Wednesday, 27/10 17:30:29
Satuan tugas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti dan Tentara Diraja Malaysia (TDM) Batalion 500 dan TDM Batalion 602 memperkuat kerja sama pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Home > Suara Mahasiswa

Pendidikan Multikultural di Indonesia

19 Feb 2021, 14:59 WIB
Ilustrasi Foto Selfie Warga Negara dengan Latar Belakang Ras Berbeda Namun Tetap Saling Berteman.(EBC)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Pendidikan multikultural sangat perlu diterapkan dan dipelajari apalagi kita tinggal di negara dengan keanekaragaman budaya. Satu sisi keragaman itu rawan memancing konflik antar suku.

Sebab itu melalui pendidikan multikultural kita dapat memberikan pengajaran agar tidak  memandang status sosial, gender, orientasi seksual atau latar belakang etnis, ras atau budaya.

Keanekaragaman menjadikan Indonesia sebagai wilayah majemuk. Lembaga pendidikan atau kelompok masyarakat perlu menerapkan berupa pembelajaran mengenai etnis, agama, budaya, tradisi, adat istiadat dan keberagaman lainnya yang lebih kompleks.

Untuk memahami keanekaragaman bisa kita lakukan dengan memahaminya melalui pendidikan di sekolah formal, informal dan diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.

Pendidikan multikutural penting untuk dipelajari dan dikembangkan agar masyarakat Indonesia dapat memahami pentingnya menjaga kerukunan, toleransi dan saling menghargai serta menghormati  budaya yang berbeda dan beragam. Selain itu, dengan  menerapkan pendidikan multikultural di kehidupan diharapkan dapat meningkatkan keharmonisan antar etnis yang berbeda budaya agar terciptanya kedamaian tanpa memandang perbedaan yang ada.

Baca Juga : Pendidikan Inklusif di Indonesia

Baca Juga : Belajar Tentang Mental Entrepreneurship dari Mark Zuckerberg

Pendidikan multikultural mengedepankan proses pengembangan seluruh potensi manusia yang menghargai pluralitas dan heterogenitasnya sebagai konsekuensi keragaman budaya, etnis, suku, agama dan aliran.

Filosofi pendidikan multikultural  berangkat dari pluralism budaya dalam sistem pendidikan yang didasarkan pada prinsip - prinsip persamaan atau equality, saling menghormati, menerima, memahami dan komitmen moral untuk keadilan sosial.

Terkadang kita menjumpai kasus mengenai konflik antar ras dan biasanya disebabkan munculnya sifat etnosentrisme ataupun sebab lain. Penerapan pendidikan multikultural inginnya menanamkan sikap simpatik, respek, apresiasi, dan empati terhadap penganut agama dan budaya yang berbeda.

Selain itu, bisa digunakan sebagai instrument strategis pengembangan kesadaran atas kebanggaan seseorang terhadap bangsanya. Melalui pendidikan multicultural dapat memberikan pengajaran terutama untuk siswa yang tidak memandang status sosial, gender, orientasi seksual atau latar belakang etnis, ras dan budaya.

Di Indonesia, pendidikan multikultural relatif baru dikenal sebagai suatu pendekatan yang dianggap lebih sesuai bagi masyarakat Indonesia yang heterogen, terlebih pada masa otonomi dan desentralisasi.

Pendidikan multikultural sejalan dengan pengembangan demokrasi yang dijalankan sebagai rangkaian kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Apabila hal itu dilaksanakan dengan tidak berhati - hati justru memancing disintegritas.*/ans

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Arini Amelia Utami Saputri (Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Tanjungpura)
Sumber : Edukasi Borneo