Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Kolom Guru

Manejemen Kekeluargaan di Sekolah

26 Mar 2022, 10:21 WIB
Aswindirno, S.Pd.M.Pd, Kepala SDN 03 Jirak Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas.(Ist)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Sekolah merupakan tempat yang relevan dan penting bagi dasar pendidikan peserta didik  dalam mendapatkan ilmu dan pengetahuan  baik itu pendidikan formal maupun non formal.

Sekolah merupakan wahana dalam bermain dan belajar. Belajar sambil bermain yang disenangi peserta didik.

Yang mana  harus selalu dalam bimbingan dan pengawasan guru agar tidak keliru dalam kurikulum dan regulasi yang ada.

Selain itu, sekolah merupakan lingkungan belajar dan mengajar bagi guru dan peserta didik atau yang kita kenal dengan warga sekolah.

Daryanto mengatakan bahwa, sekolah berarti suatu lembaga maupun bangunan yang digunakan sebagai tempat untuk memberikan ilmu dan menerima peserta didik secara berbayar maupun gratis.

Sekolah juga terdiri dari beberapa kegiatan yang tentunya bertujuan untuk menciptakan interaksi sosial yang bersifat kreatif dan juga aktif. Oleh sebab itu, sekolah sebagai lembaga pendidikan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan peserta didik.

Dalam penerpan pembelajaran disekolah tentu perlu strategi dan inovasi yang baru serta mengedepankan pendekatan secara persuasip terhadap peserta didik.

Di era sekarang atau yang kita kenal era digitalisasi guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik serta melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran.

Selain itu, guru harus mengedepankan kepentingan peserta didik, bukan kepentingan guru semata, dalam kondisi seperti saat ini pandemi COVID -19 yang belum jelas kapan berakhirnya tentu perlu sebuah sentuhan yang sangat berarti dan mendidik, penerapan manajemen kekeluargaaan merupakan suatu yang relevan menurut penulis.

Manajemen kekeluargan merupakan suatu strategi yang bisa diterapkan dalam pembelajaran dikelas.

Dimana guru dan peserta didik seperti orang tua dan anak yang selalu terbuka dalam pembelajaran maupun hal lain yang berkaitan dengan diri peserta didik, ini akan sangat mudah bagi guru untuk mengetahui kendala-kendala belajar bagi peserta didik serta dapat menjalin silahturahi dengan orang tua di rumah.

George Robert Terry mengatakan bahwa, manajemen adalah sebuah proses yang khas yang terdiri dari beberapa tindakan, yakni perencanaan, pengorganinasian, menggerakkan, dan pengawasan.

Semua itu dilakukan untuk menentukan dan mencapai target atau sasaran yang ingin dicapai dengan memanfaatkan semua sumber daya, termasuk sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.

Ada beberapa hal yang dapat kita petik dari penerapan manajemen kekeluargaan di sekolah menurut penulis.

Pertama, hubungan antara guru dan peserta didik akan harmonis. Kedua, pembelajran menjadi menyenangkan sehingga proses teransper materi pembelajaran akan lebih mudah bagi peserta didik.

Ketiga, peserta didik tidak merasa tertekan  dalam belajar. Keempat, timbul dengan sendirinya perasaan selalu ingin belajar dan diajarkan oleh guru yang bersangkutan; dan yang terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah pembinaan karakter bagi peserta didik.

Maka dengan sendirinya progress pembelajaran akan meningkat terutama dalam motivasi belajar mereka, dan hasil belajar akan meningkat.

Demikian yang dapat penulis narasikan tentang penerapan manajemen kekeluargan di sekolah semoga bermanfaat.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Aswindirno, S.Pd.M.Pd, Kepala SDN 03 Jirak Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas
Sumber : Edukasi Borneo