Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Kolom Guru

Manajemen Sumber Daya Manusia di Sekolah

26 Apr 2021, 11:20 WIB
Guru SMA Negeri 2 Pontianak, Bibiana,S.Pd (Ist/Dokumentasi Bibiana)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK – Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen pendidikan. Sebab SDM terlibat langsung dalam proses pendidikan.

Sumber daya manusia yang dimaksud antara lain adalah pendidik dan tenaga kependidikan seperti tenaga administrasi.

Wherther and Davis  1993 lalu dalam People Who Are Ready, Willing, And Able to Contribute to Organizational Goals halaman 635 mengatakan proses manajemen sumber daya manusia di sekolah adalah aktifitas yang dilakukan untuk mengelola SDM yang memusatkan pada praktik, kebijakan dan juga fungsi yang ada dalam manajemen untuk dapat mencapai tujuan satuan pendidikan atau sekolah.

Oleh karena itu SDM di sekolah memerlukan pengelolaan dan pengembangan yang baik dalam upaya meningkatkan kinerja mereka agar dapat memberi sumbangan bagi pencapaian tujuan.

Jika SDM meningkat, maka kinerja satuan pendidikan dalam menjalankan fungsinya masing masing juga akan semakin baik.

Baca Juga : Manajemen Stress di Tempat Kerja

Satuan Pendidikan merupakan bagian dari dimensi pembangunan. Pembangunan juga diarahkan serta memiliki tujuan untuk bisa mengembangkan SDM dengan kualitas tinggi agar bisa menunjang satu dengan lainnya dalam upaya pencapaian tujuan atau yang biasa disebut dengan visi dan misi sekolah.

Proses pendidikan di sekolah berhubungan dengan berbagai macam usaha untuk mengembangkan mutu SDM. SDM dengan mutu yang tinggi pada dasarnya sudah digambarkan serta dirumuskan dengan jelas dalam sebuah rumusan tujuan pendidikan yang searah dengan tujuan pembangunan.

Meningkatkan kinerja SDM memerlukan pengelolaan yang sistematis dan terarah, agar proses pencapaian visi dan misi Satuan Pendidikan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

SDM di sekolah memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan satuan pendidikan.

Menurut Barney 2006 lalu, sistem sumber daya manusia dapat mendukung keunggulan kompetitif secara terus menerus melalui pengembangan kompetensi SDM dalam sebuah organisasi.

Kompetensi yang dimiliki seseorang yang bekerja di lingkungan pendidikan sangat mempengaruhi kualitas dan lingkungan sekolah tersebut.

Menurut Lunenburg dan Ornstein 2004 lalu, memaparkan program-program  dalam proses manajemen sumber daya manusia yaitu: human resource planning, job analysis, recruitment, selection, professional development, performance appraisal dan compensation.

Human resource planning merupakan perencanaan SDM yang melibatkan pemenuhan kebutuhan akan personel pada saat ini dan masa yang akan datang.

Dalam hal ini seorang pimpinan atau top management harus melakukan analisis tujuan pekerjaan, syarat - syarat pekerjaan serta ketersediaan personil.

Job Analysis adalah kegiatan yang dilakukan agar bisa membantu pelaksanaan manajemen dalam proses rekrutmen tenaga kependidikan atau staff pegawai sebagai upaya untuk menyediakan kebutuhan SDM dalam satuan pendidikan.

Beberapa informasi yang bisa didapatkan dari analisis jabatan adalah nama jabatan, lokasi dan gaji atau upah rata-rata. Hubungan kerja dan posisi dalam lembaga pendidikan.

Baca Juga : Budaya Hidup Bersih di Rumah, Lingkungan Kerja dan Masyarakat

Selain itu, tugas, wewenang serta tanggung jawab, peralatan yang digunakan, kondisi lingkungan kerja, syarat fisik, mental, pengetahuan dan kompetensi lainnya.

Recruitment adalah upaya pemenuhan personil melalui pencarian personil yang sesuai dengan kebutuhan,

Professional development adalah pengembangan individu kerja untuk meningkatkan kompetensi personil agar memberi kontribusi yang lebih besar bagi kepentingan satuan pendidikan.

Performance appraisal adalah upaya untuk memahami bagaimana kondisi kinerja personil dalam satuan pendidikan yang amat diperlukan dalam menentukan kebijakan kompensasi serta pengembangan karir personil.

Compensation adalah sejumlah uang yang diberikan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan atau staff secara rutin setiapa bulannya. Gaji merupakan hak yang harus didapatkan dan kewajiban lembaga pendidikan untuk memberikan.

Wherther dan Davis 1993 memaparkan tujuan dari manajemen sumber daya manusia, sebagai berikut:

Societal objective. To be ethically and sosially responsible to the needs and challange of society while minimizing the negative impact of such demand upon the organization.

Organizational objective. To recognize that human resource management exists to contribute to organizational effectiveness. Human resource management is not an end in itself; it is onlya means to assist the organization with its primary objectives. Simply stated, the department exists to serve the rest of the organization

Functional objective. To maintain the departement’s contribution at a level appropriate to the organization’s needs. Resources are wasted when human resource management is more or less sophisticated than the organization demand. The department’s level of service must be tailored to the organization it serves

Personal objective. To assist employees in achieving their personal goal, at least in so far as these goals enhance the individual’s contribution to the organization. Personal objective of employees must be met if workers are to be maintained, retained, and motivated. Otherwise, employee performance and satisfaction may decline, and employees may leave the organization.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen SDM sebagai bagian dari manajemen pendidikan sudah jelas akan memberi dampak yang sangat signifikan terhadap bidang - bidang lainnya karena pada dasarnya semua organisasi itu bergerak dan berjalan karena adanya aktifitas SDM yang bekerja dalam satuan pendidikan sebagai sebuah organisasi.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Bibiana, S.Pd (Guru SMAN 2 Pontianak)
Sumber : Edukasi Borneo