Wednesday, 27/10 17:12:24
Satuan tugas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti dan Tentara Diraja Malaysia (TDM) Batalion 500 dan TDM Batalion 602 memperkuat kerja sama pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Home > Tips Edukasi

Ortu Intip Kapan Waktu yang Tepat Berikan Edukasi Seks Pada Anak

13 Oct 2021, 11:01 WIB
Ilustrasi Anak.(EBC/Freepik)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Pendidikan seksual merupakan informasi penting yang perlu diketahui oleh anak. Melalui diskusi seputar hal-hal yang bersifat seksual, anak pun bisa lebih memahami pentingnya seksualitas sebagai bagian dari kesehatan tubuh, bukan sekadar hubungan antara pria dan wanita.

dr. Kevin Adrian menjelaskan manfaat pendidikan seksual kepada anak dan hal-hal lain yang juga penting.

Manfaat memberikan pendidikan seksual kepada anak

Seiring berkembangnya teknologi dan kemudahan akses informasi saat ini, penting bagi anak untuk mendapatkan pendidikan seks yang akurat dan tepat sejak dini.

Berikut ini adalah beragam manfaat memberikan pendidikan seks untuk anak sejak dini:

1. Menangkal efek buruk media dan lingkungan

Pembahasan seputar seks dapat melindungi anak dari dampak negatif berbagai konten tertentu di tayangan televisi atau internet.

Selain itu, pemahaman tentang dunia pergaulan juga harus Anda berikan agar anak tidak terjerumus dalam hubungan seks bebas atau tindakan kriminal, seperti melakukan pemerkosaan atau kekerasan seksual.

2. Membangun kepercayaan antara orang tua dan anak

Membahas seks secara terbuka dengan anak justru memberi Anda kesempatan untuk memberikan informasi yang sesuai dan akurat seputar seks. Dengan demikian, anak tidak akan mencari sumber sendiri yang belum tentu tepat atau justru tidak layak, misalnya video porno.

3. Membuat anak mengerti tentang konsekuensi dan menghargai diri

Diskusi tentang seks membuat anak menyadari bahwa ia harus melindungi dan menghargai tubuhnya sendiri. Seluruh perlakuan terhadap tubuhnya harus mendapatnya persetujuan dari dirinya sendiri dan tidak boleh dipaksakan.

Pendidikan seks juga membuat anak belajar memilih, bersikap, dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Dengan demikian, mereka dapat mengetahui konsekuensi saat mulai aktif secara seksual, seperti kehamilan dan penyakit menular seksual.

Baca Juga : Tiga Vaksin COVID -19 Dengan Dosis Satu Suntikan

Waktu yang tepat untuk memberikan pendidikan seksual kepada anak

Pendidikan seksual untuk anak sebaiknya diberikan sedini mungkin. Saat berusia 3 atau 4 tahun, anak mulai memperhatikan dunia di sekitarnya dan ia akan mulai belajar untuk mengenali tubuhnya sendiri dan membandingkan diri dengan teman-temannya.

Anak mungkin akan mulai menyadari bahwa perempuan dan laki-laki itu berbeda. Saat anak mulai mengeksplorasi lingkungannya, ini merupakan kesempatan bagi orang tua untuk memberikan pemahaman dasar mengenai seksualitas.

Pendidikan seks untuk anak juga sebaiknya diberikan secara bertahap selama anak masih berada di bawah asuhan dan pengawasan orang tua.

Hal-hal yang dapat orang tua lakukan saat akan membahas seksualitas pada anak, perlu juga memperhatikan beberapa kondisi, diantaranya:

1. Membuat anak lebih terbuka kepada orang tua untuk membicarakan hal yang terkait dengan seksualitas.

2. Pendidikan seks sejak dini juga bisa menghapus rasa ingin tahu anak terhadap seksualitas dengan cara yang tidak baik atau tidak sehat.

3. Dapat membantu anak untuk memahami fungsi seksualnya dan dapat menghadapi perubahan yang terjadi pada bagian tubuh ketika beranjak dewasa terutama pada organ yang sensitif.

4. Menumbuhkan rasa kepercayaan diri pada anak terutama ketika terjadi perubahan pada tubuhnya sendirian.

5. Secara tak langsung, kita juga telah memberi edukasi tentang bahaya dari seks bebas seperti tertular penyakit kelamin seperti HIV atau AIDS.

Cara berdiskusi seputar seks dengan anak

Diskusi seputar seks dengan anak memang harus dilakukan secara tepat agar mereka mengerti tentang pentingnya pendidikan seks. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memberikan pendidikan seksual pada anak sesuai usianya:

Usia balita

Saat usia balita, anak mulai mempelajari nama-nama organ dan bagian tubuhnya. Jelaskan secara perlahan dan kenali berbagai organ intim di tubuhnya, seperti penis, payudara, dan vagina.

Anda pun dapat memanfaatkan kejadian sehari-hari atau tayangan televisi untuk mengangkat topik tentang seks. Misalnya, jika ada anggota keluarga yang sedang hamil, ajaklah anak untuk mengusap perut si ibu hamil dan beri tahu bahwa ada adik bayi yang sedang tidur di dalamnya.

Hal yang tak kalah penting adalah beri tahu anak bahwa tidak ada yang boleh menyentuh bagian tubuh intimnya, kecuali orang tua atau pengasuh yang Anda percaya.

Baca Juga : Kiat Agar Pekerja Milenial Betah di Perusahaan

Usia sekolah

Saat usia sekolah, anak mungkin masih malu untuk membicarakan tentang ketertarikan mereka dengan lawan jenis. Namun, bersikaplah empati dan dengarkan ceritanya secara saksama.

Anda dapat membuka obrolan saat melakukan aktivitas bersama, seperti menonton TV, jalan-jalan, atau makan. Ini akan membuat anak lebih nyaman untuk menceritakan apa yang mereka rasakan dan memudahkan mereka menerima informasi yang Anda berikan.

Anda juga dapat memberikan bekal tentang cara menyelamatkan diri jika ada orang asing yang ingin menyentuh tubuhnya secara tidak sopan atau hal-hal yang tidak baik dilakukan terhadap teman dengan jenis kelamin yang berbeda.

Bagi orang tua baiknya berikan kepada anak usia pra sekolah pengajaran tentang :

1. Anatomi tubuh

Lewat video edukasi, buku cerita, bercermin, saat mandi.

2. 4 area  pribadi

Mulut, dada, bokong, alat kelamin. Tidak boleh disentuh, kecuali oleh orang tua, keluarga dekat, dan dokter tentunya dengan didampingi orang tua.

3. Bad touch

Sentuhan di 4 area pribadi, sentuhan yang bikin anak tak nyaman.

4. Good tuch

Di Kepala, tangan, dan kaki. Sentuhan baik, boleh, tanda saying dan diterima anak.

Baca Juga : Cara Safety Buang Obat Kadaluwarsa Atau Tidak Terpakai

Kemudian, terdapat beberapa hal yang perlu dihindari:

1. Berlebihan saat gemas sama anak.

2. Tepuk pantat anak karena gemas

3. Sebut vagina dan penis dengan istilah lain.

Jadikanlah waktu mandi sebagai kebiasaan harian diantaranya:

1. Tutup pintu kamar mandi saat mandikan anak dan saat anak BAB/BAK

2. Pakaikan anak pakaian dalam saat main air atau mandi di luar rumah kamar mandi

3. Biasakan buka baju anak di dalam kamar mandi

4. Biasakan anak pakai handuk setelah mandi

5. Biasakan anak ganti baju di kamar atau ruangan tertutup

Begitu pula saat ke toilet umum. Kalau memungkinkan anak laki-laki sama ayah dan anak perempuan sama ibu. Mandi bareng orangtua? Anak laki-laki sama ayah, anak perempuan sama ibu.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Annisa Januarsi
Sumber : Alodokter