Monday, 21/06 07:58:50
Seorang kolektor Eropa membeli lukisan tiruan Mona Lisa dari Leonardo da Vinci yang dibuat pada abad ke-17 dengan harga 2,9 juta euro (sekitar 49,8 miliar), rekor untuk reproduksi Mona Lisa, dalam lelang di Christie's Paris, Jumat waktu setempat.

Home > Kabar Pendidikan > Kabar Sekolah

PTM Terbatas Bukan Sekolah Tatap Muka Biasa

10 Jun 2021, 15:12 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. (EBC)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meluruskan mispersepsi terkait pemberitaan pelaksanaan sekolah tatap muka (PTM) terbatas, tidak sama dengan sekolah tatap muka biasa.

"Apa yang Bapak Presiden sampaikan pada Senin 7 Juni 2021, lalu benar bahwa pembelajaran yang kita upayakan bersama adalah tatap muka terbatas. Sekali lagi, terbatas,”. Ujarnya di Jakarta Rabu 9 Juni 2021.

Nadiem menegaskan tidak ada perubahan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang telah dibuat.  SKB tersebut menuangkan aturan maksimal. Sekolah bisa menerapkan PTM terbatas dengan sedikit demi sedikit.

Baca Juga : Kemendikbudristek Ingatkan Jangan Banyak Materi Disampaikan Saat PTM Terbatas

Baca Juga : Kemendikbudristek dan Kemenag Luncurkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran PAUDdikdasmen Masa Pandemi

Diketahui bahwa sekitar 30 persen satuan pendidikan telah melakukan PTM terbatas sesuai situasi dan kondisinya masing-masing.

"Seperti halnya para guru, orang tua, dan murid yang saya dengar langsung keluhannya dalam melakukan pembelajaran jarak jauh, Bapak Presiden juga menyampaikan kepeduliannya,” Ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pembelajaran jarak jauh sangat memberatkan bagi orangtua, siswa dan guru.

"Beliau menyampaikan, kita harus memiliki keberanian untuk mendorong PTM terbatas yang tentu saja disertai penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat,” Tutupnya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Yoga Indrawan
Sumber : Edukasi Borneo