Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > News

Komoditi Pangan Sanggau Beras dan Jagung Surplus, 9 Lainnya Defisit

06 Apr 2022, 15:07 WIB
Kepala Dinas KPTPHP Kabupaten Sangga, Kubin.(Ist/Prokopim Sekadau)

EDUKASIBORNEO, SANGGAU - Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (DKPTPHP) Sanggau mencatat pada minggu ke 4 perkembangan neraca pangan sttategis, komoditi beras dan jagung mengalami surplus.

Sementara sembilan komoditi lainnya bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi atau kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir dan minyak goreng mengalami defisit.

“Di Sanggau inikan ada 11 pangan srategis, yaitu beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi atau kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir dan minyak goreng. Dari sebelas itu, beras dan jagung kita surplus, sisanya defisit. Khusus beras dan jagung, data ketersediaan berasal dari produksi lokal,” ujar Kepala Dinas KPTPHP Kabupaten Sangga, Kubin kepada wartawan, Selasa, 5 Maret 2022.

Dalam kesempatan itu ia juga menjelaskan banyaknya produksi dari 11 sumber pangan yang ada di Sanggau.

“Untuk beras, total ketersediaan 6.189 ton, sementara kebutuhan hanya 953 ton sehingga masih surplus 5.236 ton. Begitu juga dengan jagung, lanjut Kubin, tersedia 30 ton, nanun kebutuhan hanya 6 ton sehingga surplus 24 ton,” jelasnya.

Untuk komoditi yang defisit, diterangkan Kubin yakni bawang merah, tersedia hanya 13 ton namun kebutuhan 16 ton, bawang putih, tersedia 12 ton namun kebutuhan 15 ton, cabai besar tersedia 2 ton sementara kebutuhan 8 ton.

“Cabai rawit tersedia 7 ton sementara kebutuhan 21 ton, daging sapi/kerbau tersedia 18 ton sementara kebutuhan 23 ton, daging ayam ras tersedia 97 ton sementara kebutuhan 108 ton,” imbuhnya.

“Telur ayam ras tersedia 107 ton sementara kebutuhan 110 ton, gula pasir tersedia hanya 113 ton sementara kebutuhan 120 ton dan terakhir minyak goreng tersedia 23 ton sementara kebutuhan 77 ton,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa, untuk beberapa komoditi yang bisa diproduksi lokal seperti cabai dan bawang akan terus digalakkan dalam menenuhi kebutuhan daerah.

“Kita di pemerintah daerah bersama Tim Penggerak PKK terus mensosialisasikan pemanfaatan pekarangan untuk tanaman yang sifarnya produktif seperti halnya cabai ini. Kalau setiap rumah tangga sudah nanam, minimal kebutuhannya sehari-harikan bisa terpenuhi. Jadi ndak repot lagi kalau mau nyari cabai,” pungkasnya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Annisa Januarsi
Sumber : Prokopim Sekadau