Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar Tabliq Akbar dalam Rangka Memperingati dan Memeriahkan Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah pada yang diselenggarakan oleh Majelis Dzikir dan Shalawat Darul Murtadha.

Home > Edukasi

Najla Syafa dan Magdalena Pitra Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Pontianak Lulus Tanpa Skrispi

30 Jun 2022, 10:21 WIB
Celebration atas suksesnya Desiminasi Najla Syafa (Mengenakan Samur) dan Magdalena Pitra (Mengenakan Samur), Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Pontianak di dampingi Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Muhammad Thamimi (paling kanan) dan Dosen yang Memayungi Penelitian Kedua Mahasiswa Itu, May Yuliastri Simarmata (mengenakan kerudung putih) Lulus Tanpa Skrispi melainkan melalui Desiminasi. Desiminasi keduanya merupakan terobosan yang dilakukan IKIP PGRI Pontianak Untuk Pertama Kalinya.(Ist)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - IKIP PGRI Pontianak membuat terobosan dengan tidak mewajibkan mahasiswa melaporkan penelitian dalam bentuk skripsi, melainkan melalui diseminasi.

Barangkali ada diantara kita yang asing mendengar kata desiminasi. Desiminasi adalah forum ilmiah dan mempublikasikan melalui jurnal-jurnal terakreditasi nasional atau internasional.

Diseminasi yang di selenggarakan oleh LPPM IKIP PGRI Pontianak tersebut meluluskan 22 mahasiswa tanpa skripsi. 

Diantara mahasiswa yang lulus tanpa skripsi itu, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Najla Shafa Fadillah dan Magdalena Pitra Yatty. 

Kedua mahasiswa tersebut ikut begabung di penelitian kolaborasi bersama dosen, yang dibiayai oleh LPDP melalui skema Riset Inovatif Produktif (RISPRO).

“Penelitian yang kami lakukan merupakan analisis keterampilan berbicara melalui proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang dilakukan di SMP Negeri 1 kuala Mandor B. Hanya butuh waktu selama 6 bulan untuk menyelesaikannya,” jelas Magdalena Pitra Yatty.

Baca Juga : Muhammad Firdaus Terpilih Sebagai Rektor IKIP PGRI Pontianak Periode 2022 - 2026


Selain tidak harus mengerjakan skripsi lanjut Magdalena, penelitian payung yang mereka ambil itu  juga melatih mereka untuk mengembangkan potensi diri. Serta, mengamalkan atau menerapkan ilmu yang di dapatkan di lingkungan kampus kepada lingkungan masyarakat.

May Yuliastri Simarmata M Pdm satu di antara dosen peneliti yang memayungi penelitian kedua mahasiswa tersebut berharap, riset yang dibiayai oleh LPDP melalui Skema Rispo dapat memotivasi mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia agar dapat terus berkarya dalam penelitian.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Muhammad Thamimi M Pd berharap ke depannya akan ada lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa ikut serta di program yang merupakan bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) itu.

“Saya selaku ketua prodi akan terus mendorong para dosen di Prodi Bahasa Indonesia agar bisa lebih banyak membuat penelitian payung yang bisa diikuti mahasiswa seperti ini.  Dengan begitu kesempatan mahasiswa untuk lulus tanpa skripsi akan semakin besar lagi kedepannya,” harapnya.

Baca Juga : KEREN, IKIP PGRI Pontianak Perguruan Tinggi Peringkat 3 Nasional

Dokumentasi usai Najla Syafa dan Magdalena Pitra, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Pontianak melakukan desiminasi dihadapan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Muhammad Thamimi serta dosen peneliti yang memayungi penelitian kedua mahasiswa itu, May Yuliastri Simarmata.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rektor IKIP PGRI Pontianak, Muhammad Firdaus.

“Diseminasi pertama ini berjalan sukses dan sesuai perencanaan. Oleh karena itu akan dilakukan pengembangan kebijakan dan kurikulum agar program ini bisa diberlakukan dengan skala yang lebih besar di IKIP PGRI Pontianak,” ujarnya.

Ia berharap terobosan baru ini dapat menjadi angin segar bagi mahasiswa yang menganggap penulisan skripsi sebagai beban.

Melalui skema kuliah tanpa skripsi ini, mahasiswa juga bisa menyelesaikan kuliahnya dengan lebih cepat, karena bisa memulai penelitian lebih awal dan mendapatkan pengalaman  penelitian yang tak kalah dengan skripsi.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Annisa Januarsi
Sumber : Edukasi Borneo