Wednesday, 27/10 16:36:26
Satuan tugas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti dan Tentara Diraja Malaysia (TDM) Batalion 500 dan TDM Batalion 602 memperkuat kerja sama pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Home > Suara Mahasiswa

Pentingnya Pendidikan Agama Untuk Anak

13 Feb 2021, 12:33 WIB
Ilustrasi (EBC)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Pendidikan agama satu diantara pendidikan dasar, yang penting untuk anak-anak. Pendidikan agama memungkinkan peserta didik untuk menjalankan perannya secara mandiri berdasarkan pengetahuannya tentang ajaran agama dan menjadikannya ahli dalam ilmu agama.

Pendidikan agama resmi dilaksanakan di sekolah terutama di lembaga pendidikan keagamaan. Pendidikan agama di lingkungan keluarga menjadi dasar membangun karakter anak. Sehingga pendidikan agama sangat penting di usia sekolah 8 sampai 18 tahun.

Tetapi masih ada yang menganggap pendidikan agama tidak terlalu penting. Kurangnya bekal keimanan beragama menjadi satu faktor pendorong keresahan di masyarakat misalkan kasus kriminalitas, kurangnya moral itu karna tidak adanya pendidikan agama yang membekas di dirinya, baik itu di luar seperti di sekolah maupun di lingkungan keluarga.

Baca Juga : Peran Orang Tua Dalam Pembentukan Pendidikan Karakter Saat Belajar dari Rumah

Baca Juga : Kemana Arah Pendidikan Karakter Kita?

Tujuan pendidikan agama adalah mengembangkan kemampuan peserta didik memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama. Pendidikan biasanya dibagi menjadi 2 yaitu pendidikan sekolah dan pendidikan dari luar sekolah. Ini membuat proses pembelajaran ada di manapun bagi siapa saja dan tidak terbatas.

Pendidikan di luar kampus atau sekolah merupakan kesempatan untuk berkomunikasi rutin setiap saat. Orientasinya seseorang akan mendapatkan informasi, pengetahuan, pelatihan serta memberi bimbingan sesuai usia dan kebutuhan hidup. Tujuannya adalah pembangunan tingkat keterampilan, sikap dan nilai sehingga keseimbangan dapat tercapai. Begitupula dalam kelompok dan komunitas, mereka dapat berpartisipasi. 

Keluarga berperan membimbing ajaran keagamaan yang diamalkan secara jasmani dan rohani. Dalam proses pelaksanaannya, proses pendidikan agama di lingkungan keluarga berlangsung antara orang dewasa yang bertanggung jawab membimbing anak - anak mencapai tujuan pendidikan. Ibu dan Ayah adalah sosok pendidik dalam lingkungan keluarga, selain itu tidak ada salahnya jika mendatangkan guru agama untuk mengajar anak - anaknya di rumah.

Dorongan atau motivasi kewajiban orang tua terhadap kewajiban mendidik anak. Tanggung awab ini mencakup nilai-nilai spiritual dan agama yang ditanamkan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan agamanya masing-masing, serta tanggung jawab spiritual yang didorong oleh kesadaran untuk menjaga harkat dan martabat keluarga.

Terkait dengan pendidikan berkelanjutan untuk masa depan bagi kehidupan anak, pendidikan dalam lingkungan keluarga, termasuk pendidikan agama, merupakan hal yang penting dapat diberikan orang tua kepada anaknya untuk menghadapi masa depan. Nantinya dalam kehidupan bermasyarakat, ini merupakan upaya mempersiapkan diri atau bekal agar anak siap dengan lingkungannya.

Jika tidak jika dia berasal dari lingkungan keluarganya sendiri dukungan itu, semuanya akan sia - sia. Sebab ekosistem dibangun dari lingkungan terkecil untuk mempersiapkan manusia menghadapi dunia yang lebih besar.

Peran orang tua sangat besar dalam membimbing anak menerima ajaran agama, seperti memperkuat semangat, akhlak dan adap atau sikap dan perilaku anak. Menegaskan keberadaan kitab suci, meyakini imam, nabi dan rasul, menjalankan kewajiban dalam beragama di kehidupan sehari – hari agar manusia mampu menjadi manusia seutuhnya yang saling membaikkan selama hidup.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Ari Rahmat Fitrian (Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah, Universitas Tanjungpura)
Sumber : Edukasi Borneo