Wednesday, 27/10 15:55:59
Satuan tugas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti dan Tentara Diraja Malaysia (TDM) Batalion 500 dan TDM Batalion 602 memperkuat kerja sama pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Home > Kalbar

Museum Kalbar Gelar Pameran 70 Koleksi Alat Musik Tradisional Khas Suku Dayak dan Melayu

22 Sep 2021, 13:50 WIB
Pemain musik akordeon Syahroni memainkan lagu di acara pameran temporer alat musik tradisional di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (20/9/2021). Dalam pameran yang digelar UPT Museum Kalbar tersebut menampilkan 70 alat musik tradisional khas Suku Dayak dan Melayu dari Kalbar. (Ant)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Sebanyak 70 koleksi alat musik tradisional khas Suku Dayak dan Melayu jenis petik, pukul dan gesek khas Kalimantan Barat dipamerkan dalam Pameran Temporer Alat Musik Tradisional Kalbar di Museum Kalbar.

"Pameran temporer yang menampilkan puluhan alat musik koleksi UPT Museum Kalbar selama sepekan dari Senin 20 hingga Minggu 26 September 2021 tersebut bertujuan untuk memperkenalkan kepada generasi muda," kata Kepala UPT Museum Provinsi Kalbar  Kusmindari Triwati di Pontianak, Rabu 22 September 2021.

Dia menjelaskan, dari jumlah alat musik itu, saat ini hanya sebagian kecil saja yang masih diproduksi, seperti Keledi dan Sape.

Baca Juga : Dinas Perkebunan dan Peternakan Catat 948 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies Sejak Awal 2021

Kusmindari menyatakan bahwa setiap alat musik dari masing-masing kabupaten di Kalbar memiliki ciri khas tersendiri, terutama dari Suku Dayak, yaitu antara lain Senggayong dari Ketapang, Silotong dari Bengkayang dan Sape dari Dayak Kayaan.

Adapun alat musik tradisional yang ditampilkan itu antara lain, alat musik petik khas Dayak yaitu Sape. Rebab yang merupakan alat musik jenis chordophone dan sumber bunyinya berasal dari dawai atau senar, selain itu ada juga Silotong yang merupakan alat musik bambu yang dimainkan dengan cara dipukul dengan stik. 

Baca Juga : Kodam XII Tpr Berangkatkan 499 Prajurit Komcad Angkatan Pertama ke Batujajar

Untuk alat musik tradisional khas Melayu, turut ditampilkan akordeon yang dimainkan dengan cara tangan kanan menekan tuts, sementara tangan kiri menarik dan mendorong bagian karet fleksibel. 

Kusmindari menyatakan bahwa saat ini dibutuhkan regenerasi pemain musik, karena pemain musik yang ada, sudah banyak yang tua sekali, sementara saat ini belum ada penerusnya. Untuk itu UPT Museum Provinsi Kalbar secara berkesinambungan mengadakan pelatihan alat musik tradisional yang dapat diikuti masyarakat setempat.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Antara