Materi PKn SMA Kelas 10 Semester Ganjil Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Home > News

Mindset Tentukan Arah Gaya Hidup “Minimalis”

05 Aug 2021, 09:56 WIB
Ilustrasi Hidup Minimalis.(EBC)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK – Minimalis menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) berkenaan dengan penggunaan unsur- unsur yang sederhana dan terbatas untuk mendapatkan efek atau kesan yang terbaik.

Lantas, bagaimana jika seseorang bergaya hidup minimalis.

Saat memilih menjalani gaya hidup ini, kita harus keluar dari zona nyaman, merelakan apa yang kita miliki di dunia ini untuk ditinggalkan atau disingkirkan.

Disatu sisi gaya hidup minimalis mengajarkan kita tentang arti ikhlas, bersyukur, sekaligus santai menghadapi hidup.

Merelakan koleksi sepatu atau jam tangan mu kepada orang lain, merelakan tidak menjalani hobi mu yang menguras uang, menahan diri menghamburkan uang, berfoya-foya dengan belanja, makan dan jalan sepuasnya.

Baca Juga : Tips Mengatur Pemasukan Dan Pengeluaran

Pertanyaannya bisakah seseorang menjalani hidup yang seperti itu?

Sebelum memulai gaya hidup ini, kita harus punya kesadaran penuh tentang apa sih alasan menjalani gaya hidup minimalis?

Saat pola gaya hidup minimalis itu sudah tertanam di dalam pikiran, menjalaninya juga gak akan ada beban.

Pilihan-pilihan dalam hidup jadi lebih mudah di organisir, karena kita sudah tahu mana yang harus dipilih dan mana yang tidak.

Dengan kata lain, kamu telah menentukan track hidupmu.

Lifestyle atau prinsip hidup yang kamu pegang teguh. Akan jadi pertanyaan bagi pengamatmu, orang – orang di sekitar hidupmu.

Pernahkah kamu menghabiskan banyak waktu untuk memilih outfit, yang cocok dengan sepatu, tas, dan makeup mu hari itu untuk sekedar pergi ke warung, atau bertemu kenalan di coffe shop.

Aku Pernah.

Orang – orang dengan gaya hidup minimalis tidak mengedepankan itu. Mereke tidak ambil pusing, dan rela mengenakan pakaian yang itu – itu saja berulang kali.

Baca Juga : Meneliti Rahasia Sehat Pada Lansia Berusia 100 Tahun

Gaya hidup ini sebenarnya cukup populer di Jepang, kita tahu banyak diantara mereka yang menerapkannya.

Selain itu juga gaya hidup ini amat sangat lekat dengan nilai-nilai kebaikan terutama di dalam agama Islam. Seperti misalnya mengajarkan untuk tidak mubazir, melatih untuk ikhlas, membiasakan sedekah, disiplin, bersyukur dengan apa yang dimiliki sekarang dan masih banyak lagi.

Tapi kenapa yang banyak menerapkannya malah orang Jepang? Well, gaya hidup ini tidak didasari oleh negara mana, agama apa ataupun paham apapun, akan tetapi mindset.

Pemikiranmu lah yang menentukan arah hidupmu.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Annisa Januarsi
Sumber : Medium