Tuesday, 30/11 04:25:10
Satuan Latihan Mujahidin Pontianak raih juara umum Kejurda Tarung Derajat Kalbar 2021 yang dilaksanakan secara langsung sejak Kamis, 25 November 2021 hingga Minggu, 28 November 2021.

Home > Nasional

Pemerintah Batasi Mobilitas Masyarakat Saat Libur Akhir Tahun

27 Oct 2021, 13:20 WIB
Photo archive - Train passengers at the Pasar Senen Station, Jakarta, October 26, 2021. The government has decided to cancel the year-end collective holidays in an effort to curb the spread of COVID-19. (Ant)

EDUKASIBORNEO, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mencabut hari libur bersama dari jadwal libur Natal tahun ini untuk menekan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun guna mencegah lonjakan jumlah kasus COVID-19.

Seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima pemerintah di Jakarta, Rabu, penghapusan cuti bersama untuk libur Natal pada 24 Desember diatur dalam keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. dan Reformasi Birokrasi terkait libur nasional dan cuti bersama tahun 2021.

"Kebijakan ini diterapkan untuk membatasi mobilitas masyarakat yang masif selama liburan akhir tahun," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Baca Juga : Melihat Kesiapan Penyelenggaraan Peparnas XVI Papua

Pemerintah juga melarang pegawai negeri sipil (ASN) mengambil cuti selama hari libur nasional.

Menteri Effendy telah mengeluarkan surat edaran tentang pembatasan cuti bersama bagi ASN dan kegiatan perjalanan ke luar daerah selama liburan akhir tahun 2021.

“Kami berupaya menekan mobilitas semaksimal mungkin. Kami membatalkan cuti bersama serta melarang ASN mengambil cuti,” tambahnya.

Effendy juga mengimbau masyarakat secara umum untuk tetap berada di rumah selama liburan akhir tahun.

“Saya berharap ada kampanye besar-besaran untuk mengimbau masyarakat agar tidak bepergian dan tidak kembali ke kampung halaman atau bepergian untuk tujuan non-primer,” katanya.

Baca Juga : Presiden Jokowi Ingatkan Seluruh Kepala Daerah Percepat Vaksinasi COVID 19

Orang dengan kebutuhan perjalanan harus mematuhi persyaratan perjalanan dan menjalani pemeriksaan ketat.

Mereka harus divaksinasi dan menunjukkan hasil negatif tes PCR untuk transportasi udara dan hasil negatif tes antigen cepat untuk transportasi darat.

“Kami berharap jumlah penumpang yang bepergian dapat dibatasi dan juga dikendalikan. Hal ini terutama penting dalam pemantauan untuk menghindari kemungkinan penularan COVID-19 yang tinggi setelah liburan akhir tahun,” tambahnya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Antara