Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Edukasi

Pembelajaran Berbasis Proyek Mampu Meningkatkan Minat Belajar Siswa

01 Aug 2022, 21:40 WIB
Para Dewan Guru dan Peserta Didik SMP Negeri 1 Banjarmasin Kalimantan Selatan.(Ist/GTK Kemendikbudristek RI)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan di sekolah penggerak dinilai mampu meningkatkan minat belajar siswa.

Kepala SMP Negeri 1 Banjarmasin Kalimantan Selatan, Gusti Khairur Rahman mengatakan para siswa antusias dan bersemangat melakukan proyek-proyek yang diprogramkan.

Orang tua siswa juga mengapresiasi model pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka tersebut.

“Anak-anak antusias mengerjakan tugas-tugas sebagai bagian dari proyek yang kami programkan, mereka juga aktif bekerja sama dengan siswa lain,” ujar Gusti, di SMPN 1 Banjarmasin, Rabu, 20 Juli 2022.

Orang tua siswa juga mendukung dan memberikan kontribusi dalam bentuk biaya untuk pembelian bahan-bahan yang dibutuhkan.

Pada awal implementasi Kurikulum Merdeka, pihaknya mengalami kesulitan untuk merumuskan proyek yang tepat bagi sekolahnya.

“Panduan yang rinci kan tidak ada. Jadi kami rapat menentukan proyek di awal, kami membuat acuan semacam modul untuk proyek sampai dimasukkan untuk evaluasi proyeknya, tapi itu menurut versi kami,” ungkapnya.

Baca Juga : Sekda Ketapang Membuka Open Tournament Karya Mukti Cup 2022 Dalam Rangka Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 77


Proyek-proyek yang diprogramkan tersebut senantiasa dievaluasi dan dikonsultasikan dengan pembimbing dan pengawas sekolah.

Pada tahun pertama implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 1 Banjarmasin, proyek-proyek yang diprogramkan antara lain membuat kue-kue khas Kalimantan Selatan, proyek kewirausahaan, dan lain-lain.

Senada dengan Gusti Khairur Rahman, Kepala Sekolah SMA Islam Terpadu (SMA IT) Ukhuwah Banjarmasin Khairul Hadi juga menyatakan hal serupa.

Para siswa di SMA IT Ukhuwah gembira dan antusias mengikuti pembelajaran berbasis proyek.

“Proyek di sekolah kami antara lain menyablon kaos dengan menggunakan bahan-bahan alami, atau istilahnya eco-printing. Anak-anak semangat sekali dengan proyek tersebut,” katanya Kamis, 21 Juli 2022.

Dalam mengerjakan tugas-tugas tersebut, siswa di SMA IT Ukhuwah diminta menuliskan aktivitasnya dalam bentuk jurnal.

“Kami minta mereka membuat jurnal aktivitas, misalkan: bertanya kepada teman, meminjamkan peralatan kepada teman, bekerja sama dengan teman. Dari situ kami bisa mengevaluasi dimensi-dimensi apa dalam profil pelajar Pancasila yang sudah berjalan, dan dimensi apa yang belum terwadahi,” sebutnya.

Ia mengakui bahwa, penerapan pembelajaran berbasis proyek di sekolahnya belum optimal, namun pihaknya terus belajar dan melakukan evaluasi yang berkesinambungan.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Annisa Januarsi
Sumber : Edukasi Borneo