Monday, 21/06 07:10:13
PT Energi Mega Persada (EMP) Malacca Strait, sebuah perusahaan nasional berencana melakukan eksploitasi (pengeboran) minyak di lahan seluas 17 ribu hektare (Ha), di wilayah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Home > Metropolis

Sosialisasikan Penerapan PPKM Mikro 5 Hari ke Depan, Pontianak Terapkan PPKM Mikro Ketat Senin 14 Juni 2021

09 Jun 2021, 09:59 WIB
Tim Satgas COVID-19 Kota Pontianak, Kalimantan Barat akan memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro juga akan diberlakukan secara ketat di wilayah kota itu dalam memutus rantai penyebaran COVID-19.(Ant)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Tim Satgas COVID-19 Kota Pontianak, Kalimantan Barat, akan memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro juga akan diberlakukan secara ketat di wilayah kota itu dalam memutus rantai penyebaran COVID-19.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono selaku Ketua Tim Satgas COVID-19 Kota Pontianak di Pontianak, Selasa 8 Juni 2021 malam, mengatakan berdasarkan hasil rapat koordinasi, Tim Satgas COVID-19 Kota Pontianak akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat selama 5 hari ke depannya.

"Sosialisasi yang disampaikan adalah penerapan PPKM secara ketat akan diberlakukan selama 14 hari ke depan, dimulai Senin 14 Juni 2021 pekan depan," ujarnya.

Baca Juga : Pemkot Pontianak Akan Salurkan Bakat Anak Jalanan ke Rumah Kreatif

Edi menambahkan PPKM yang akan diberlakukan berupa pembatasan jam operasional, mencegah terjadinya kerumunan serta peningkatan fasilitas kesehatan. Untuk itu, masyarakat diharapkan bisa menahan diri dan bersabar agar pandemi COVID-19 bisa mereda.

"Sehingga upaya untuk menekan angka penyebaran COVID-19 di Kota Pontianak bisa kita lakukan," ujarnya.

Selain itu, penerapan PPKM secara ketat juga menyasar masyarakat untuk menggunakan masker, terutama pada tempat-tempat keramaian, seperti pasar, acara pertemuan maupun warung-warung kopi. Aktivitas warga juga akan dilakukan pembatasan hingga pukul 21.00 WIB.

"Untuk tingkat RT atau RW diharapkan bisa menjaga agar tidak ada kegiatan yang menimbulkan keramaian," tuturnya.

Baca Juga : Oknum Pol PP Pontianak Hancurkan Ukelele Pengamen, Wako Pontianak Minta Maaf dan Ajak Pengamen Kembangan Musik Pontianak

PPKM secara ketat dilakukan karena adanya peningkatan kasus COVID-19 terutama yang bergejala. Demikian pula Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat hunian di rumah sakit juga sudah di atas 80 persen, kemudian pasien yang meninggal dunia juga semakin mengalami peningkatan.

"Setelah 14 hari penerapan PPKM secara ketat, kami akan evaluasi lagi apakah adakah penurunan kasus atau tidak," ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak Kota Kombes (Pol) Leo Joko Triwibowo menyatakan pihaknya akan memberikan sosialisasi secara kontinyu berlandaskan prinsip keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi dalam menangani pandemi COVID-19, dan pihaknya juga akan mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam menerapkan PPKM di Kota Pontianak.

"Kami mendukung Pemkot Pontianak jika ada pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha maka akan diberikan sanksi tegas," tegasnya.

Selama pemberlakuan PPKM nantinya, Satgas COVID-19 akan menyampaikan setiap hari batas waktu aktivitas masyarakat.

"PPKM secara ketat akan kita laksanakan selama 14 hari, kemudian akan dievaluasi untuk diperpanjang atau dilonggarkan," ujarnya.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Antara