Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Edukasi

Materi Sejarah Peminatan SMA Kelas 11 Semester Ganjil Bab 1 Kerajaan Kutai

31 Jul 2022, 08:45 WIB
Peta Kerajaan Kutai.(Ist)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Teman Edukasi, simak bahasan materi pelajaran Sejarah Peminatan SMA/SMK/MA Kelas 11 Semester Ganjil Bab 1 Kerajaan -Kerajaan Maritim di Indonesia Masa Hindu Buddha materi Kerajaan Kutai.

Dua pertiga dari wilayah Kepulauan Indonesia berupa lautan yang bertabur pulau-pulau. Selain itu, Kepulauan Nusantara berada diantara dua benua dan dua samudera.

Kondisi ini melahirkan kerajaan-kerajaan maritim baik yang bercorak Hindu-Buddha.

Kerajaan maritim merujuk kepada kerajaan-kerajaan yang ekonominya bergantung pada perlayaran dan perdagangan.

Masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ke Kepulauan Nusantara terjadi karena adanya hubungan antara penduduk Indonesia dengan bangsa-bangsa yang berada dikawasan Asia lainnya.

Hubungan tersebut terjadi melalui kegiatan politik, diplomasi, pelayaran dan perdagangan, pendidikan dan kebudayaan. Lambat laun pengaruh asing yang dibawa oleh para saudagar yang singgah ke Nusantara diikiuti oleh para penduduk pribumi.

Pengaruh agama Hindu-Buddha diperkirakan sudah mulai masuk sejak abad pertama masehi yang disebarkan oleh para pedagang golongan Ksatria dan golongan Brahmana.

Setelah tersebarnya dan kepercayaan Hindu-Buddha, terbentuk pula sistem kerajaan berbasis agama tersebut yang tersebar keberbagai kawasan Nusantara.

Misalnya muncul kerajaan bercorak Maritim diantaranya pada abad ke 5 Masehi berdiri kerajaan Hindu pertama di Indonesia yaitu Kutai, setelah itu diikuti dengan berdirinya kerajaan Tarumanegara, Sriwijaya, Singasari, Majapahit dan lain-lain.

Kerajaan – kerajaan Maritim di Indonesia pada Masa Hindu Buddha. Proses masuknya agama Hindu Buddha di Indonesia dapat dijelaskan dari beberapa teori yang dikemukakan oleh para ahli.

Teori–teori tersebut antara lain, Teori Brahmana, Teori Ksatria, Teori Waysa, Teori Sudra dan Teori Arus balik.

Dari teori-teori ini dapat kita pahami bahwasanya, perkembangan agama Hindu Buddha berkembang dengan pesat dalam kehidupan masyarakat setelah berdirinya kerajaan-kerajaan maritim yang bercorak Hindu Buddha.

Baca Juga : Materi Sejarah Peminatan Kelas 10 Semester Genap Sejarah Sebagai Ilmu, Peristiwa, Kisah dan Seni


Kerajaan Kutai

Kerajaan maritim pertama yang muncul di Indonesia adalah Kerajaan Kutai. Kerajaan Kutai diperkirakan berdiri di daerah Muarakaman di tepi sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Menurut Prasasti Yupa, penguasa pertama Kerajaan Kutai adalah Kudungga. Mulanya Kudungga adalah penguasa lokal, namun karena adanya pengaruh Hindu, maka struktur pemerintahan berubah menjadi kerajaan.

Perpindahan kekuasaan dilakukan secara turun temurun, sehingga setelah berakhirnya masa kekuasaan Kudungga, anaknya yang bernama Aswawarman lah yang menduduki kekuasaan.

Selanjutnya setelah kekuasaan Aswawarman berakhir, kekuasaan kembali diturunkan kepada cucu Kudungga, yaitu Mulawarman.

Pada masa pemerintahan Raja Mulawarman inilah kerajaan Kutai mencapai zaman keemasan. Kerajaan Kutai juga diperkirakan menjadi tempat singgah jalur perdagangan internasional melewati Selat Makassar, melewati Filipina dan Cina.

Sehingga sumber perekonomian kerajaan Kutai berasal dari kegiatan perdagangan. Selain itu, kerajaan Kutai memiliki tradisi melakukan upacara-upacara ditempat suci.

Terbukti dengan adanya prasasti yang disebut Yupa atau batu tertulis. Tulisan yang terdapat dalam Yupa menggunakan huruf Pallawa, bahasa Sanskerta. Yupa merupakan tugu peringatan upacara kurban.

Dalam suatu prasasti terdapat kata vaprakecvara yang berarti lapangan luas untuk pemujaan. Vaprakecvara berkaitan erat dengan agama Siwa, sehingga dapat disimpulkan bahwa Kutai menganut agama Siwa.

Dengan letak yang berada di jalur perdagangan India di Barat dan Cina di Timur, banyak pengaruh dari luar yang masuk ke kerajaan Kutai.

Ini dibuktikan dengan ditemukannya benda-benda dari kedua wilayah tersebut. Barang-barang seperti keramik, arca dewa Trimurti, serta arca Ganesha, kemungkinan merupakan bagian dari perlengkapan upacara keagamaan selain untuk kehidupan sehari-hari.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Annisa Januarsi
Sumber : Edukasi Borneo