Ketua Yayasan Mujahidin Kalimantan Barat, Mulyadi mengatakan peringatan milad ke 42 tahun Lembaga Pendidikan Yayasan Mujahidin Kalimantan Barat ini sebagai moment refleksi peningkatan kualitas peserta didik dan pendidik.

Home > Tips Edukasi

Materi Ekonomi SMA Kelas 12 Semester Genap Bab 2 Kebijakan Fiskal

14 Jan 2022, 15:21 WIB
Ilustrasi Kebijakan Fiskal.(Ebc/Freepik)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Teman Edukasi, pembahasan kali ini Materi Pelajaran ekonomi Kelas 12 Bab 12 Kebijakan Fiskal.

Kebijakan fiskal berkaitan erat dengan kebijakan untuk meraih  tujuan ekonomi tertentu melalui instrumen perpajakan, penerimaan, utang piutang, dan belanja pemerintah.

Di Indonesia, kebijakan fiskal ada pada kewenangan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan RI.

Tujuan Kebijakan Fiskal 

Tujuan utama dikeluarkannya kebijakan fiskal adalah untuk menentukan arah, tujuan, sasaran dan prioritas pembangunan nasional serta pertumbuhan perekonomian bangsa

1. Meningkatkan potensi SDM dan menurunkan angka pengangguruan

Sumber Daya Manusia menjadi faktor yang sangat erat dengan Angkatan kerja usia produktif.

Yang dinilai memiliki keahlian dan kompetensi yang memadai serta mampu bersaing di dunia kerja baik nasional maupun internasional. 

2. Menjaga stabilitas harga

Keseimbangan harga harus diupayakan agar dapat menumpas praktik-praktik kecurangan yang mengganggu stabilitas harga, sehingga komoditas tetap terjangkau bagi masyarakat.

3. Memacu pertumbuhan ekonomi negara

Dalam bidang perekonomian kebijakan fiscal sebagai solusi untuk meningkatkan perekonomian dan juga memegang peranan selaku pemangku kebijakan

4. Mendorong laju investasi

Dengan iklim investasi yang baik, investor akan tertarik untuk mengucurkan dana investasi, sehingga negara juga bisa menarik nilai pajak yang lebih banyak.

5. Mewujudkan keadilan sosial

Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang dicetuskan oleh Kementrian Keuangan agar masyarakat ekonomi bawah dan rentan, mampu bertahan dari dampak pandemi covid-19. Dengan demikian, kestabilan ekonomi tetap terjaga, dan masyarakat dapat merasakan dampaknya secara langsung.

Jenis Kebijakan Fiskal

1. Kebijakan Fiskal Ekspansif (Expansionary Fiscal Policy)

Kebijakan fiskal ekspansif dilakukan dengan menaikkan belanja negara dan menurunkan tingkat pajak.

Nah, kebijakan fiskal jenis ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami penurunan daya beli masyarakat, dan tingkat pengangguran yang tinggi.

Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat.

2. Kebijakan Fiskal Kontraktif (Contractionary Fiscal Policy)

Kebijakan fiskal kontraktif adalah kebijakan menurunkan belanja negara dan menaikkan tingkat pajak. Kebijakan ini bertujuan untuk menurunkan daya beli masyarakat dan mengatasi inflasi. Caranya dengan membuat pemasukan lebih besar daripada pengeluarannya.

Instrumen Kebijakan Fiskal

1. Pajak

instrumen kebijakan fiskal adalah pajak baik dari sektor domestik maupun luar negeri.

Demi mencapai tujuan ekonomi, pemerintah dapat meningkatkan maupun menurunkan daya beli masyarakat melalui pajak.

2. Pengeluaran Belanja

Pengeluaran belanja negara, Hal ini seperti konsep dasar dari apapun yang terjadi, bahkan dalam hidup kita sendiri.

Misal pendapatan keluarga menurun, tentunya kita akan berusaha untuk berhemat dan menekan pengeluaran agar terjadi keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran.

3. Obligasi Publik

obligasi atau surat utang bagi warga negara. Surat utang ini terkenal dalam bidang investasi, dimana rakyat yang memiliki dana, ditawarkan untuk membeli surat utang dari negara, dan negara akan mencicil hutang tersebut beserta bunga pinjaman. 

Seperti SBN Ritel atau Surat Berharga Negara yang diperjual belikan.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Annisa Januarsi
Sumber : Ruang Guru