Tim Gabungan Gagalkan Pengiriman Ratusan Burung Dilindungi ke Jawa

23 Feb 2021, 11:41 WIB
Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak, Balai Karantina Kelas I Pontianak, dan BKSDA Kalbar menggagalkan upaya pengiriman berbagai jenis burung dilindungi ke Pulau Jawa menggunakan angkutan laut. (Ant)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak, Balai Karantina Kelas I Pontianak, dan BKSDA Kalimantan Barat (Kalbar) menggagalkan upaya pengiriman berbagai jenis burung dilindungi ke Pulau Jawa menggunakan angkutan laut.

"Begitu kami mendapat informasi akan ada pengiriman burung dilindungi, maka kami bersama Balai Karantina Kelas I Pontianak dan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Kalbar melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan 110 ekor burung siap dikirim ke Jawa melalui angkutan laut," kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak Iptu Wendi Sulistiono, di Pontianak, Senin 22 Februari 2021.

Dia menjelaskan, modus pelaku, yakni burung-burung itu dimasukkan dalam kardus, kemudian dimasukkan dalam keranjang buah dan masukkan lagi ke dalam sebuah truk jenis fuso dengan tujuan Pulau Jawa menggunakan transportasi laut.

Baca Juga : Satgas COVID-19 Pontianak Tutup Sementara XXI Ahmad Yani Mall

Sebanyak 110 ekor burung tersebut, yakni burung kapas tembak satu ekor, kemudian burung kacer 102 ekor, burung cucak hijau empat ekor, dan burung lovebird dua ekor. Satwa dilindungi itu sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018, katanya pula.

"Untuk pemilik truk fuso, sopir dan lainnya masih sedang kami dalami, karena hingga kini belum diketahui pemiliknya," katanya.

Koordinator Pengawasan Penindakan Balai Karantina Kelas I Pontianak Joko Supriatno menyatakan, pengiriman atau pengangkutan burung-burung itu dilakukan secara ilegal, karena tanpa melampirkan dokumen dari pihak Balai Karantina Kelas I Pontianak dan BKSDA Kalbar.

Baca Juga : Wali Kota Pontianak Diminta Investigasi Lokasi Lahan Terbakar

"Karena pengiriman satwa dilindungi atau burung itu tanpa dilengkapi dokumen, maka dilakukan penyitaan dan selanjutnya akan dilepaskan ke habitat aslinya oleh BKSDA Kalbar," ujarnya.

Sedangkan, proses hukum dan langkah selanjutnya, diserahkan kepada pihak Polsek Kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak, katanya pula.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Tim Redaksi
Sumber : Antara