Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Edukasi

Materi Ekonomi SMA Kelas 10 Semester Ganjil Konsep Ilmu Ekonomi

03 Aug 2022, 11:26 WIB
Ilustrasi Pergerakan Ekonomi.(ebc/freepik)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK – Teman edukasi, untuk Pelajaran Ekonomi SMA/SMK/MA Kelas 10 pada semester ganjil kali ini membahas materi  Konsep Ilmu Ekonomi.

Definisi Ekonomi

Menurut anda apa yang akan dipelajari dari ilmu ekonomi? Secara etimologis, ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu oikonomia.

Oikonomia berasal dari dua kata yaitu “Oikos” yang berarti “rumah tangga”, dan “Nomos” yang berarti “peraturan”.

Sederhananya, ekonomi adalah ilmu yang memelajari cara manusia memenuhi kebutuhan dengan sumber daya yang tersedia.

Ilmu ekonomi juga dapat dipahami sebagai usaha dalam membuat suatu alternatif barang atau jasa untuk memuaskan kebutuhan hidup manusia yang tak terbatas.

Terkait dengan upaya tersebut, ilmu ekonomi sangat bermanfaat bagi manusia karena:

a. Menentukan cara yang tepat dalam memanfaatkan sumber daya yang langka menjadi alat pemuas kebutuhan yang memberikan kepuasan maksimal.

b. Menggunakan alat pemuas kebutuhan yang terbatas dalam kombinasi dan pilihan yang paling memuaskan.

c. Memilih dan menetapkan urutan kebutuhan dari yang paling penting (diprioritaskan) sampai yang kurang penting Terdapat beberapa rumusan tentang pengertian ekonomi yang disampaikan para ekonom.

Rumusan-rumusan yang mereka sampaikan antara lain adalah sebagai berikut:

a. Richard G. Lipsey menyatakan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi keinginan manusia yang tidak terbatas.

b. N. Gregory Mankiw menyatakan bahwa ilmu ekonomi adalah studi tentang cara masyarakat mengelola sumber-sumber daya yang langka.

c. Robert B. Ekelund Jr. dan Robert D. Tollison mengatakan bahwa, ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari cara individu dan masyarakat yang mempunyai keinginan yang tidak terbatas memilih untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas demi memenuhi keinginan mereka.

d. Paul A. Samuelson menyatakan bahwa ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang cara orang-orang dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa menggunakan uang.

Dalam menggunakan sumber daya produksi yang terbatas tetapi dapat dipergunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis komoditas dari waktu ke waktu dan mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi saat ini atau di masa datang, kepada berbagai orang atau kelompok dalam masyarakat.

e. Adam Smith berpendapat bahwa ilmu ekonomi adalah penyelidikan tentang keadaan dan sebab adanya kekayaan negara

f. J. S. Mill berpendapat bahwa ilmu ekonomi adalah sains praktikal tentang pengeluaran dan penagihan.

g. Alfred Marshall berpendapat bahwa ilmu ekonomi mempelajari usaha-usaha individu dalam ikatan pekerjaan dalam kehidupannya sehari-hari.

Dan membahas kehidupan manusia yang berhubungan dengan bagaimana ia memperoleh pendapatan dan bagaimana pula ia mempergunakan pendapatan itu.

Baca Juga : Materi Ekonomi SMA Kelas 10 Semester Ganjil Bab 1 Definisi Kebutuhan dan Jenisnya


Penggolongan Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi itu sangat berperan penting lho dalam masyarakat dan memberikan dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat.

Pemisahan ilmu ekonomi menjadi ilmu ekonomi positif dan normatif sendiri dimulai pada Abad ke-19 oleh sejumlah tokoh-tokoh ekonomi seperti John Stuart Mill dan John Neville Keynes (ayah dari John Maynard Keynes, pencetus paham ekonomi Keynesianisme)

Rhona C. Free dalam bukunya yang berjudul 21” Century Economics tentang ilmu ekonomi positif dan ilmu ekonomi normatif.

a. Ilmu ekonomi positif

ilmu yang mempelajari kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan tanpa memasukkan aspek nonekonomi seperti agama, pandangan hidup, etika, hukum, filsafat, dan politik.

Ilmu ekonomi positif berpandangan murni menitikberatkan pada untung dan rugi dari setiap kegiatannya dan hanya menjelaskan peristiwa-peristiwa ekonomi yang terjadi dalam masyarakat secara apa adanya, tanpa dikaitkan dengan aspek non ekonomi.

Ilmu ekonomi positif disebut juga ilmu ekonomi deskriptif. Contoh analisis dalam ilmu ekonomi positif adalah jika permintaan meningkat menyebabkan harga naik.

Analisis ekonomi positif berhubungan dengan pernyataan-pernyataan ekonomi mengenai apa yang terjadi dalam dunia nyata.

b. Ilmu ekonomi normatif

Merupakan ilmu yang mempelajari kegiatan manusai dalam memenuhi kebutuhan dengan cara mengembangkan teori-teori yang memuat unsur-unsur nonekonomi.

Cakupan ilmu ekonomi normatif lebih luas dari ekonomi positif. Analisis dalam ekonomi normatif biasanya berupa pernyataan-pernyataan ekonomi yang menunjukkan apa yang seharusnya terjadi.

Contoh harga terbentuk karena adanya permintaan dan penawaran.

Alfred W. Stonier dan Douglas C. Hague membagi ilmu ekonomi menjadi 3 kelompok yaitu:

a. Ilmu Ekonomi Deskripstif (Descriptive Economic) merupakan analisis ekonomi yang menggambarkan kondisi sebenarnya berdasarkan kondisi fakta dalam perekonomian. Misalnya, gambaran kondisi krisis moneter di Indonesia yang terjadi pada tahun 1998.

b. Ilmu Ekonomi Teori (Economics Theory) adalah analisis ekonomi yang berusaha menjelaskan, mencari pengertian, hubungan sebab akibat, dan cara kerja sistem ekonomi.

Nah, dalam Ilmu ekonomi teori dibagi lagi menjadi dua macam yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.

Definisi ilmu ekonomi mikro dan makro sebagai berikut:

1) Ekonomi mikro mempelajari perilaku individu dan rumah tangga produksi atau perusahaan dalam membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas. 2) Ekonomi makro mempelajari mekanisme kerja perekonomian secara keseluruhan. Seperti tingkat pengangguran, pendapatan nasional, tingkat pertumbuhan, inflasi dan tingkat harga.

c. Ilmu Ekonomi Terapan (Applied Economics) yaitu analisis ekonomi teori untuk merumuskan kebijakan-kebijakan dan pedoman yang tepat untuk menangani masalah ekonomi tertentu.

Jadi, ilmu ekonomi terapan lebih bersifat praktis dengan menerapkan pengertian ekonomi pada bidang-bidang atau masalah-masalah tertentu.

Misalnya, ekonomi pembangunan, ekonomi industri, ekonomi politik, ekonomi internasional, ekonomi moneter, ekonomi perbankan, ekonomi perusahaan, ekonomi syariah, dan sebagainya.

3. Ilmu Ekonomi Syariah

a. Definisi Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam usahanya memenuhi kebutuhan hidup dengan berdasarkan syariat/nilai-nilai ketuhanan.

Definisi ekonomi syariah menurut para ahli.

1) Yusuf Qaradhawi, mengemukakan bahwa ekonomi syariah merupakan ekonomi yang berdasarkan pada ketuhanan.

2) Muh. Abdul Mannan, menyatakan bahwa, ilmu ekonomi syariah adalah suatu ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari ilmu ekonomi dari orang-orang yang memiliki nilai-nilai syariah.

3) Veithzal Rivai dan Andi Buchari, mengungkapkan bahwa, ekonomi syariah sebagai suatu ilmu multidimensi atau interdisiplin, komprehensif dan saling terintegrasi, mencakup ilmu islam yang bersumber dari Alquran dan Sunnah serta ilmu-ilmu rasional.

Baca Juga : Materi Ekonomi SMA Kelas 10 Semester Genap Peran BUMN, BUMD dan BUMN

b. Tujuan ekonomi syariah

Permasalahan ekonomi merupakan salah satu permasalahan yang diperhatikan dalam ajaran agama, tentu memiliki tujuan yang sama yakni tercapainya kemaslahatan di dunia dan akhirat.

Tujuan ekonomi syariah adalah sebagai berikut:

1) Ekonomi yang baik dalam kerangka kerja norma-norma moral islam

2) Persaudaraan dan kesejahteraan universal

3) Distribusi pendapatan yang merata

4) Kemerdekaan dari individu dalam konteks kesejahteraan sosial

c. Prinsip ekonomi syariah

Prinsip-prinsip ekonomi syaraiah secara garis besar adalah:

1) Sumber daya dipandang sebagai amanah Tuhan YME kepada manusia, sehingga pemanfaatannya harus bisa dipertanggungjawabkan di akherat kelak.

2) Kepemilikan pribadi diakui dalam batas-batas tertentu yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat dan tidak mengakui pendapatan yang diperoleh secara tidak sah.

3) Bekerja adalah kekuatan penggerak utama kegiatan ekonomi syariah .

4) Kepemilikan kekayaan tidak boleh hanya dimiliki oleh segelintir orangorang kaya, dan harus berperan sebagai kapital produktif yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

5) Islam menjamin kepemilikan masyrakat dan penggunaannya dialokasikan untuk kepentingan orang banyak.

6) Seorang muslim harus tunduk kepada Allah dan hari pertanggungjawaban di Akhirat.

7) Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab).

8) Islam melarang riba dalam segala bentuknya.

d. Karakteristik ekonomi syariah

1) Menjunjung tinggi prinsip keadilan, diantaranya dalam sistem bagi hasil (profit and loss sharing)

2) Terdapat dialektika antara nilai-nilai spiritualme dan materialisme

3) Kebebasan ekonomi artinya tetap membenarkan kepemilikan individu dan kebebasan dalam bertransaksi sepanjang dalam koridor syariah

4) Kepemilikan multijenis artinya hakikatnya pemilik alam beserta isinya hanyalah Tuhan YME semata, harta yang dimiliki manusia hanya titipan

5) Menjaga kemaslahatan individu dan masyarakat.

e. Manfaat ekonomi syariah

Manfaat ekonomi syariah sebagai berikut:

1) Mewujudkan integritas muslim yang menyeluruh, sehingga islamnya tidak lagi parsial.

2) Menerapkan dan mengamalkan ekonomi syariah melalui lembagalembaga keuangan syariah melalui praktik bagi hasil.

3) Praktik ekonomi syariah bernilai ibadah, karena telah mengamalkan syariat Tuhan YME.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Annisa Januarsi
Sumber : Edukasi Borneo