Satlantas Polresta Pontianak Pasang Pita Penggaduh di Kawasan Tertib Lalu Lintas

23 Feb 2021, 11:00 WIB
Satlantas Polresta Pontianak di Kalimantan Barat melakukan pemasangan pita penggaduh di Kawasan Tertib Lalu lints (KTL) yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak. (Ant)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Satuan Lalu Lintas Polresta Pontianak di Kalimantan Barat melakukan pemasangan pita penggaduh di Kawasan Tertib Lalu lintas (KTL) yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak.

"Kami berharap dengan dipasangnya pita penggaduh tersebut, maka bisa mengingatkan dan meningkatkan kesadaran para pengendara agar mematuhi kecepatan maksimal 40 kilometer per jam saat memasuki KTL," kata Kasatlantas Polresta Pontianak, Kompol Leo Sigal Hasibuan di Pontianak, Senin 22 Februari 2021.

Dia menjelaskan, pemasangan pita penggaduh tersebut dalam rangka mengurangi kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan protokol dan jalan akses utama yang menghubungkan dengan sejumlah jalan lainnya di Kota Pontianak.

Baca Juga : Satgas COVID-19 Pontianak Tutup Sementara XXI Ahmad Yani Mall

"Pemasangan tiga lapis pita penggaduh juga bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan para pengendara, baik pengendara roda empat maupun roda dua," ujarnya.

Dia menambahkan, yang terjadi selama ini masih banyak masyarakat mengendarai kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat yang melebihi batas kecepatan dari 40 kilometer per jam, kini sudah harus mematuhinya.

"Jadi kami di sini tidak berbicara pada penindakannya tetapi bagaimana mengajak masyarakat dan mengimbau dengan upaya rambu ataupun marka jalan ataupun pita penggaduh untuk mengurangi kecepatannya yang tujuannya ialah untuk kepentingan pengendara itu sendiri ataupun pengendara lain," katanya.

Leo Sigal menambahkan, dari hasil kajian yang telah pihaknya bersama instansi terkait lakukan, spesifikasi pembuatan pita penggaduh itu sudah sesuai aturan dan memastikan tidak ada pelanggaran yang terjadi.

Baca Juga : Wali Kota Pontianak Diminta Investigasi Lokasi Lahan Terbakar

"Sesuai Permenhub atau aturan yang berlaku ketebalan pita penggaduh adalah setebal 40 milimeter dengan bentang jarak sekitar 50 centimeter," ungkapnya.

Sementara itu, Yudi salah seorang pengendara menyatakan, kurang setuju dengan dipasangnya pita penggaduh tersebut, karena membuat jalan kendaraan menjadi tidak nyaman.

"Tadinya jalan kendaraan yang mulus, kini setelah dipasang pita penggaduh di tiga titik berdekatan di Jalan Ahmad Yani Pontianak, membuat kendaraan bergetar atau bergoyang," ujarnya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Antara