Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > News

Pemda Kubu Raya Minta Kemenag Pastikan Kuota Sertifikasi Halal Untuk Daerah

20 Jan 2022, 08:18 WIB
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Nora Sari Arani. (Ant)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Kubu Raya, Nora Sari Arani mengatakan pihaknya meminta kepada Kemenag untuk memastikan kuota sertifikasi halal bagi UMKM di kabupaten Kubu Raya.

"Kami menyambut baik adanya pengurangan biaya pembuatan sertifikat halal dari MUI untuk UMKM, di mana saat ini harganya menjadi 650 ribu. Untuk itu ini patut kita apresiasi, karena ini pastinya akan sangat meringankan pelaku UMKM kita dalam membuat sertifikat halal tersebut," kata dia di Sungai Raya, Rabu 19 Januari 2022.

Namun, pihaknya meminta kepada Kemenag untuk memastikan ketersediaan kuota pengurusan sertifikasi halal tersebut untuk UMKM Kubu Raya.

Baca Juga : Gradasi dan Diskominfo Kubu Raya Gelar Seri Webinar Literasi Digital

"Jangan sampai UMKM sudah mendaftar namun kuota terbatas, ini tentu perlu di antisipasi," tuturnya.

Terkait dengan pengurangan harga pembuatan sertifikat halal tersebut, Pemda Kubu Raya melalui Dinas Koperasi UKM dan Perindag sudah menyosialisasikan hal ini kepada UMKM, agar pelaku usaha di Kubu Raya bisa segera mendaftarkan diri.

"Tapi sekali lagi, harus ada kejelasan dari Kemenag terkait kuota untuk setiap kabupaten/kota," katanya.

Baru-baru ini, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menurunkan biaya sertifikasi halal reguler (berbayar), khususnya bagi usaha mikro dan kecil (UMK), yang sebelumnya sebesar 3 juta hingga 4 juta saat ini hanya 650 ribu.

Baca Juga : Pemkab Kubu Raya Optimistis Capai 70 Persen Vaksinasi Hingga Akhir Januari

Beberapa ketentuan tarif sertifikasi halal di antaranya untuk UMK berlaku tarif 0 melalui mekanisme "self declare" atau deklarasi halal secara mandiri. Biaya sertifikasi halal reguler untuk UMK dipatok 650 ribu dengan rincian 300 ribu untuk pendaftaran dan penetapan kehalalan produk, 350 ribu untuk pemeriksaan kehalalan produk oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

Penurunan biaya itu bagian dari komitmen afirmasi yang dilakukan pemerintah untuk pelaku UMK dengan tujuan untuk stimulasi, khususnya pada masa pandemi COVID-19, di mana dengan adanya penurunan harga ini ditargetkan Kemenag bisa mengeluarkan 10 juta sertifikasi halal.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Antara