Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Edukasi

Materi PKn Kelas 10 Semester Genap Ancaman terhadap Integrasi Nasional RI

15 Jun 2022, 13:35 WIB
Ilustrasi Berteman baik tanpa permusuhan.(Ebc/Freepik)

EDUKASI BORNEO, PONTIANAK – Materi pelajaran PKn Kelas 10 semester genap dalam buku modul Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Mewaspadai Ancaman Terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ancaman Pada Bidang Ideologi

Pancasila sebagai ideologi bangsa masih sangat rawan terhadap berbagai bentuk ancaman. Salah satunya dari paham komunisme yang masih harus di waspadai.

Usaha untuk mengganti pancasila dengan ideologi komunis pernah dilakukan dua kali oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yaitu, pertama pemberontakan PKI di Madiun, Jawa Timur pada tahun 1948.

Pemberontakan itu dipimpin oleh Muso, yang ingin membentuk Republik Sovyet Indonesia.

Pemberontakan untuk mengubah ideologi Pancasila yang selanjutnya pernah juga di lakukan dengan adanya pemberontakan DI/TII, yang menginginkan pembentukan NII (negara Islam Indonesia), dipimpin oleh Kartosuwiryo pada tahun 1949.

Gerakan DI/TII berkembang di sebagian wilayah Indonesia, diantaranya di Jawa Barat yang di pimpin oleh Kartosuwirjo, di Sulawesi oleh Kahar Muzakar, di aceh di pimpin oleh Daud Beuruehdan di Kalimantan Selatan oleh Ibnu Hajar.

Dalam menyelesaikan pemberontakan ini, pemerintah melalui TNI melakukan berbagai operasi militer ke daerah-daerah yang di nilai menjadi pusat pergerakan.

Operasi itu berhasil menumpas para pemberontak secara bertahap.

Ancaman Pada Bidang Politik

Ancaman di bidang politik dapat bersumber dari luar negeri maupun dalam negeri. Ancaman politik dari dalam negeri dapat dilihat dari gerakan separatis.

Dari luar negeri, ancaman di bidang politik dilakukan oleh suatu negara dengan melakukan tekanan politik terhadap Indonesia.

Intimidasi, provokasi, atau blokade politik merupakan bentuk ancaman non-militer berdimensi politik yang sering kali digunakan oleh pihak-pihak lain untuk menekan negara lain.

Gerakan separatis atau separatisme kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat Indonesia yang ingin memisahkan diri dari negara Indonesia.

Baca Juga : Materi PKn Kelas 10 Semester Genap Aspek Trigatra dalam Wawasan Nusantara


Gerakan Separatisme yang pernah terjadi di Indonesia antara lain :

1) Republik Maluku Selatan (RMS)

Gerakan Republik Maluku Selatan merupakan gerakan separatis yang menolak integrasi dan hanya ingin membentuk negara sendiri yang lepas dari Negara Indonesia Timur (NIT) maupun NKRI. Gerakan RMS di pimpin oleh Dr. Soumokil dan memilki basis di Ambon.

2) Gerakan Andi Aziz

Gerakan separatis yang berlangsung di Makasar dilatarbelakangi oleh sikap penolakan Andi Aziz terhadap masuknya TNI ke wilayah Sulawesi Selatan. Andi Aziz adalah seorang mantan perwira KNIL. Pasukan Andi aziz menghendaki dipertahankannya Negara Indonesia Timur (NIT)

3) PRRI/Permesta

Gerakan PRRI/Permesta terjadi disebabkan hubungan tidak harmonis antara pemerintah pusat dan daerah, terutama di Sulawesi dan sumatera.

Kedua daerah tersebut merasa tidak puuas dengan otonomi daerah dan perimbanagn keuangan antara pusat dan daerah Ancaman separatisme dapat menempuh pola perjuangan politik tanpa senjata dan perjuangan bersenjata.

Pola perjuangan tidak bersenjata sering ditempuh untuk menarik simpati masyarakat internasional. Oleh karena itu, separatisme sulit dihadapi dengan menggunakan kekuatan militer.

Hal itu membuktikan bahwa ancaman di bidang politik memiliki tingkat resiko yang besar yang mengancam kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan bangsa.

3. Ancaman Pada Bidang Ekonomi

1) Ancaman Internal

a. Inflansi, adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang.

b. Pengangguran, hal atau keadaan menganggur, tidak ada pekerjaan dan tidak ada penghasilan

c. Infrastruktur, sarana dan prasarana yang tidak memadai

d. Kebijakan ekonomi yang merugikan rakyat

2) Ancaman eksternal

a. Ketergantungan terhadap asing, adalah kehidupan ekonomi negara–negara tertentu dipengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi negara–negara lain, di mana negara–negara tertentu ini hanya berperan sebagai penerima akibat saja.

b. Daya saing yang rendah, karen aproduk yang dihasilkan belum mampu bersaung dengan produk negara lain

c. Kinerja ekonomi yang buruk, hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran tidak sesuai yang diharapkan

4. Ancaman di Bidang Sosial Dan Budaya

Ancaman yang berdimensi sosial budaya dapat dibedakan atas ancaman dari dalam, dan ancaman dari luar. Ancaman dari dalam didorong oleh isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan.

Isu tersebut menjadi titik pangkal timbulnya permasalahan, seperti separatisme, terorisme, kekerasan, dan bencana akibat perbuatan manusia.

Ancaman dari luar timbul sebagai akibat dari pengaruh negatif globalisasi, diantaranya adalah:

1) Munculnya gaya hidup konsumtif dan selalu mengkonsumsi barang-barang dari luar negeri.

2) Munculnya sifat hedonisme, yaitu kenikmatan pribadi dianggap sebagai suatu nilai hidup tertinggi.

Hal ini membuat manusia suka memaksakan diri untuk mencapai kepuasan dan kenikmatan pribadinya tersebut, meskipun harus melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Seperti mabuk-mabukan, pergaulan bebas, foya-foya dan sebagainya.

3) Adanya sikap individualisme, yaitu sikap selalu mementingkan diri sendiri serta memandang orang lain itu tidak ada dan tidak bermakna.

Sikap seperti ini dapat menimbulkan ketidakpedulian terhadap orang lain, misalnya sikap selalu menghardik pengemis, pengamen dan sebagainya.

4) Munculnya gejala westernisasi, yaitu gaya hidup yang selalu berorientasi kepada budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu, seperti meniru model pakain yang biasa dipakai orang-orang barat yang sebenarnya bertentangan dengan nilai dan norma-norma yang berlaku misalnya memakai rok mini, lelaki memakai anting-anting dan sebagainya.

5) Semakin memudarnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian dan kesetiakawanan sosial.

6) Semakin lunturnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

5. Ancaman Pada Bidang Pertahanan dan Keamanan

Wujud ancaman di bidang pertahanan dan keamanan pada umumnya berupa ancaman militer.

Ancaman militer adalah ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata dan terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa.

Ancaman militer dapat berupa: 1) Agresi Agresi suatu negara yang dikategorikan mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa Indonesia mempunyai bentuk-bentuk mulai dari yang berskala paling besar sampai dengan yang terendah. Invasi merupakan bentuk agresi yang berskala paling besar dengan menggunakan kekuatan militer bersenjata yang dikerahkan untuk menyerang dan menduduki wilayah Indonesia.

2) Pelanggaran wilayah Bentuk lain dari ancaman militer yang peluang terjadinya cukup tinggi adalah tindakan pelanggaran wilayah baik laut, ruang udara dan daratan. Indonesia oleh negara lain. Konsekuensi Indonesia yang memiliki wilayah yang sangat luas dan terbuka berpotensi terjadinya pelanggaran wilayah.

3) Pemberontakan bersenjata

Pemberontakan bersenjata melawan pemerintah Indonesia yang sah merupakan bentuk ancaman militer yang dapat merongrong kewibawaan negara dan jalannya roda pemerintahan.

4) Sabotase dan spionase

Indonesia memiliki sejumlah objek vital nasional dan instalasi strategis yang rawan terhadap aksi sabotase, sehingga harus dilindungi.

Spionase dilakukan oleh agen-agen rahasia dalam mencari dan mendapatkan rahasia pertahanan negara dari negara lain.

5) Aksi teror merupakan bentuk kegiatan terorisme yang mengancam keselamatan bangsa dengan menebarkan rasa ketakutan yang mendalam serta menimbulkan korban tanpa mengenal rasa perikemanusiaan

6) Ancaman keamanan laut dan udara

Kondisi geografi Indonesia dengan wilayah perairan serta wilayah udara Indonesia yang terbentang pada pelintasan transportasi dunia yang padat, baik transportasi maritim maupun dirgantara, berimplikasi terhadap tingginya potensi gangguan ancaman keamanan laut dan udara.

7) Konflik komunal yakni gangguan keamanan dalam negeri yang terjadi antar kelompok masyarakat.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Annisa Januarsi
Sumber : Edukasi Borneo