Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Kolom Guru

Kesehatan Mental Remaja di Sekolah

09 May 2022, 20:35 WIB
Ilustrasi Berpikir yang mempengaruhi mental seorang siswa di sekolah.(ebc/freepik)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Kesehatan mental merupakan kondisi dimana individu memiliki kesejahteraan yang tampak dirinya mampu menyadari potensinya sendiri. Juga memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup normal pada berbagai situasi dan mampu bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta mampu memberikan kontribusi.

Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan baik itu akademis dan psikologis sangat berperan dalam membentuk perilaku kognitif dan psikologis anak.

Sekolah adalah pusat mencari ilmu, pengetahuan, teknologi, pergaulan, wawasan merupakan sarana yang baik untuk melatih mental dan fisik peserta didiknya.

Adapun peran sekolah dalam membentuk budi pekerti dan akhlaq sehingga dapat membentuk kondisi mental yang positif bagi peserta didik, diantaranya sekolah memberikan konseling melalui keberadaan guru BK ditunjang guru mata pelajaran lainnya, sekolah memberi kesempatan kegiatan rohani bagi siswa.

Sekolah mengadakan kegiatan ekstra kurikuler yang mendidik dan membangun mental remaja di sekolah, sekolah memfasilitasi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat, kemudian menekankan aspek disiplin dan tanggung jawab.


Mengenal Apa itu Kesehatan Mental bagi Remaja

Kesehatan mental adalah cara untuk menggambarkan kesejahteraan sosial dan emosional. Anak-anak dan remaja membutuhkan kesehatan mental yang baik untuk berkembang dengan cara yang sehat, membangun hubungan sosial yang kuat, beradaptasi dengan perubahan, dan menghadapi tantangan hidup.

Anak remaja dengan kesehatan mental yang baik sering kali memiliki ciri-ciri sebagai berikut, dilansir dari raisingchildren.net.au:

- Merasa lebih bahagia dan lebih positif tentang diri mereka sendiri dan menikmati hidup

- Bangkit kembali dari kekesalan dan kekecewaan

- Memiliki hubungan yang lebih sehat dengan keluarga dan teman

- Melakukan aktivitas fisik dan makan makanan yang sehat

- Terlibat dalam kegiatan

- Memiliki rasa pencapaian

- Bisa bersantai dan tidur nyenyak

- Merasa nyaman di komunitas mereka.

Apa saja penyakit mental remaja?

Pada remaja, masalah kesehatan mental yang umum dialami adalah PTSD, ADHD, gangguan kecemasan umum, gangguan makan, skizofrenia, gangguan bipolar, dan depresi. Gangguan kesehatan mental pada remaja tak jarang memicu tindakan bunuh diri.

Apa Ciri Ciri Gangguan Mental pada Remaja?

Gejala Gangguan Mental pada Anak dan Remaja

1. Perubahan mood yang berlangsung lama.

2. Cemas dan takut berlebihan.

3. Perubahan perilaku ekstrem.

4. Perubahan fisik, berat badan naik atau turun drastis.

5. Kurang konsentrasi.

Anak yang sangat sulit berkonsentrasi juga perlu dicurigai mengalami gangguan mental.

Mengapa Remaja Sering Mengalami Gangguan Mental?

Faktor penyebab  terjadinya gangguan mental pada remaja

Gangguan kesehatan mental dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari faktor genetik, psikologis, biologis, maupun dari faktor lingkungan. 

Biasanya penderita diawali dengan mengalami stres yang kemudian menjadi depresi. Berikut ini faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya gangguan pada kesehatan mental, antara lain:

1. Dipicu oleh suatu hal

Faktor yang menyebabkan kesehatan mental terganggu dapat terjadi karena terdapat pemicu. Pemicu ini dapat berbagai macam mulai dari pengalaman traumatis bahkan fobia.

2. Faktor Agama

Agama dan suku juga dapat menjadi hal yang memicu timbulnya gangguan mental. Hal ini biasanya terjadi di lingkungan yang mayoritas, sehingga bagi seseorang yang minoritas sering sekali dikucilkan dan dijauhi. Tentunya hal itu dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan mental.

Baca Juga : Rendahnya Minat Literasi dan Tips Mengatasinya

3. Orientasi seksual

Orientasi secara seksual juga dapat menjadi pemicu munculnya gangguan kesehatan mental. Hal ini terjadi apabila seseorang memiliki orientasi seksual yang dianggap aneh dan tidak biasa.

4. Traumatis atau kehilangan seseorang

Pengalaman traumatis merupakan salah satu pemicu yang paling besar terhadap kesehatan mental. Pengalaman yang menyedihkan bahkan kehilangan seseorang dapat membuat jiwa menjadi kehilangan dan akhirnya menjadi pemicu timbulnya stres dan depresi.

5. Fobia, fobia juga dapat menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang mengalami gangguan kesehatan mental. Fobia yang terdapat di setiap orang sangat berbeda. Mulai dari takut ketinggian, air, hewan, bahkan juga terdapat orang yang fobia terhadap buah.

Cara Mengatasi Gangguan Mental

1. Menerapkan parenting skills pada anak

Orang tua adalah orang pertama yang paling dekat dengan anaknya. Orang tua sudah seharusnya memberikan perhatian dan kasih saying kepada anak-anaknya

Banyak yang tidak mengetahui, faktor pemicu yang menimbulkan gangguan kesehatan mental selain faktor lingkungan adalah orangtua.

Terkadang anak yang mendapatkan gangguan dari luar merasa sulit untuk menceritakannya kepada orang tua.

Hal itu karena terdapat beberapa faktor yang menimbulkan anak menjadi seperti ini. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk menerapkan parenting skill pada anak.

Memberi perhatian, bertanya mengenai kegiatan merupakan salah satu langkah kecil yang dapat dilakukan pada anak. 

Anak yang mendapatkan perhatian lebih tentu merasa lebih dilindungi. Hal ini tentu dapat membuat anak menjadi pribadi yang lebih terbuka. 

Selain itu, beberapa faktor seperti memaksa atau melakukan perbandingan biasanya juga dapat membuat kesehatan mental anak terganggu.

Semua orang tentu memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing.

Apabila anak dipaksa untuk melakukan sesuatu hal yang tidak ia sukai, tentunya membuat anak menjadi kesulitan serta tidak dapat mengembangkan keinginan dan bakat yang ia miliki.

2. Merangkul anak terutama dalam kesulitan

 Tidak cukup hanya memberi perhatian, orang tua juga harus merangkul anak terutama ketika ia berada di situasi yang sulit. Apabila perilaku anak berbeda dari biasanya, orang tua perlu menanyakan hal tersebut.

Hal ini karena kita sebagai orang tua tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang dilakukan anak di luar sana. Beberapa tindakan seperti bullying kerap terjadi di masa sekolah. 

Tanpa disadari, anak dapat menjadi salah satu korban atau pelaku dari bullying. Maka dari itu penting untuk mengetahui alasan mengapa anak mendapatkan perilaku seperti itu.

Orang tua sebagai orang yang paling dekat dengan anak memiliki hak untuk dapat menegur anak apabila melakukan kesalahan, namun juga harus memberikan saran dan solusi agar anak tidak terus berputar dalam permasalahan tersebut.

Tuntunlah anak, serta ajaklah ia bercerita mengenai kesehariannya guna mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan seperti mengalami gangguan pada kesehatan mental.

Bantulah anak untuk dapat keluar dari permasalahan dan selalu memberikan semangat dan kasih sayang pada mereka.

3. Menjadi keluarga sebagai ruang yang aman bagi anak

Keluarga menjadi tempat pertama yang seharusnya dicari anak ketika ia sedang berada dalam kesulitan tertentu. Memiliki keluarga yang harmonis tentu menjadi impian dari setiap orang.

Penting untuk membangun keluarga yang tentram dan harmonis. Hal ini karena faktor pemicu gangguan kesehatan mental dapat terjadi dari faktor psikologis.

Keluarga harus menjadi rumah dan ruang yang aman bagi anak. Tanpa disadari, anak dapat mengalami penyakit mental dari orang terdekat yaitu keluarga.

Maka penting bagi orang tua agar dapat membantu anak dan bukan menjadi pemicu anak mengalami gangguan mental.

Banyak orang tua yang masih belum mengerti pentingnya kesehatan mental pada anak. Terkadang anak yang mengalami kesehatan mental tetap disalahkan oleh orang tua karena dianggap terlalu berlebihan.

Padahal tanpa disadari, dengan mengucapkan hal tersebut tentu akan membuat anak merasa semakin terluka dan takut untuk bercerita. Hal ini tentu akan membuat psikologis anak menjadi semakin terganggu.

4. Lakukan kebiasaan atau hal-hal baru

Salah satu cara yang dapat dilakukan pada anak yang mengalami gangguan kesehatan mental adalah dengan mengajaknya untuk melakukan hal baru. 

Terlalu lama di rumah tentu membuat anak menjadi semakin stres dan terus menerus memikirkan masalahnya. Selain bercerita dan mendengar keluh kesahnya, cobalah mengajak anak untuk berjalan-jalan atau sekedar piknik kecil-kecilan.

Hal ini tentu akan membuat anak menjadi sedikit lebih baik sehingga mereka dapat melupakan masalah yang mereka hadapi. Orang tua juga dapat mengajak anak untuk sekedar berolahraga bersama.

Tidak perlu melakukan berbagai macam olahraga yang berat, sekedar berlari atau jalan sore juga dapat menjadi pilihan yang dapat diambil.

5. Konsultasikan kepada ahlinyaa

Apabila segala macam cara sudah dicoba untuk dilakukan untuk membuat kesehatan mental anak menjadi berkurang, maka orang tua harus membawa anak untuk menemui psikolog ataupun psikiater.

Langkah ini merupakan hal yang tepat karena tentunya akan membantu anak menjadi lebih baik.

Membawa anak ke psikolog bukan berarti anak menjadi orang gila, namun terdapat mental dan psikologisnya yang terganggu dan harus segera diobati.

Anak-anak yang kerap tidak mendapatkan pertolongan psikolog akan membuat gangguan mentalnya menjadi lebih parah.

Tentunya hal ini sangat berbahaya bagi anak. Tidak jarang dari mereka ada yang akhirnya menyalahkan diri sendiri bahkan ada yang kemudian memilih untuk mengakhiri hidupnya. 

Untuk menghindari hal ini tentu sangat penting untuk membawa anak pada orang yang profesional sehingga dapat membantu anak sembuh dan menjadi lebih baik lagi.

Nah, itulah berbagai faktor yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental beserta tips cara mengatasinya yang perlu kita semua ketahui.

Mengalami gangguan kesehatan mental dapat berbahaya bagi orang yang mengalaminya. Maka dari itu sangat penting bagi orang tua agar selalu memperhatikan sang anak.

6. Aktifkan peran guru Bimbingan Konseling di sekolah.

Sebagai guru bimbingan konseling harus tanggap dengan kondisi siswa di sekolahnya.

Siswa yang mempunyai perilaku menyimpang sebaiknya dipantau dan ada rekam jejaknya, sehingga guru-guru di sekolah juga akan berpartisipasi untuk membantu siswa siswi yang mengalami kondisi tersebut di atas.

Dengan kerja sama yang baik antara warga sekolah, orang tua dan para ahli di bidang Kesehatan mental, niscaya permasalahan Kesehatan remaja di sekolah dapat diatasi Bersama.

Demikianlah artikel ini di buat semoga kita semua sebagai pendidik di sekolah lebih memahami dan dapat mengatasi para remaja yang mempunyai permasalahan Kesehatan mental. 

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Bibiana, S.Pd (Guru SMA Negeri 2 Pontianak)
Sumber : Edukasi Borneo