Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > News

PERHATIAN Kemenkes RI umumkan Kasus Pertama Cacar Monyet di Indonesia

20 Aug 2022, 20:37 WIB
Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril Saat Mengumumkan Kasus Pertama Kasus Cacar Monyet Pertama di Indonesia, Sabtu 20 Agustus 2020

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Kementerian Kesehatan RI melalui juru bicaranya Mohammad Syahril mengumumkan adanya pesien pertama cacar monyet di Indonesia.

"Hari ini pasienya ada satu yang terkonfirmasi, dari DKI Jakarta. Seorang laki-laki berumur 27 tahun," ujar Syahril dalam keterangan persnya, Sabtu 20 Agustus 2022.

Dirinya mengatakan pasien tersebut diambil sampel PCR pada Jumat 19 Agustus 2022 malam.

BACA JUGA : Jokowi Kenakan Pakai Adat Sultan Buton Saat Upacara HUT ke 77 RI di Istana Negara



"Oleh Karena itu, benar apa yang dikatakan WHO bahwa semua negara harus memiliki tingkat kewaspadaan terhadap ini," ujarnya.

"Pasien tersebut baru pulang dari luar negeri dengan gejala, pada tanggal 14 Agustus ada demam dan pembesaran kelenjar limfe. akan tetapi kondisi pasien tersebut baik. artinya tidak sakit berat," ujarnya.

Dirinya memaparkan bahwa penderita cacar monyet pertama di Indonesia tersebut juga mengalami ruam-ruam di muka, telapak tangan dan kaki.

"Ada kesigapan dari tenaga kesehatan saat pertama kali melihat gejala awal dengan merespon untuk melakukan PCR dan tadi malam sudah keluar hasilnya," ujarnya.

Dirinya menambahkan jika merujuk pada istilah Covid-19, Pasien Pertama cacar monyet tersebut masuk kategori dengan gejala ringan. Sehingga tidak perlu dirawat di rumah sakit dan Isolasi.

Cacar monyet adalah penyakit akibat infeksi virus monkeypox, yang menyebabkan penderitanya alami ruam akut seperti papula (jerawat menonjol), vesikel atau pustula (jerawat berisi nanah) yang tidak bisa dijelaskan di negara non endemis atau negara selain Afrika.

Wabah cacar monyet dikonfirmasi pada 6 Mei 2022 di Britania Raya, yang diawali pada saat penduduk Inggris bepergian ke Nigeria di Afrika Barat, tempat penyakit ini bersifat endemis.

Selama berada di sana, penduduk menunjukkan gejala dan tanda klinis yang konsisten dengan cacar monyet pada tanggal 29 April 2022. (*)

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Edukasi Borneo