Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Kolom Guru

Tips Menulis Esai Untuk Siswa SMA

18 Jun 2022, 13:54 WIB
Ilustrasi Menulis EBC

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK - Menulis esai adalah hal biasa bagi mahasiswa. Dalam dunia perkuliahan, esai tergolong karya tulis ilmiah yang sering ditulis. Tak jarang dosen memberikan tugas menulis esai. Apalagi biasanya banyak lomba menulis esai untuk mahasiswa.

Kedepannya tidak hanya mahasiswa yang harus cakap dalam menulis esai, tetapi juga siswa di tingkat SMA/SMK dan sederajat diharapkan mampu untuk menuangkan  pikiran dan pendapatnya dengan menulis Esai

Esai berbeda dengan jenis karya tulis ilmiah lain seperti makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis, atau disertasi. Esai memiliki struktur dan kaidah tersendiri.

Definisi EsaiEsai adalah tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subjek tertentu yang dicoba untuk dinilainya (Dalman, 2011).

Esai merupakan karangan atau bentuk tulisan lebih dari satu paragraf. Esai menyampaikan kejadian yang terjadi di masyarakat atau lingkungan, berupa fakta atau pengalaman. Esai juga berisi pendapat atau pandangan penulis tentang hal yang dibicarakan, sehingga bersifat argumentasi dan subjektif (Wijayanti dkk, 2012).

Esai merupakan salah satu karya tulis ilmiah sebab di dalamnya terdapat hasil rangkaian fakta berupa hasil pemikiran, gagasan peristiwa, gejala, dan pendapat.

Pendapat lain dikemukakan oleh Widyamartaya, dkk dalam Yanma Hidayah. Esai dipandang sebagai usaha untuk melahirkan pandangan mengenai suatu topik dengan bentuk yang pendek serta dengan cara penuturan yang sebaik-baiknya.

Poin terpenting dalam esai bukan apa yang dibicarakan, melainkan bagaimana cara membicarakannya atau menjelaskannya

Berdasarkan Cambridge Dictionary, esai memiliki beberapa pengertian:

A short piece of writing on a particular subject, especially one done by students as part of the work for a course.

A short piece of writing on a particular subject, often expressing personal views.

Jadi, esai dalam pengertian di atas adalah tulisan pendek mengenai subjek tertentu yang biasanya ditulis oleh siswa atau mahasiswa.

Baca Juga : Menumbuhkan Pendidikan Karakter Siswa


Seringkali esai digunakan untuk menggambarkan pandangan atau opini penulis tentang topik yang dibahas.

Tujuan Penulisan Esai

1. Meyakinkan Pembaca

Argumen yang dituliskan dalam essay bertujuan untuk meyakinkan pembaca agar percaya terhadap pendapat penulis mengenai sebuah fenomena tertentu.

Data-data atau fakta yang menunjang harus selalu disertakan guna memperkuat opini yang dipaparkan.

2. Menerima Pendapat Penulis

Setiap esai yang dibuat tentu memiliki sudut pandang berbeda tergantung pada penulisnya. Penulisan esai juga bertujuan untuk membuat pembaca menerima pemikiran penulis yang tertuang dalam esai. Sehingga sekali lagi, data dan fakta menjadi hal yang wajib untuk dicantumkan dalam sebuah esai.

3. Memberikan Informasi Mengenai Topik yang Dibicarakan

Esai dapat menjadi sumber informasi terhadap suatu opini atau penelitian yang telah dilakukan.

Dengan penelitian atau tinjauan terhadap kondisi atau temuan yang diungkapkan di dalam tulisan esai, pembaca bisa mendapatkan informasi baru sesuai dengan topik yang dibicarakan. 

Jenis-jenis Esai

1. Expository Essay (esai ekspositori)

Expository essay, yang dalam bahasa Indonesia adalah esai ekspositori atau esai definisi adalah jenis esai yang umum ditemui.

Tujuan format esai ini adalah untuk menjelaskan suatu konsep atau hal lainnya, tanpa menyampaikan argumen. Karena bertujuan untuk memberikan informasi, bentuknya bisa bermacam-macam dengan menggabungkan berbagai jenis esai, seperti mendeskripsikan sesuatu, menjelaskan sebab akibat, atau berbentuk proses.

Beberapa contoh esai ekspositori yaitu esai tentang proses pembuatan kertas atau menjelaskan tentang konsep homeschooling.

2. Analytical Essay (esai analisis)

Sama seperti esai ekspositori, analytical essay atau esai analisis juga berfungsi untuk memberikan informasi tentang sebuah konsep.

Perbedaannya adalah, pada esai ini pembahasannya lebih mendalam untuk memaparkan informasi yang lebih objektik, seperti dengan menjelaskan kelebihan dan kekurangannya.

Contohnya adalah jika ingin menjelaskan tentang homeschooling, kita dapat menambahkan penjelasan tentang kelebihan dan kekurangan konsep sekolah tersebut.

3. Persuasive Essay (esai argumentatif)

Penulisan esai persuasif yang juga dikenal sebagai esai argumentatif digunakan untuk menyampaikan opini atau posisi kita tentang suatu hal.

Esai persuasif yang baik mengandung argumen serta bukti yang mendukung sehingga membuat pembaca memahami dan setuju dengan pendapat kita.

Kita ambil contoh jika ingin menulis tentang homeschooling. Pada paragraf pertama atau introduction, kita bisa menjelaskan sekilas apa itu homeschooling. 

Lalu, pada akhir paragraf tersebut, tulislah thesis statement yang menyatakan pendapat atau  pandangan terhadap homeschooling. Pada bagian isi, jelaskanlah mengapa kita berpendapat seperti itu, yang tentunya perlu didukung dengan data yang valid atau contoh.

4. Narrative Essay (esai personal)

Esai naratif biasa dikenal juga dengan sebutan esai personal. Esai ini disebut demikian karena menggabungkan kisah pengalaman pribadi dengan argumen yang bersifat akademis atau ilmiah. Oleh karenanya, esai naratif sering ditulis dari sudut pandang orang pertama.

Gaya serta alur penulisannya bisa lebih disesuaikan menjadi tidak terlalu kaku seperti penulisan ilmiah agar terkesan lebih personal.

Esai yang ditulis untuk mendaftar universitas atau beasiswa biasanya berbentuk esai personal agar orang-orang yang menyeleksi bisa lebih mengenal para pendaftar melalui tulisan mereka.

5. Descriptive Essay (esai deskriptif)

tujuan dari penulisan esai deskriptif adalah untuk mendeskripsikan sesuatu secara detail dengan menggunakan panca indra kita (penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecap, peraba atau sentuhan).

Subjek atau objek yang dibahas bisa berupa pengalaman, benda, tempat, dan sebagainya. Dengan membaca esai deskriptif yang kamu tulis, diharapkan pembaca bisa memahami dengan mudah hal yang kita jelaskan.

6. Compare and Contrast Essay (esai komparatif)

Jenis esai yang satu ini berfungsi untuk membandingkan kedua hal dengan menunjukkan berbagai persamaan serta perbedaan yang ada di antara keduanya. Dengan demikian, pembaca bisa mendapatkan gambaran perbandingan secara menyeluruh.

Terdapat 2 cara untuk menulis bagian isi esai komparatif ini. cara yang pertama, menuliskan satu bagian untuk menyebutkan persamaannya terlebih dahulu dan bagian selanjutnya untuk perbedaanya.  untuk cara yang kedua,  membandingkannya per poin yang ingin dibahas.

7. Cause and Effect Essay (esai sebab akibat)

Sesuai namanya, esai sebab akibat ditulis untuk menjelaskan bagaimana sejumlah hal saling berhubungan. Kita bisa fokus menulis tentang penyebabnya saja, akibatnya saja, atau menggabungkan keduanya. Misalnya  menulis esai tentang fenomena banjir. Kita dapat membahas apa saja yang menyebabkan banjir serta apa saja dampak yang terjadi karena banjir.

Baca Juga : Manajemen Diri Bagi Guru

8. Critical Analysis Essay (esai analisa kritis)

Esai ini termasuk ke dalan jenis esai akademis, di mana kita menganalisis secara kritis karya orang lain, seperti buku, film, lukisan, dan sebagainya. Kita juga bisa memasukkan pandangan terhadap karya yang dianalisis. Meskipun demikian, kita dapat memperkuat argumen dengan memberikan bukti berupa kutipan atau contoh yang terdapat dalam karya tersebut.

Struktur atau bagian - bagian dari esai

Struktur Esai terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup.

1. Pendahuluan

Bagian ini berisi pernyataan umum tentang topik yang akan dibahas dan latar belakang. Topik adalah pokok pembicaraan. 

Syarat dalam pemilihan topik di antaranya menarik minat penulis, diketahui dan dikuasai oleh penulis, cukup sempit dan terbatas, serta tidak terlalu baru atau kontroversial.

Pendahuluan juga terdiri atas beberapa kalimat atau pernyataan umum dan kalimat tesis atau ide pokok esai.

Tesis dan topik bukanlah judul. Jika topik dan tesis dirumuskan di awal proses penulisan, sebaliknya perumusan judul dilakukan setelah seluruh karangan selesai.

Setelah topik dirumuskan, penulis dapat dengan mudah menyusun kerangka tulisan dengan kalimat tesis.

2. Isi (pembahasan)

Bagian isi berisi uraian pernyataan yang disampaikan pada paragraf pendahuluan. Paragraf isi juga membahas topik atau subtopik yang sudah dinyatakan dalam tesis. Teknik penulisan paragraf isi di antaranya:

- Memberikan contoh atau ilustrasi,

- Menguraikan secara kronologis suatu kejadian,

- Mendefinisikan istilah yang berkaitan,

- Membandingkan atau mengontraskan,

- Menganalisis atau mencari sebab akibat,

- Menguraikan akibat atau konsekuensi,

- Menerapkan bagaimana cara kerja atau fungsi, dan

- Melukiskan fisik atau watak orang, tempat, barang, atau tindakan yang dibicarakan.

3. Penutup

Paragraf ini berisi simpulan atau ringkasan dari hal-hal penting yang telah dikemukakan. Unsur bagian penutup esai yaitu kesimpulan, saran, dan daftar pustaka atau referensi. Hal yang perlu diperhatikan dalam menulis kesimpulan adalah:

- Jangan mengulang uraian yang terdapat di bagian hasil analisis

- Jangan memasukkan hal-hal baru yang memerlukan ulasan lebih lanjut

- Jangan memasukkan bagian dari kerangka teori.

Sebagai kesimpulan, mengasah kemampuan menulis esai perlu dikembangkan untuk meningkatkan literasi yang secara otomatis juga akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tiap individu siswa, mahasiswa dan pekerja.

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Bibiana, S.Pd (Guru SMA Negeri 2 Pontianak)
Sumber : Edukasi Borneo