Materi PKn SMA Kelas 10 Semester Ganjil Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Home > Edukasi

Pendidikan Politik Generasi Muda Untuk Peradaban Bangsa

25 Sep 2022, 16:08 WIB
Pitalis Mawardi B, S.Pd, M.Pd, Ph.D (Dosen dan CEO Media Edukasi Borneo, Lulusan S3 UniSZA Malaysia)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Meskipun tidak punya rencana terjun di dunia politik atau pemerintahan, akan lebih baik jika masyarakat melek politik.

Karena banyak kebijakan – kebijakan di negeri ini di pengaruhi oleh keputusan politik.

Kesadaran politik pada masyarakat bisa dimulai dari generasi mudanya.

Saat membahas politik dan generasi muda, seringkali kita fokus hanya pada satu hal, yaitu partisipasi anak muda dalam pemilihan umum.

Meskipun sebenarnya ada banyak lagi yang juga memiliki urgensi.

Pertanyaannya adalah, bagaimana seharusnya pendidikan politik dilakukan?

Sebelum membahas tentang urgensi pendidikan politik untuk generasi muda, alangkah baiknya kita ingat kembali definisi tentang politik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), politik adalah; 1. (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (seperti tentang sistem pemerintahan, dasar pemerintahan).

2. segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain. 3. cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah).

Aspek politik dan generasi muda yang akan kita bahas kali ini adalah seperti poin (3) di atas.

Pengertian politik dalam aspek sederhana adalah menyangkut strategi cara bertindak dalam berbagai situasi.

Pada titik tertentu, sikap dan kesadaran berpolitik generasi muda tidak lepas dari bidang-bidang yang menjadi ketertarikan individu.

Dari ketertarikan itulah muncul kesadaran, dan akhirnya memberikan kontribusi yang bernilai.

Baca Juga : Pentingnya Website Sekolah yang Wajib di Ketahui


Siapa Generasi Muda yang Dimaksud?

Generasi muda yang kita maksud adalah generasi Z, yaitu mereka yang lahir antara tahun 1997 sampai 2012.

Tahun lahir generasi Z ada beberapa versi, sebagaimana penggambaran generasi sebelumnya, yaitu generasi millennial yang juga ada beberapa versi rentang tahun kelahiran.

Sebagian besar generasi Z sudah terpapar dengan keberadaan akses teknologi internet sejak kecil.

Preferensi mereka tentang banyak hal jelas berbeda dari generasi-generasi pendahulunya.

Berdasarkan data yang di rilis Badan Pusat Statistik, jumlah generasi Z di Indonesia saat ini adalah mencapai 74,93 juta jiwa.

Angka tersebut berarti sama dengan 27,94 persen.

Tentu dengan jumlah yang besar ini akan memberi kontribusi penting jika diberdayakan dengan optimal melalui pendidikan politik yang memadai.

Melihat persepsi generasi muda terhadap politik di era digital bagaimana pendapat anda saat ini tentang urgensi pendidikan politik?

Bukan hanya berlaku untuk situasi hari ini, tapi para filsuf zaman dulu pun sudah memiliki pemikiran tentang politik.

Bersumber dari pemikiran tokoh-tokoh populer itulah yang pada akhirnya mempengaruhi persepsi masyarakat tentang politik.

Namun kenyataannya, persepsi tentang politik sejak dulu masih diwarnai beberapa kontradiksi.

Misalnya seperti salah satu pemikiran filsuf Plato (427-348 SM) tentang politik yang satu ini.

“Salah satu hukuman menolak berpartisipasi dalam politik adalah akhirnya diperintah oleh orang yang tidak kompeten.”

Kolumnis Amerika, Cal Thomas juga memberi pandangan lain tentang aktivitas berpolitik.

“Salah satu alasan orang membenci politik adalah bukan kebenaran menjadi tujuan politisi, tapi pemilihan dan kekuasaan.”

Baca Juga : Mendikbudristek Bicara Tentang Digital Learning and Transformation Dalam KTT PBB di AS

Lalu bagaimana sudut pandang generasi Z? Bukan hanya di Indonesia, di banyak negara sebenarnya juga menghadapi tantangan yang sama.

Seperti di lansir dari hasil penelitian European Commission (2013) ditemukan bahwa pandangan generasi Z tentang bilik suara pemilu hanyalah satu dari berbagai kanal partisipasi.

Di sisi lain, keterhubungan secara digital sudah banyak membentuk persepsi generasi Z Inggris.

Perasaan keterlibatan sebagai bagian dari masyarakat global membuat mereka peduli dengan isu internasional, khususnya yang berpengaruh secara regional, misalnya terorisme dan krisis di Eropa.

Dalam era saat ini, persoalan yang di hadapi bangsa bisa saja berbeda dan semakin kompleks, tapi satu poin penting ketika membahas generasi Z dan politik.

Yaitu konektivitas digital yang juga sangat erat dengan keberlangsungan hidup yang sedang dijalani.

Generasi Z memang terlihat relatif lebih cepat tanggap untuk tahu masalah di masyarakat.

Tapi di sisi lainnya, koneksi digital belum tentu sama konkretnya dengan membangun koneksi secara nyata.

Generasi muda perlu memiliki kepedulian dalam kondisi bangsa seperti apapun, politik tetap berjalan dengan berbagai strategi.

Dibutuhkan Kepedulian dan Kerjasama dari berbagai elemen masyarakat. Hal ini tidak bisa dipandang dari satu arah saja, yaitu misalnya dari pemerintah kepada rakyat.

Agar generasi muda melek politik, perlu penguatan Pendidikan politik, Pendidikan politik perlu di rumuskan sedemikian rupa, secara komprehensif agar menghasilkan generasi millennial yang cerdas dan berkualitas.  

Pendidikan politik berfungsi untuk memberikan isi dan arah serta pengertian kepada proses penghayatan nilai-nilai yang sedang berlangsung.

Dalam filosofi pendidikan, belajar merupakan sebuah proses panjang seumur hidup artinya pendidikan politik perlu dilaksanakan secara berkesinambungan agar masyarakat dapat terus meningkatkan pemahamannya terhadap dunia politik yang selalu mengalami perkembangan.

Dan pada akhirnya, system pendidikan politik yang berkesinambungan diperlukan mengingat masalah-masalah di bidang politik sangat kompleks dan dinamis.

Pendidikan politik bagi generasi muda sejak dini amatlah urgent dalam rangka mendukung perbaikan sistem politik di tanah air dan untuk kelansungan peradaban bangsa. Semoga. 

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Pitalis Mawardi B, S.Pd, M.Pd, Ph.D (Dosen dan CEO Media Edukasi Borneo, Lulusan S3 UniSZA Malaysia)
Sumber : Edukasi Borneo