Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Edukasi

Strategi Untuk Meningkatkan Akreditasi Kampus

04 Aug 2022, 21:08 WIB
Harvard University.(ebc/freepik)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Teman Edukasi, untuk meningkatkan akreditasi kampus terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pengelola perguruan tinggi di Indonesia.

Sebab akreditasi bagi perguruan tinggi sangat penting dan bisa dikatakan sangat krusial. 

Banyak orang mengatakan bahwa nilai akreditasi kampus merupakan “nilai jual” dari kampus itu sendiri.

Terhadap masyarakat, calon mahasiswa, pemerintah, dan juga lembaga lain yang menjalin kerjasama dengan pihak kampus. 

Bahkan, masyarakat akan cenderung memperhatikan akreditasi sebuah kampus sebelum memutuskan untuk memasukan anaknya kesana.

Sehingga, setiap pengelola kampus dengan akreditasi yang belum A perlu mencoba meningkatkannya. Bagaimana caranya?

Strategi Meningkatkan Akreditasi Kampus 

Secara umum untuk memperoleh akreditasi kampus yang hasilnya memuaskan diperlukan waktu.

Inilah alasan kenapa lebih banyak kampus berumur yang memperoleh akreditasi antara A dan B dibanding kampus baru. 

Meskipun demikian, bukan berarti kampus baru tidak memiliki kesempatan meraih akreditasi tinggi.

Kemungkinan tetap ada karena bisa diupayakan oleh semua pihak di dalam kampus tersebut.

Baca Juga : Tujuh Cara Efektif Menghadapi Dosen Pembimbing yang Sibuk


Berikut sejumlah cara untuk melakukannya: 

1. Benahi Kurikulum Pendidikan 

Poin penting di dalam penilaian akreditasi kampus adalah dari kurikulum pendidikan yang diterapkan.

Sandungan dari aspek ini bisa karena kurikulum kurang kompeten dan bisa pula terlalu fokus pada kepentingan komersial. 

Kebanyakan kampus swasta yang masih kesulitan mendapat akreditasi A maupun B karena masih mengutamakan kepentingan komersial.

Perlu diakui bahwa bisnis pendidikan memang menjanjikan. Namun, di Indonesia oleh pemerintah kualitas dari pendidikan lebih diutamakan.

Jadi, untuk memperoleh “nilai jual” yang tinggi dihadapan semua pihak. Pengelola kampus perlu berbenah di kurikulum pendidikan yang mengutamakan kualitas lulusannya. 

Jika sudah fokus disini maka akan diberi label berkualitas seiring dengan peningkatan nilai akreditasi.

Jumlah mahasiswa pun meningkat dan tentunya kegiatan operasional berjalan baik dan berumur panjang. 

2. Peningkatan Kualitas SDM 

Cara berikutnya untuk menaikan nilai akreditasi kampus adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

Sebab seberapa banyak dosen dengan gelar profesor, doktor, dan guru besar di sebuah kampus akan sangat mempengaruhi.

Semakin banyak dosen dengan gelar minimal doktor dan profesor maka akan semakin mudah mendongkrak nilai akreditasi.

Sehingga pihak kampus perlu memperketat seleksi penerimaan dosen dan staf di dalamnya.

3. Meningkatkan Kualitas Sarana dan Prasarana 

Penilaian suatu kampus oleh BAN-PT juga dipengaruhi oleh sarana dan prasarana di kampus tersebut.

Khususnya yang memberi dampak langsung pada kegiatan pembelajaran mahasiswa dan dosen. 

Pengelola kampus wajib menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap dan dalam kondisi baik, semakin canggih akan semakin baik.

Namun kualitas biasa namun sesuai standar dan lengkap sekaligus berfungsi baik sudah lebih dari cukup. 

Misalnya saja menyediakan laboratorium yang baik, fasilitas gedung dan kelas yang baik, perpustakaan dalam kondisi baik dan koleksinya menunjang kebutuhan mahasiswa, dan lain sebagainya. 

Baca Juga : Mahasiswa Semester Akhir, Simak 6 Hardskill yang Harus Kamu Miliki

4. Perbaikan Sistem Manajemen Kampus 

Meningkatkan pencapaian akreditasi kampus yang tinggi juga perlu dukungan sistem pengelolaan kampus yang profesional.

Poin terbesar adalah kampus mampu menyediakan sistem pengelolaan kampus berbasis digital. 

Misalnya membuka proses pendaftaran mahasiswa secara online melalui website, proses pembayaran secara cashless, pengisian KRS secara online, dan lain sebagainya. 

5. Menguatkan Giat Penelitian dan Pengabdian 

Berikutnya adalah terkait penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sudah dijalankan oleh kampus tersebut.

Kampus perlu memastikan sudah menjalankan dua kegiatan tersebut untuk memberikan manfaat luas kepada masyarakat. 

Semakin rutin dalam melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Maka kesempatan meraih peningkatan akreditasi kampus semakin besar pula. 

Demikian terkait meningkatkan akreditasi kampus, semoga bermanfaat dan mampu meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi di Indonesia.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Edukasi Borneo