Tuesday, 30/11 03:08:33
Satuan Latihan Mujahidin Pontianak raih juara umum Kejurda Tarung Derajat Kalbar 2021 yang dilaksanakan secara langsung sejak Kamis, 25 November 2021 hingga Minggu, 28 November 2021.

Home > Tips Edukasi

Mengenal Istilah Tiger Mom : Dampaknya Bagi Anak

25 Nov 2021, 17:18 WIB
Ilustrasi EBC

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK- Amy Chua, seorang profesor di Universitas Yale, Amerika Serikat  merupakan orang yang pertama kali mengenalkan istilah tiger parenting ini. Dia memperkenalkan istilah itu dalam bukunya yang berjudul Battle Hymn of the Tiger Mother. Yang tanpa orang tua sadari mereka pernah melakukan tiger parenting ini dengan selalu mendorong anaknya untuk belajar lebih keras lagi. Yang mana ternyata hal tersebut merupakan suatu bentuk dari pola tiger parenting lho!. 

Pola tiger parenting ini ternyata memiliki dampak negatif juga lho buat psikologi anak. Berikut lima dampak tiger parenting bagi anak : 

Meningkatkan Motivasi Anak

Diyakino pola parenting yang keras akan membuat anak lebih termotivasi dalam belajar, dalam hal ini pola tiger parenting diyakini dapat meningkat prestasi anak dengan meningkat potensi yang dimiliki dalam belajar. 

Membuat Anak Menjadi Patuh Terhadap Orang Tua

Pola tiger parenting dapat membuat anak menjadi patuh terhadap orang tua, tak jarang pula orang tua memberikan hukuman terhadap anak jika hasil yang didapatkan oleh anak tidak sesuai dengan keinginan orang tuanya. Beberapa orang berpikir tindakan ini dapat meningkatkan kepatuhan anak terhadap orang tau. 

Baca Juga : Mengenal Helicopter Parenting Dan Bahayanya Bagi Anak

Memberikan Tekanan Psikologis Bagi Anak

Anak yang dituntut untuk selalu mendapatkan hasil yang sempurna dapat memberikan tekanan psikologi bagi anak itu sendiri. Karena anak harus melakukan apapun yang disuruh oleh orang tuanya agar mendapatkan hasilnya yang sesuai kemampuan mereka seperti les dan akademik lainnya tanpa menghiraukan kemauan anak itu sendiri.  

Anak Dituntut Untuk Menjadi Perfeksionis

Orang tua yang menerapkan pola parenting ini selalu menginginkan anaknya untuk mendapatkan hasil terbaik, jikalau anak tidak bisa mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan orang tuanya maka anak akan dimarahi dengan pertanyaan yang menyudutkan anak, padahal hasil yang anak dapatkan sudah sesuai dengan kemampuannya dan harus didukung. 

Baca Juga : Workaholic Cara Bekerja Yang Bikin Stres

Mengurangi Rasa Empati Orang Tua kepada Anak

Anak yang tubuh dengan pola parenting ini dapat membuat anak menjadi lebih kompetitif yang berlebihan sehingga mereka akan cenderung mengukur rasa sayang atau perhatian yang diberikan berdasarkan nilai akademik sang anak. Hal ini akan mengurangi rasa empati orang tua kepada anak untuk selalu menghargai usaha dan proses yang anak lakukan. 

Menurut Psychology Today pola tiger parenting ini lebih banyak memiliki dampak yang buruk ketimbang baik bagi anak. Jika pola asuh ini gagal, maka anak akan memperoleh nilai akademik yang lebih buruk. Dan jika anak berhasil di bidang akademiknya, maka aspek sosial dan emosional tidak berkembang maksimal. Karena hal tersebut,American Psychological Association (APA) tidak merekomendasikan pola parenting ini .

Pola asuh yang otoriter, mengekang, dan mengabaikan perasaan anak ini bukannya membantu kehidupan anak, melainkan memperlambat perkembangan anak, terutama perkembangan sosialnya. 

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Yoga Indrawan
Sumber : Edukasi Borneo