Wednesday, 27/10 16:08:12
Satuan tugas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti dan Tentara Diraja Malaysia (TDM) Batalion 500 dan TDM Batalion 602 memperkuat kerja sama pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Home > Daerah > Sambas

Museum Daerah Sambas, Pusat Edukasi Sejarah dan Budaya

13 Oct 2021, 20:57 WIB
Bupati Sambas saat melihat koleksi Museum Sambas.(Ant)

EDUKASIBORNEO,  SAMBAS - Bupati Sambas, Kalimantan Barat Satono mendorong museum daerah menjadi pusat edukasi baik bagi masyarakat umum, pelajar serta mahasiswa maupun dari luar untuk mengetahui sejarah, budaya dan kemajuan daerah tersebut.

"Saya ingin bagaimana ke depannya, Museum Daerah Kabupaten Sambas menjadi pusat edukasi bagi masyarakat, terutama siswa sekolah dan mahasiswa serta bahkan dari luar Sambas," ujarnya saat dihubungi di Sambas, Rabu 13 Oktober 2021.

Dia mengatakan bahwa, saat ini di dalam Museum Daerah Kabupaten Sambas terdapat 561 koleksi budaya seperti benda-benda pusaka yang mengandung nilai sejarah bagi daerah.

“Saya ingin masyarakat luas mengetahui bahwa museum bisa dijadikan sarana edukasi dan sosialisasi tentang Kebudayaan Sambas,” jelasnya.

Baca Juga : Satono Harap Resminya Jalan Simpang Empat-Tanah Hitam Dukung Wisata Bahari

Baca Juga : Satgas COVID-19 Gelar Vaksinasi Massal Sasar 2.000 Pelajar SMP di Sambas

Mengusung tema Museum Sebagai Pusat Edukasi digelar Pameran Temporer Museum Daerah Kabupaten Sambas yang berlangsung dari Senin, 11 Oktober 2021 hingga Jumat, 15 Oktober 2021.

Dirinya menuturkan eksistensi Museum Daerah Kabupaten Sambas sangat penting mengingat Sambas adalah wilayah perbatasan Kalimantan Barat yang terkenal dengan kerajaannya sejak jaman kolonial.

Keraton Alwatzikhoebillah adalah identitas asli Kabupaten Sambas yang memiliki banyak peninggalan sejarah penting dan harus dilestarikan. Beberapa diantaranya disimpan rapi dalam Museum Daerah Kabupaten Sambas.

"Kita ketahui bersama, bahwa Sambas ini adalah negeri kerajaan sejak jaman kolonial hingga sekarang. Keraton Alwatzikhoebillah adalah identitas bagi Sambas. Penuh sejarah dan budaya yang harus dilestarikan dan di jaga," ungkapnya.

Satono mengapresiasi keberadaan museum daerah tersebut.

“Kami apresiasi. Ini bisa mendekatkan dan mengenalkan ke masyarakat tentang museum, koleksinya, sejarah dan budaya Sambas,” pungkasnya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Antara