Ketua Yayasan Mujahidin Kalimantan Barat, Mulyadi mengatakan peringatan milad ke 42 tahun Lembaga Pendidikan Yayasan Mujahidin Kalimantan Barat ini sebagai moment refleksi peningkatan kualitas peserta didik dan pendidik.

Home > Sport

Shin Tae Yong Sebut Positif Negatif Timnas Indonesia

11 Jan 2022, 21:27 WIB
Pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae Yong didampingi Transleternya.(Ist)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK – Shin Tae Yong ungkap tiga kekurangan dan dua kelebihan pemain tim nasional Indonesia.

“Jujur, pertama memang kurang mental profesionalnya. Kedua, masalah makan. Ketiga, wheight training,” ujarnya dalam Podcast Deddy Corbuzier Selasa, 11 Januari 2022.

Pria 51 tahun itu menjelaskan bahwa, alasan kenapa atlet Sepak Bola harus latihan wheight training.

“Wheight training sangat-sangat penting untuk menguatkan otot, body, kalau tidak akan mudah cidera. Kalau main body kita tidak bisa mengeluarkan kemampuan masing-masing,” jelasnya.

“Setelah saya datang ke Indonesia, baru saya merasakan banyak sekali orang Indonesia yang tidak tahu kenapa kita harus wheight training. Bahkan di Eropa juga. Itu sangat-sangat penting,” tuturnya.

Deddy menanyakan apakah konsumsi atau pola makan orang Indonesia makannya tidak bagus.

“Orang Indonesia suka memakan nasi goreng, gorengan, makanan kurang protein, banyak korbohidrat, gula yang tidak berenergi,” ujarnya.

“Saya sedang mengubah pola makan itu menjadi lebih baik. Saat training camp Shin selalu mengubahnya. Namun saat selesai training camp kembali ke tim asalnya, tidak bisa terkontrol,” ungkapnya.

“Sebenarnya kembali ke kesadaran diri atlet sendiri,” tambahnya.

Baca Juga : Hasil Leg Pertama Final AFF 2020, Thailand Lumat Timnas Indonesia Empat Gol Tanpa Balas

Pemilik akun Instagram shintaeyong7777 dengan 775 ribu followers itu optimis sepak bola Indonesia akan lebih baik dan bisa menang dalam pertandingan-pertandingan yang akan datang.

Selain itu dia menilai keberadaan pemain naturalisasi

“Saya menginginkan pemain-pemain sepak bola keturunan Indonesia. Bukan yang tidak ada darah Indonesia nya. Sebenarnya kita tidak bisa sebut naturalisasi juga. Sebetulnya apakah pemain ini kita naturalisasikan atau Cuma ganti warga negara begitu,” terangnya.

Pelatih timnas Indonesia asal Korea Selatan itu, mengungkapkan alasan akhirnya mau melatih timnas Indonesia.

“Sebelumnya telah ada tawaran dari China dan Indonesia. Namun saya lebih tertarik melatih di timnas Indonesia. Karena melihat pemain-pemain Indonesia potensial,”

Deddy menanyakan kenapa tidak memilih melatih tim nasional China saja.

Baca Juga : Pelatih Shin Tae-Yong Tak Permasalahkan Timnas Tanpa Pratama Arhan Pada Leg Pertama

Shin mengatakan sebenarnya jika melihat uang aja, lebih tertarik ke China. Jauh gede, tetapi kalau lihat masa depan, Indonesia lebih kelihatan harapannya.

“Manusia harus punya impian dan masa depan,” sebutnya.

Ia mengungkapkan bahwa selama menjadi pelatih dirinya bukan tipe pelatih yang galak.

“Ya, tidak galak memang. Tetapi kalau ada yang salah itu benar-benar ditegaskan. Dan dimarahi,” katanya.

Pelatih timnas yang sudah menyelami Piala Dunia U20 di Korea dan Piala Dunia Rusia itu dihubungi Federasi Sepakbola Korea Selatan (KFA) menjelaskan bahwa Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria memberikan penawaran kepada dirinya untuk melatih timnas Indonesia.

Dia juga menilai pemain Indonesia bagus dalam kemauan dan kerja keras.

“Kemauan dan kerja keras pemain memang sangat-sangat baik. Tetapi karena tidak ada power jadi tidak bisa mengeluarkan kemampuan sebenarnya,” ujarnya.

“Kemudian secara organisasi harus baik dulu, baru bisa keluarkan kemampuan para atlet. Kalau dilatih satu-persatu mereka (para atlet) cepat menyerap,” katanya.

Selain itu dia menilai saat ini dirinya agak memikirkan dan melihat kebiasaan diluar lapangan baik dari persiapan ke lapangan sebelum pertandingan dimulai waktu yang diberikan sangat lama dibanding pemain Korsel.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Annisa Januarsi
Sumber : Podcast Deddy Cobuzier