Thursday, 22/04 17:14:29
Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Asosiasi Game Indonesia meluncurkan buku digital berjudul Peta Ekosistem Industri Game Indonesia 2020.

Home > Tips Edukasi

Materi Ekonomi Semester Genap Kelas X Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

22 Feb 2021, 07:24 WIB
Ilustrasi (Ist)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Materi Pelajaran Ekonomi Kelas X dalam buku ekonomi BAB 6 pendapatan nasional sub materi metode perhitungan pendapatan nasional.

Berdasarkan arus kegiatan ekonomi negara, penghitungan pendapatan nasional dapat dilakukan dengan tiga (3) metode pendekatan diataranya.

1. Metode Pendekatan Pendapatan

Dalam metode ini cara yang dilakukan adalah dengan menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima masyarakat sebagai pemilik faktor produksi atas penyerahan faktor produksinya kepada perusahaan.

Baca Juga : Materi Ekonomi Kelas X Pengertian Pendapatan Nasional

Untuk mencari besarnya pendapatan nasional dirumuskan: Y = r + w + i + p

Keterangan:

r (rent) = sewa

w (wages) = upah atau gaji

i (interest) = bunga

p (profit) = laba

2. Metode Pendekatan Produksi

Perhitungan pendapatan nasional dengan metode produksi dilakukan dengan cara menjumlahkan nilai tambah (value added) yang diwujudkan oleh berbagai sektor dalam perekonomian, antara lain.

a. Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan

b. Pertambangan dan penggalian

c. industri pengolahan

d. listrik, gas dan air bersih

e. Bangunan

f. Perdagangan, restoran dan hotel

g. pengangkutan dan komunikasi

h. Keuangan, persewaan bangunan dan jasa perusahaan serta

i. Jasa-jasa 

Metode ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Y = NTB1 + NTB2 + NTB3 + ....NTBn

Keterangan:

Y = Pendapatan nasional

NTB = Nilai tambah dari tiap-tiap sektor ekonomi

3. Metode Pendekatan Pengeluaran

Untuk mengetahui besarnya pendapatan nasional dengan metode ini maka dilakukan dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran masyarakat dari tiap- tiap rumah tangga yang ada. Adapun pengeluaran yang dihitung bukan berasal dari nilai transaksi barang jadi, hal ini dimaksudkan untuk menghindari perhitungan ganda.

Empat sektor Rumah tangga sebagai pelaku ekonomi yang digunakan sebagai acuan dalam menghitung pengeluaran adalah.

a. Rumah tangga konsumen

Pada sektor rumah tangga ini pengeluaran yang dilakukan berupa pembelian barang atau jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang biasa disebut dengan konsumsi (C.

b. Rumah tangga produsen atau perusahaan

Pengeluaran pada rumah tangga ini dilakukan sebagai pembentukan barang dan jasa yang digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa lebih lanjut atau yang diistilahkan dengan Investasi (I).

c. Rumah tangga pemerintah

Pengeluaran pemerintah ini terdiri dari pengeluaran konsumsi pemerintah, misalnya pembayaran gaji pegawai dan pembelian alat-alat kantor dan pengeluaran pemerintah untuk investasi, misalnya pembuatan jalan, jembatan, saluran irigasi, pelabuhan dan lain-lain.

Pengeluaran investasi oleh pemerintah maupun swasta nantinya oleh pemerintah dimasukkan dalam komponen pembentukan modal tetap domestik bruto dan komponen perubahan stok yang diistilahkan Government Expenditure (G).

d. Rumah tangga luar negeri atau ekspor bersih (X-M).

Pengeluaran untuk rumah tangga ini merupakan selisih dari nilai ekspor terhadap nilai impor yang dilakukan oleh suatu negara dalam kegiatan perdagangan internasional.

Pengeluaran-pengeluaran dari keempat sektor perekonomian itulah yang merupakan komponen pendapatan nasional. Sehingga perhitungan pendapatan nasional ini dapat dirumuskan sebagai berikut. Y = C + I + G + (X – M)

Keterangan:

Y = pendapatan nasional

C = konsumsi

I = Investasi

G = Pengeluaran pemerintah (Government Expenditure)

X = ekspor

M = impor

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi Komponen Pendapatan Nasional

Komponen pendapatan nasional sebagai unsur pembentuk pendapatan nasional dilihat dari sumbernya terdiri dari konsumsi (C) dan Investasi (I) sehingga persamaan matematisnya.

Y = C + I

Sedangkan dilihat dari penggunaanya komponen pendapatan nasional terdiri konsumsi (C) dan tabungan (S) dan persamaan matematisnya

Y = C + S

Komponen Konsumsi dipengaruhi oleh.

a. Besarnya pendapatan bersih atau neto

b. Tingkat komposisi rumah tangga (usia dan jumlah)

c. Tuntutan lingkungan (geografis dan sosial)

d. Dugaan untuk masa depan (naik turunnya harga)

Komponen tabungan dipengaruhi oleh.

a. Tingkat pendapatan dan tingkat konsumsi masyarakat

b. Motif berjaga-jaga dari masyarakat untuk waktu yang akan datang.

c. Tingkat suku bunga bank untuk tabungan .

Komponen investasi dipengaruhi oleh.

a. Tingkat suku bunga bank untuk modal

b. Kekuatan permintaan di pasar terhadap barang dan jasa

c. Tingkat perkembangan teknologi yang mampu menjamin efisiensi produksi.(*/yuk)

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : yayuk
Sumber : Edukasi borneo