Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Kolom Guru

Perbedaan Tes Formatif Dan Tes Sumatif Dalam Penilaian

06 Jun 2022, 08:39 WIB
Ilustrasi Melaksanakan Tes Formatif dan Tes Sumatif Dalam Penilaian.(Ebc/Freepik)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Tes formatif  ialah yang dilaksanakan setelah selesainya satu pokok bahasan. Tes ini berfungsi untuk menetukan tuntas atau tidaknya satu pokok bahasan. Sedangkan Tes sumatif yaitu tes yang diberikan setelah sekumpulan satuan program pembelajaran selesai diberikan.

Tes formatif yaitu suatu bentuk tes yang bertujuan untuk memberikan feedback atau umpan balik ke peserta didik.

Tes ini dilakukan pada saat sedang berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Lebih tepatnya tes formatif dilakukan setiap akhir suatu topik atau pokok bahasa.

Tes ini juga dimaksudkan untuk memantau sampai sejauh mana peserta didik mencapai kemajuannya selama proses belajar.

Selain itu juga, tes ini berfungsi untuk mengetahui kelemahan yang terjadi selama proses belajar mengajar berlangsung sehingga dapat melakukan perbaikan agar proses pembelajaran yang dilakukan guru dan hasil belajar peserta didik dapat lebih baik lagi.

Fungsi tes formatif sebetulnya untuk mengetahui suatu tingkat keberhasilan dan kegagalan dalam kegiatan belajar mengajar.

Tak hanya itu saja, tes ini juga berfungsi untuk mengetahui masalah-masalah dan hambatan apa saja yang dialami saat proses belajar mengajar.

Manfaat Tes Formatif

1. Apakah siswa sudah memahami dan menguasai materi dengan baik atau belum. Jika siswa telah mencapai 75 persen pemahaman materinya atau lebih maka siswa tersebut dapat mengikuti program berikutnya.

2. Untuk mengetahui mayoritas atau kebanyakan siswa yang telah memahami pelajaran secara menyeluruh dalam mengerjakan soal.

Jika tingkat kegagalan kurang dari 60 persen maka guru wajib melakukan pengulangan materi kepada seluruh siswa.

Jika tingkat keberhasilan siswa mencapai di atas 60 persen, maka tugas guru yaitu melakukan pengulangan materi pada siswa yang belum paham secara sendiri-sendiri atau individu.

3. Dapat membantu guru untuk menentukan cara mengajar. Apakah masih memakai cara yang sama atau harus meggantinya.

4. Dapat mengetahui apakah guru memerlukan media untuk meningkatkan tingkat keberhasilannya dalam mengajar.

5. Dapat mengetahui apakah alat evaluasi dan metode yang digunakan sudah tepat atau belum.

Tes sumatif dilaksankan dengan tujuan untuk menentukan nilai yang menjadi lambang keberhasilan siswa setelah mereka menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.

Baca Juga : Upaya Mewujudkan Kantin Sehat di Lingkungan Sekolah


Manfaat dari tes sumatif ialah sebagai berikut:

1. Menentukan kedudukan atau rangking masing-masing siswa di kelompoknya. Untuk menentukan nilai.

2. Menentukan dapat atau tidaknya siswa melanjutkan program pembelajaran berikutnya.

3. Menginformasikan kemajuan siswa untuk disampaikan kepada pihak lain seperti orang tua dan sekolah.

Jika tes sumatif dilaksanakan pada tiap akhir semester, maka pada setiap akhir jenjang pendidikan dilaksanakan tes akhir atau biasa disebut evaluasi belajar tahap akhir, untuk mengisi catatan kemajuan belajar siswa yang sudah dia capai.

Tes sumatif berisi tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa setelah program pembelajaran selesai dikerjakan.

Pada umumnya tes sumatif dilaksanakan pada akhir semester, oleh sebab itu tes sumatif dapat disebut ujian akhir semester, atau sekarang ini lebih populer dengan nama Penilaian Akhir Semester (PAS), agar hasil yang ditargetkan dapat tercapai, tes sumatif dapat diisi dengan tugas-tugas yang memiliki tingkat kesukaran rendah yang telah diujikan dalam tes formatif.

Perbedaan Penilaian Formatif dan Sumatif

Di dalam Permendikbud Nomor 53 tahun 2015, disebutkan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan informasi atau bukti tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis.

Penilaian dilakukan melalui observasi, penilaian diri, penilaian antar teman, ulangan, penugasan, tes praktik, projek, dan portofolio disesuaikan dengan karakteristik kompetensi.

Secara umum, penilaian hasil belajar dilaksanakan untuk memenuhi fungsi formatif dan sumatif dalam penilaian.

Sedangkan secara khusus, penilaian hasil belajar oleh pendidik berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan remidial.

Prinsip-prinsip Penilaian

Penilaian harus dilakukan dengan benar berdasarkan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan.

Berikut ini adalah prinsip-prinsip dalam penilaian.

1. Mendidik

Mendidik artinya proses penilaian hasil belajar harus memberikan sum­bangan positif pada peningkatan pencapaian hasil belajar siswa.

2. Terbuka

Terbuka artinya prosedur penilaian, kriteria penilaian atau pun dasar peng­ambilan keputusan harus disampaikan secara transparan dan diketahui oleh pihak-pihak terkait.

Baca Juga : Kesehatan Mental Pekerja di Sekolah

3. Menyeluruh

Menyeluruh artinya penilaian hasil belajar yang dilakukan harus meliputi as­pek kompetensi yang akan dinilai.

4. Terintegrasi

Terintegrasi artinya penilaian tidak hanya dilakukan se­te­lah siswa menyelesaikan pokok bahasan tertentu, tetapi selama pro­ses pembelajaran.

5. Objektif

Objektif artinya proses penilaian yang dilakukan harus meminimalkan pengaruh-pengaruh atau pertimbangan subjektif dari penilai dan tidak ada siswa yang diuntungkan atau dirugikan.

6. Sistematis

Sistematis artinya penilaian harus di­lakukan secara terencana dan bertahap serta berkelanjutan untuk dapat mem­peroleh gambaran tentang perkembangan siswa.

7. Berkesinambungan

Perbedaan Penilaian Formatif dan Sumatif

Penilaian formatif berbeda dengan penilaian sumatif. Penilaian sumatif dilaksanakan pada akhir pembelajaran satu atau beberapa kompetensi dasar.

Hasil penilaian sumatif digunakan untuk membuat keputusan apakah seorang peserta didik dapat melanjutkan atau tidak dapat melanjutkan ke kompetensi berikutnya, naik kelas atau tidak, dan lulus atau tidak lulus.

Hasil penilaian sumatif diperhitungkan dalam pengolahan nilai pada buku rapor. Selain itu, hasil penilaian sumatif juga dapat dipakai untuk memutuskan tujuan dan kegiatan pembelajaran

Ada sejumlah perbedaan utama antara penilaian formatif dan penilaian sumatif.


Tabel perbedaan yang utama antara penilaian formatif dan penilaian sumatif. 

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Bibiana, S.Pd (Guru SMA Negeri 2 Pontianak)
Sumber : Edukasi Borneo