Kajian tentang dunia politik memang selalu menawarkan hal menarik untuk dibahas, dianalisis, atau diamati dari berbagai sudut pandang.

Home > Kolom Guru

Upaya Mewujudkan Kantin Sehat di Lingkungan Sekolah

29 May 2022, 21:39 WIB
Ilustrasi Makan di Kantin.(ebc/freepik)

EDUKASIBORNEO, PONTIANAK – Komponen sekolah yang harus tersedia satu diantaranya adalah kantin. Kantin menjadi kebutuhan bersama warga sekolah, kantin yang bersih, sehat dan nyaman sangat dibutuhkan.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab VII, Pasal 42 Ayat 2 menyatakan bahwa, setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium.

Ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang atau tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan

Dalam Permen Nomor 24 Tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana juga dinyatakan bahwa bangunan sekolah harus memenuhi persyaratan kesehatan, yaitu

(1) Mempunyai fasilitas secukupnya untuk ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai; (2) Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan meliputi saluran air bersih, saluran air kotor dan atau air limbah, tempat sampah, dan saluran air hujan;

(3) Bahan bangunan yang aman bagi kesehatan pengguna bangunan dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Kantin sekolah adalah tempat para siswa dapat membeli makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan gizinya di sekolah. Oleh karena itu, pihak sekolah harus memastikan jajanan yang dijual di kantin dapat menyehatkan peserta didiknya.

Baca Juga : Kesehatan Mental Pekerja di Sekolah

Tujuan Kantin Sekolah

Menurut William H. Roe menyebutkan adanya sejumlah kemungkinan pendidikan untuk layanan makanan atau masakan di sekolah-sekolah antara lain :

1. Memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar memilih makanan yang sehat

2. Memberikan bantuan dalam mengajarkan ilmu gizi secara nyata

3. Menganjurkan kebersihan dan kesehatan

4. Menghindari terbelinya makanan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebersihan dan kesehatannya dan lain-lain.

Fungsi Kantin

1. Membantu pertumbuhan dan kesehatan siswa dengan jalan menyediakan makanan yang sehat, bergizi dan praktis

2. Mendorong siswa untuk memilih makanan yang cukup dan seimbang

3. Untuk memberikan pelajaran sosial kepada siswa

4. Memberikan bantuan dalam mengajarkan ilmu gizi secara tidak langsung

Menurut BPOM, makanan kantin sekolah yang baik adalah makanan yang aman, bergizi, dan bermutu. Berikut adalah kriteria kantin sekolah sehat yang dianggap memenuhi standar kelayakan:

1. Menyediakan makanan yang aman serta bersih

Kantin sekolah harus menyediakan makanan yang bebas dari bahan-bahan kimia membahayakan, diolah dengan baik, dimasak matang, tidak berbau tengik serta asam.

Penjual juga harus dalam keadaan sehat dan tempat menjual makanannya perlu terjaga dengan bersih.

2. Mengajarkan cara mencuci tangan dengan baik

Pihak sekolah harus mengajarkan anak untuk mencuci tangan dengan cara yang baik dan benar, yakni dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir setidaknya selama 20 detik. Lakukan langkah cuci tangan ini khususnya sebelum dan sesudah makan.

3. Produk makanan memiliki label yang jelas

Produk makanan harus memiliki label yang jelas, seperti nama produk, tanggal kedaluwarsa, komposisi, dan informasi nilai gizi. Untuk produk yang tidak memiliki label makanan (seperti lemper, lontong, dan lainnya), pastikan kemasannya dalam kondisi yang baik.

4. Melatih anak untuk membaca label informasi nilai gizi

Membaca label informasi nilai gizi dapat membantu anak untuk membuat pilihan makanan yang lebih sehat. Label ini menyediakan informasi penting, misalnya kalori, total lemak, kolesterol, protein, karbohidrat, vitamin, dan banyak lagi.

5. Menyuplai berbagai minuman sehat

Kriteria kantin sehat tak hanya membuat aturan mengenai makanan. Syarat ini juga berlaku untuk minuman.

Beberapa jenis minuman sehat perlu disediakan oleh pihak sekolah, antara lain air putih, susu, jus, serta sport drink yang bisa dikonsumsi anak sehabis berolahraga.

6. Tidak menjual makanan dan minuman berwarna mencolok

Makanan dan minuman yang berwarna terlalu mencolok bisa jadi mengandung pewarna ataupun bahan-bahan kimia yang merugikan kesehatan anak. Jadi penjualan produk sejenis ini perlu dihindari.

7. Tidak menjual makanan dengan rasa tertentu

Pihak sekolah harus memastikan bahwa rasa makanan yang dijual di kantin tidak terlalu asin, manis, serta asam. Dengan demikian, asupan nutrisi anak bisa tetap seimbang.

8. Batasi persediaan makanan cepat saji

Terlalu banyak mengonsumsi junk food bisa mencetuskan berbagai masalah kesehatan pada anak. Jenis-jenis makanan ini meliputi kentang goreng, hamburger, ayam goreng, pizza, dan mi instan.

9. Membatasi persediaan makanan ringan

Camilan yang rendah nutrisi serta tinggi gula dan garam tidak masuk dalam syarat kantin sekolah sehat. Contohnya: keripik kentang, cookies, donat, permen, dan lainnya.

10. Memperbanyak persediaan makanan berserat

Baca Juga : Kesehatan Mental Remaja di Sekolah


Bagaimana dengan syarat kantin sekolah sehat menurut Kemenkes RI. Pada tahun 2006, Kementerian Kesehatan RI juga telah membuat peraturan mengenai syarat kantin sekolah yang sehat. Kriterianya meliputi:

- Tersedia tempat mencuci peralatan makan dan minum dengan air yang mengalir

- Tersedia tempat cuci tangan dengan air bersih yang mengalir

- Tersedia tempat penyimpanan bahan-bahan makanan

- Tersedia tempat penyimpanan makanan siap saji yang tertutup

- Tersedia tempat penyimpanan peralatan makan dan minum

- Jarak kantin dengan lokasi pembuangan sampah sementara (TPS) minimal 20 meter

Peran pihak sekolah untuk mewujudkan kantin sehat sangatlah penting. Menurut BPOM, para guru perlu rutin melakukan pengawasan terhadap makanan-makanan di kantin sekolah maupun di sekitar luar sekolah.

Selain itu, membatasi pemberian gula, garam dan penyedap rasa juga baik untuk kesehatan anak.

Pihak sekolah juga diharapkan mengetahui apa saja jenis jajanan yang dijual di kantin agar dapat memantau apakah makanan tersebut bergizi baik atau tidak. Hal ini berlaku bagi kantin sekolah SD, SMP, SMA, dan sejajarnya.

Memonitor berat badan siswa setiap enam bulan sekali juga dapat dilakukan guna mendeteksi adanya kondisi gizi kurang atau lebih. 

Yang tak kalah krusial pula adalah memberikan edukasi mengenai prinsip-prinsip gizi seimbang pada orang tua dan murid.

Dengan ini, upaya pemerintah untuk mewujudkan kantin sekolah sehat guna mencegah masalah gizi ganda dapat terlaksana dengan baik.

Berikut ini merupakan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kantin sehat di lingkungan sekolah, yaitu:

1. Sekolah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan/Puskesmas

2. Sekolah melakukan sosialisasi kepada orang tua murid, pengelola kantin atau penjual makanan di sekolah

3. Sekolah menunjuk pembina dan pengawas kantin sekolah

4. Sekolah mengirimkan pembina dan pengawas kantin sekolah untuk mengikuti pelatihan kantin sehat yang dilaksanakan oleh instansi terkait

5. Sekolah melakukan pelatihan dan pembinaan terhadap pengelola kantin dan penjual makanan di sekolah

6. Melakukan perbaikan dan penyediaan sarana kantin sehat

7. Melakukan monitoring internal terhadap pelaksanaan kantin sehat di sekolah

Demikianlah pengertian, tujuan, fungsi, kriteria atau syarat dari kantin sehat serta upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kantin sehat di Satuan Pendidikan.

Mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat bagi pengelola dan kepala masing-masing Satuan Pendidikan. 

Tags :
Share Berita : twitter edukasi borneo facebook edukasi borneo whatsapp edukasi borneo
Penulis : Bibiana, S.Pd (Guru SMA Negeri 2 Pontianak)
Sumber : Edukasi Borneo