Thursday, 22/04 18:41:04
Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Asosiasi Game Indonesia meluncurkan buku digital berjudul Peta Ekosistem Industri Game Indonesia 2020.

Home > Daerah > Ketapang

Mengenal Organisasi Gerakan Pemuda Dayak Kabupaten Ketapang

15 Feb 2021, 16:19 WIB
Logo Organisasi Gerakan Pemuda Dayak Kabupaten Ketapang (EBC)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK Generasi Muda sebagai pelopor dan pelestari budaya kesukuannya misalkan suku Dayak di Ketapang mencoba melestarikan budayanya dengan bernaung di organisasi yang dinamai Gerakan Pemuda Dayak (GPD) Kabupaten Ketapang.

Gerakan Pemuda Dayak ( GPD ) Kabupaten  Ketapang, merupakan sebuah organisasi dan perkumpulan  kaum muda - mudi dayak yang berdomisili  dan berasal dari kabupaten Ketapang serta mencakup yang berdomisili di seluruh wilayah Indonesia.

GPD berdiri  28 Oktober 2018 kemarin. Kepengerusan GPD Periode 2018 hingga 2023 dinakodai bung Herdinata, S.Hut sebagai Ketua, dan Yohanes Akto Sukendro, SH.sebagai Sekjend, Sementara untuk Dewan Penasehat ; Raja Ulu Aik Petrus Singa Bansa dan Ketua Dewan Pembina GPD Bpk. Martin Rantan, SH. M.Sos,. Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Ketapang  (Bupati Kabupaten Ketapang).

Baca Juga : Pemuda Katolik Lakukan Transformasi Organisasi Hadapi Era Disrupsi

Tujuan berdirinya GPD itu guna menghimpun dan menjadi pelopor pelestarian adat dan budaya Dayak Ketapang. Selaras dengan anggaran dasar dan  anggaran  rumah  tangga serta  pada visi GPD yaitu mengatur   roda  organisasi,  menuju kader muda dayak yang cerdas, inovatif, berpendidikan, berintegritas, kompetitif, bermartabat, berbudaya, profesional dan berdaya saing, serta menjadi pelopor bagi pemuda - pemudi lain dalam pembangunan masa depan daerah, bangsa dan negara.

Dengan  menghimpun  kaum  muda Dayak Ketapang  menjadi kader GPD, diharapkan kelak mereka yang  akan mewujudkan perjuangan ke dalam bentuk karya untuk kelestarian  adat  seni  dan  budaya dari para leluhur sehingga menjadi warisan dan modal penting  untuk mengangkat  harkat dan martabat  peradaban  Dayak  di masa depan.

Sudah barang tentu untuk mencapai tujuan Gerakan Pemuda Dayak (GPD) perlu perencanaan - perencanaan strategis, sehingga aktivitas organisasi efektif, terarah dan terukur. Sehingga suasana kondusif di dalam organisasi turut mendukung perjalanan roda organisasi, oleh sebab itu upaya konsolidasi internal menjadi agenda rutin GPD.

Selain itu, forum konsolidasi juga merupakan forum pengawasan dan evaluasi terhadap para pengurus organisasi yang telah diberikan kepercayaan oleh anggota untuk menjalankan organisasi.

Baca Juga : Kadin Pontianak Komitmen Ikut Majukan Ekonomi Daerah

GPD dalam menjalankan fungsinya sebagai organisasi kader,  menggunakan pendekatan humanis keseluruhan proses pengkaderannya. Semua bentuk aktifitas atau kegiatan disusun atas dasar semangat integralistik untuk mengupayakan tercapainya tujuan organisasi. Sebagai upaya GDP memberikan kejelasan dan ketegasan sistem perkaderan  dengan pola dasar perkaderan yang benar.

Pola dasar itu disusun dengan memperhatikan tujuan organisasi dan arah  yang telah ditetapkan. Juga mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan organisasi serta tantangan  yang berkembang di lingkungan luar organisasi. Pola dasar membuat garis besar keseluruhan tahapan yang harus ditempuh oleh seorang kader dalam proses perkaderan di GPD, sejak rekrutmen kader, pembentukan kader dan gambaran jalur - jalur pengabdian kader.

Kehadiran Gerakan Pemuda Dayak dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat Dayak diwujudkan dengan berupaya melahirkan sosok kader yang mampu berpikir kritis, strategis, objektif, dan rasional serta mempunyai integritas kepribadian.

Dalam rangka mencapai tujuan GPD kearah tersebut, diperlukan berbagai perangkat softskill atau keahlian sumber daya manusia maupun hardskill misalkan kekuatan karakter, mental dan pejuang tangguh. Pengembangan dan pembinaan sftskill dan hardskill terus diupayakan sebagai bentuk pembinaan terhadap kader - kader yang disiapkan sebagai tulang punggung organisasi Gerakan Pemuda Dayak (GPD).

Tahapan pembinaan yang terencana, teratur, serta sistematis akan  berpengaruh pada hasil akhir atau output kader. Proses pembinaan kader dilakukan dengan membagi durasi waktu ada yang bersifat jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang guna menghasilkan kader yang berkualitas.

Semoga kehadiran organisasi Gerakan Pemuda Dayak Ketapang yang rencananya akan diperkuat 18 pengurus cabang di tiap - tiap kecamatan  serta pengurus ranting dari dusun hingga ke desa dan di tambah 2 cabang khusus di Pontianak dan Yogyakarta akan semakin mengukuhkan GPD sebagai sebuah wadah perjuangan generasi muda dayak. Kemudian mampu menjadi pelopor bagi pemuda - pemudi Dayak menjadi generasi unggul, cerdas dan berdaya serta menjadi penggerak melestarikan budaya Dayak Kabupaten Ketapang.*/ans 

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Herdinata, S.Hut & Yohanes Akto Sukendro (Ketua & Sekjend GPD Kabupaten Ketapang)
Sumber : Edukasi Borneo