Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Kolom Guru

Manajemen Diri Bagi Guru

12 Jun 2022, 08:40 WIB
Ilustrasi Manajemen.(ebc/freepik)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Ditegaskan dalam UU Nomor 14 tahun 2005 pasal 10 ayat 1, bahwa guru sebagai pendidik di  sekolah harus memiliki empat kompetensi yaitu; Kompetensi pedagogik, Kompetensi kepribadian, Kompetensi sosial dan Kompetensi profesional yang diperoleh melalui Pendidikan profesi.

Keempat kompetensi di atas adalah standar minimal seorang guru di sekolah. Salah satu komponen dari kompetensi kepribadian guru yang perlu diketahui lebih lanjut adalah manajemen diri.

Manajemen diri adalah kemampuan individu untuk mengenali dan mengontrol dirinya sehingga ia bisa mengelola orang lain atau berbagai sumber daya guna mengatur dan membuat realitas sesuai dengan visi dan misi hidup individu tersebut.

Manajemen diri merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang dilakukan, sehingga mendorong pada penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan yang baik dan benar.

Manajemen diri adalah sebuah proses merubah totalitas diri baik itu dari segi intelektual, emosional, spiritual dan fisik agar apa yang kita inginkan  tercapai.

Manajemen diri sangat penting pada saat sekarang dan masa yang akan datang. Kita akan mulai kebingungan apabila tidak adanya rencana yang tertata dalam kehidupan.

Waktu akan terus terbuang dengan sia-sia apabila rencana tidak tersusun dengan rapi.

Seperti misalnya yang sering terjadi dalam kehidupan akhir-akhir ini banyak orang yang tidak dapat melakukan aktivitas dengan tertata. Itulah alasan perlunya manajemen diri yaitu untuk mengatur semua kegiatan harian.  

Apabila tidak ada manajemen pada tiap individu, dapat dibayangkan  betapa banyaknya orang yang akan stres karena bingung ingin melakukan kegiatan apa, apa yang harus mereka kerjakan, dan mulai dari mana mereka akan memulainya.

Dalam melakukan upaya manajemen diri maka kita sudah seharusnya menetapkan tujuan. Penetapan tujuan tentu akan memotivasi diri pribadi sehingga proses pengembangan manajemen diri bisa terlaksana dengan baik.

Selain tujuan, fokus juga menjadi salah satu prinsip dari manajemen diri. Manajemen diri yang kita lakukan tentunya harus disertai dengan adanya pemusatan fokus secara penuh. Dengan memusatkan fokus maka kita bisa mencapai proses manajemen diri dengan lebih mudah.

Baca Juga : Kesehatan Mental Pekerja di Sekolah


Manfaat Manajemen Diri

1. Meningkatkan pengelolaan diri

Pengelolaan diri pada dasarnya merupakan suatu hal yang bisa timbul sebagai akibat adanya manajemen diri. Pengelolaan diri ini umumnya bisa dilakukan dengan beberapa cara.

Misalnya saja seperti pengelolaan pikiran dan perasaan maupun ucapan dan perbuatan. Maka apa yang kita lakukan bisa berkembang semakin baik.

2. Manajemen diri mewujudkan perasaan bebas

Melalui tindakan manajemen diri kita bisa saja mewujudkan adanya perasaan bebas. Perasaan bebas adalah bebas dari berbagai pengaruh orang lain.

Tidak hanya itu saja tetapi  juga bebas dari kontrol orang lain sehingga kita dapat bebas melakukan apapun. Namun sebaiknya segala hal yang dilakukan selalu tepat.

3. Melatih kemandirian

melakukan manajemen diri dengan baik tentunya dapat melatih kemandirian. Dengan adanya kemandirian ini maka kita bisa mengatur hidup secara independen dan menjalaninya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Tentu saja kemandirian  ini akan semakin mengurangi ketergantungan kita pada orang lain sehingga  kita bisa mengeksplor potensi kita sendiri dengan semakin baik.

4. Menghadapi tantangan

Berbagai tantangan tentu saja haruslah dihadapi oleh seorang guru dengan baik. Menghadapi tantangan ini perlu dilakukan dengan memiliki upaya pengendalian diri.

Melalui pengendalian diri inilah maka kita dapat menghadapi segala rintangan serta hambatan yang ada dalam kehidupan dan dunia kerja kita sebagai seorang guru.

5. Manajemen diri mengembangkan jalinan hubungan

Sebagai makhluk sosial tentunya kita tidak luput dari kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu kita perlu menjalin hubungan yang baik dan tulus dengan siapa saja.

Jalinan hubungan bisa saja semakin membaik jika kita dapat melakukan manajemen diri dengan baik dan tepat.

Pada akhirnya nanti kita bisa membina suatu jalinan hubungan yang tulus dan juga akrab dengan orang lain di lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat.

6. Dapat memusatkan konsentrasi

Setiap hal atau pekerjaan tentunya dapat berhasil jika dilakukan dengan fokus yang lebih. Oleh sebab itu, kita sebaiknya selalu meningkatkan konsentrasi dan lebih fokus pada pekerjaan kita.

Tentunya melatih fokus dan konsentrasi ini bisa dilakukan dengan melatih manajemen diri. Semakin kita dapat mengelola diri sendiri maka kita bisa semakin memusatkan fokus pada berbagai hal.

Tips Untuk Meningkatkan Keterampilan Manajemen Diri

Managemen diri merupakan hal penting dalam dunia kerja, karena bisa diartikan sebagai kemampuan diri untuk bertanggung jawab atas pekerjaan yang di miliki.

Jika tidak dapat mengelola  diri dengan baik, dapat berdampak buruk bagi pekerjaan dan keseharian kita.

Baca Juga : Kesehatan Mental Remaja di Sekolah

Berikut beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan manajemen diri.

a. Jangan Menunda Pekerjaan

Jangan biasakan menunda segala sesuatu meski itu hal kecil sekalipun. Hal ini sangat berpengaruh terhadap manajemen diri karena melatih diri kita untuk disiplin dan bertanggung jawab.

Misalnya ketika kita memiliki tugas, meski itu adalah tugas kecil usahakan untuk segera mengerjakannya. Jangan menunda-nunda hingga pada akhirnya hanya akan menyusahkan kita sendiri.  

Dan dari tugas yang kita tunda waktu pengerjaannya itu dapat menyebabkan kita terjebak dalam waktu kesibukan yang menyebabkan kita tidak dapat mengerjakannya.

Dengan melakukan sesuatu sesuai dengan waktunya, meski berupa hal kecil sekalipun dapat meningkatkan rasa percaya diri kita. Ingat segala sesuatu dimulai dari hal kecil, dengan terbiasa melakukannya hal ini tentu akan berdampak besar ketika kita berada pada dunia kerja.

b. Jangan Berpacu pada Multitasking

Multitasking adalah kemampuan yang dimiliki seseorang yang dapat melakukan aktifitas tidak hanya berpacu pada satu aktifitas namun bisa lebih dari satu.

Banyak sekali orang belakangan ini, yang selain mengulur waktu dalam mengerjakan sesuatu tetapi juga menganggap remeh tugas atau tanggung jawab mereka dengan percaya dengan kemampuan multitasking.

Pada faktanya hanya kurang dari 3 persen orang memiliki keampuan multitasking. Banyak orang mengabaikan untuk mengerjakan tugas berdasarkan urutan kebutuhan dan mengerjakannya secara bersamaan di sisa waktu akhir.

Padahal hal tersebut bisa saja menghasilkan jawaban yang relatif salah, karena tidak semua orang memiliki kemampuan multitasking.

Mereka lebih memilih membagi otak untuk menyelesaikan banyak hal ketimbang mengerjakan satu-satu, padahal jelas kemungkinan kesalahan saat mengerjakan secara bersamaan lebih besar.

Latihlah diri kita dari sekarang untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan secara berurutan dari yang terpenting satu persatu.

Hal ini sangat penting di dunia kerja, karena dengan menyelesaikan tugas satu persatu kita akan lebih fokus dan meminimalisir terjadinya kesalahan. Karena kesalahan dalam dunia kerja dapat menyebabkan masalah kedepannya.

c. Mengakui Kesalahan

Ada tipe orang yang saat melakukan kesalahan justru menyembunyikannya atau bahkan melimpahkan kesalahan kepada orang lain.

Jangan takut untuk mengakui kesalahan, karena justru saat kita menyembunyikan kesalahan tersebut hanya akan semakin menjadi beban bagi diri kita.

Saat melakukan kesalahan, akuilah kesalahan saat itu juga karena hal tersebut akan menyelesaikan masalah. Berbeda cerita ketika anda menyembunyikannya, maka beban dalam diri kita akan semakin besar.

Mengakui kesalahan memiliki peran penting dalam manajemen diri seseorang. Saat mengakui kesalahan, itu artinya kita siap menerima saran dan masukan yang nantinya akan berguna bagi pengalaman kita kedepannya saat berada dalam situasi yang sama.

d. Memberikan Waktu Healing Untuk Diri Sendiri

Pada saat tubuh jasmani kita sudah lelah melakukan kegiatan dan proyek di tempat kerja, ambilah waktu sejenak untuk memikirkan jalan yang sedang kita lewati sekarang.

Apakah jalur tersebut benar – benar bisa membawa kita kepada tujuan atau justru menyesatkan.

Apakah semua kerja keras yang telah dilakukan sekarang benar – benar membawa tujuan kita lebih dekat selangkah setiap harinya?

Waktu yang gunakan untuk bercermin atau refleksi merupakan waktu dimana kita bisa menyadari dimana letak kesalahan yang telah dibuat atau yang mungkin rekan kita buat.

Kita juga bisa menggunakan waktu refleksi diri tersebut untuk mengembangkan diri sendiri dari dalam.

Di sisi lain, memberikan waktu sejenak untuk evaluasi juga akan membawa hal – hal menyenangkan yang akhirnya kita dapatkan. Pencapaian – pencapaian yang kadang terlewatkan karena kita menganggapnya tidak terlalu penting.

Perlu diingat bahwa apabila kita tidak bisa mengerti diri kita sendiri sekarang, tidak mungkin kita akan mampu mengerti kemana arah tujuan kita berjalan.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Bibiana, S.Pd (Guru SMA Negeri 2 Pontianak)
Sumber : Edukasi Borneo