Thursday, 22/04 17:08:19
Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Asosiasi Game Indonesia meluncurkan buku digital berjudul Peta Ekosistem Industri Game Indonesia 2020.

Home > Daerah > Ketapang

PLN Segera Bangun Jaringan Listrik Berkekuatan 150 Kilovolt di Kendawangan Hingga Sukamara

18 Feb 2021, 14:39 WIB
Penandatanganan PLN Kalbar dan Pemkab Ketapang Terkait Persetujuan pembangunan SUTT 150 kV Kendawangan-Sukamara yang digelar PLN bersama Pemrov Kalbar dalam kegiatan Konsultasi Publik (Ist/ Humpro Ketapang)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (PLN UIP Kalbagbar) bersama Pemprov Kalbar dan Pemkab Ketapang melakukan konsultasi publik terkait penetapan lokasi proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Kendawangan - Sukamara.

“Kegiatan konsultasi publik ini merupakan tindak lanjut kegiatan sosialisasi yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Desember 2020 lalu. Hal ini dilakukan bertujuan agar masyarakat memperoleh pemahaman dan memiliki kesepakatan bersama dengan PLN dalam proses pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN),” ujar Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Sri Jumiadatin di Pontianak, Rabu 17 Februari 2021.

Kegiatan konsultasi publik dilakukan lima desa di Kabupaten Ketapang. Lima desa tersebut ialah Desa Mekar Utama dan Desa Kedondong di Kecamatan Kendawangan, Desa Durian Jaya di Kecamatan Air Upas, Desa Pelanjau Jaya di Kecamatan Marau, dan Desa Jambi di Kecamatan Manis Mata.

Baca Juga : PLN Kalbar Pastikan Penyaluran Stimulus Listrik Lancar

Ia menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalbar sendiri bertindak sebagai mediator kegiatan yang mendampingi PLN hingga segenap tahapan penetapan lokasi selesai. Kegiatan konsultasi publik ini diikuti oleh para pemilik lahan yang nantinya akan dilintasi pembangunan proyek ini.

“Mengingat untuk pengadaan tanah bagi proyek-proyek pembangunan oleh pemerintah termasuk BUMN lebih dari 5 hektare merupakan kewenangan Gubernur melalui penetapan lokasi pembangunannya dalam Keputusan Gubernur,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Manager Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Kalbagbar, Hariyadi menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya agar setiap tahapan dalam penerbitan penetapan lokasi ini berjalan lancar dan sesuai target. Sebab hal ini akan sangat berpengaruh dalam jadwal pembebasan lahan dan proses konstruksi jaringan transmisi.

Baca Juga : PLN Bantu Peningkatan Produktivitas Tanaman Petani Hidroponik Pontianak

“Kami juga memperhatikan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, karena kegiatan konsultasi publik ini melibatkan banyak orang dalam pelaksanaannya,” jelas Hariyadi.

Pembangunan interkoneksi jaringan SUTT yang akan melintasi Kendawangan di Provinsi Kalbar sampai dengan Sukamara di Provinsi Kalteng ini ditargetkan dapat selesai pada tahun 2022.*/yuk

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : yayuk
Sumber : humpro ketapang