain juga akan bantu menjaga kesehatan mental anda di tempat kerja. Anda dapat mencoba menjalin hubungan dengan lebih banyak orang di kantor.

Adakalanya, rekan kerja satu tim atau  pimpinan anda bukan orang yang tepat untuk kesehatan mental.

Namun, tidak perlu khawatir karena masih ada karyawan dari divisi lain yang juga bisa anda ajak bicara di kantor. Coba saja memulai obrolan santai dengan mereka.

Di sekolah ada beberapa divisi pekerjaan seperti guru, staf Tata Usaha, laboran, pustakawan, konselor, cleaning service dan sebagainya.

6. Mengatur waktu dengan baik

Setiap orang memiliki kewajiban di kantor. Namun, tidak semua orang bisa menjalankannya dengan baik. Perbedaannya bisa terlihat dari cara mereka mengatur waktu. Orang yang bisa mengatur waktu dengan baik akan mengerjakan tugasnya sebelum deadline.

Mereka pun tahu waktu yang tepat untuk memulai pekerjaan dan berhenti mengerjakannya. Pengaturan waktu yang baik akan membantu Anda mendapatkan tidur yang cukup di malam hari.

Selain itu, menyelesaikan tugas tepat waktu pun bisa mencegah munculnya rasa khawatir dan cemas saat hendak tidur. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan tidur yang berkualitas.

7. Mengungkapkan semua yang dirasakan

Biarpun berat, mengungkapkan hal yang Anda rasakan sebenarnya penting untuk menjaga kesehatan mental. Anda bisa membicarakan hal ini kepada rekan kerja yang dipercaya atau atasan di kantor.

Cobalah mengungkapkan masalah yang membuat Anda stres, khawatir, atau cemas. Jika memang butuh bantuan secara profesional, anda bisa berkonsultasi langsung dengan psikolog.

Agar lebih mudah, anda juga bisa melakukan konsultasi secara online. Saat berkonsultasi, cobalah bersikap terbuka untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sekian artikel tentang kesehatan mental para pekerja atau karyawan. Semoga bermanfaat bagi para pejabat dalam sebuah perusahaan, organisasi dan institusi serta para stakeholder yang terkait dengannya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Bibiana, S.Pd (Guru SMA Negeri 2 Pontianak)
Sumber : Edukasi Borneo